News

Pemakzulan Memakan Waktu, Beathor Suryadi Sarankan Gibran Ikuti Langkah Bung Hatta



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Isu seputar keabsahan dokumen administrasi hingga silsilah keluarga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta Presiden Joko Widodo kembali mencuat dan memicu perdebatan publik.

Aktivis senior sekaligus politisi yang dulunya adalah relawan Jokowi, Beathor Suryadi, secara terbuka mempertanyakan silsilah dan rekam jejak keluarga tersebut dalam sebuah tayangan wawancara mendalam di kanal YouTube SINDOnews yang tayang pada Senin (21/9/2026).

Pernyataan Beathor Suryadi bermula dari sorotan terhadap gugatan perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang diajukan oleh penggugat Mercy Sihombing.

Dalam gugatan tersebut, ditemukan kejanggalan pada dokumen penyetaraan ijazah Gibran dari UTS Insearch Australia, di mana nama ibu kandungnya diduga dicoret, ditutup, atau tidak tercantum secara jelas. Hal ini lantas memicu bola liar di tengah masyarakat terkait identitas dan latar belakang keluarga orang nomor dua di Indonesia tersebut.

Soroti Foto Pernikahan dan Kejanggalan Dokumen PTUN

Dalam keterangannya, Beathor Suryadi mengungkapkan sejumlah poin yang menjadi dasar kecurigaannya terhadap silsilah Gibran Rakabuming Raka. Salah satu sorotan utamanya tertuju pada keberadaan foto-foto lama dan penutupan informasi penting dalam dokumen publik.

Beathor menceritakan adanya temuan foto masa lalu yang memperlihatkan sosok Joko Widodo berkumis dan berkacamata berdampingan dengan sosok Widodo lainnya yang tidak berkumis. Temuan ini memicu berbagai spekulasi mengenai rekam jejak dan latar belakang Joko Widodo sebelum terjun ke dunia politik nasional.

“Pertanyaan mengenai asal-usul dan silsilah ini muncul karena banyaknya kejanggalan dalam berkas administrasi. Ketika nama ibu kandung dicoret atau ditutup dalam dokumen resmi seperti penyetaraan ijazah di PTUN, publik tentu berhak bertanya-tanya ada apa di balik penutupan informasi tersebut,” ujar Beathor, dikutip fajar.co.id, Selasa (22/9/2026).

Ia menilai bahwa pencoretan atau penutupan nama ibu kandung bukan sekadar masalah teknis penulisan dokumen, melainkan menciptakan ruang keraguan publik terhadap transparansi data kependudukan pejabat negara.

Dugaan Pemalsuan Ijazah dan Replikasi Pasar Pramuka

Tidak hanya menyoal silsilah Gibran, Beathor Suryadi juga kembali menyoroti polemik keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menuduh adanya rekayasa dokumen yang diduga diproduksi oleh jaringan pembuatan ijazah palsu di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Pusat.

Beathor mengklaim bahwa berdasarkan penelusuran sejumlah pihak dan fakta persidangan yang dinilainya ganjil, berkas ijazah asli milik Jokowi tidak pernah mampu ditampilkan secara terbuka kepada publik maupun dalam persidangan di pengadilan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *