Rahasia Kekuatan Politik Jokowi, PSI: Tak Dipahami Politisi Lain

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menilai mantan Presiden Joko Widodo memiliki pemahaman yang menjadi salah satu keunggulannya dalam politik. Menurut Dedy, Jokowi memahami satu prinsip fundamental dalam politik yang belum tentu dipahami oleh semua politisi.
Dedy menyampaikan pandangan tersebut melalui akun media sosial X pribadinya. Ia menyebut prinsip yang dimaksud sebenarnya sederhana, yakni memahami posisi rakyat dalam sistem demokrasi.
“Jokowi paham satu hukum fundamental sederhana dalam politik yang tidak dipahami oleh politisi-politisi lain,” tulis Dedy Nur, dikutip Senin, 21 September.
Dedy kemudian menjelaskan maksud dari pernyataannya tersebut. Menurut dia, hal mendasar yang dipahami Jokowi adalah rakyat.
“Apa itu? Rakyat,” tulisnya.
Menurut Dedy, Jokowi menyadari bahwa kekuatan utama dalam sistem demokrasi berada di tangan rakyat. Karena itu, ia menilai Jokowi tidak menempatkan oligarki politik sebagai satu-satunya kekuatan yang menentukan arah politik.
“Jokowi percaya pada kekuatan rakyat. Jokowi juga sadar bahwa dalam sistem demokrasi rakyatlah yang punya kuasa,” ujarnya.
“Bukan oligarki politik, tapi rakyat Indonesia,” kata Dedy.
Ia juga menilai kemampuan Jokowi membangun hubungan dengan masyarakat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perjalanan politiknya.
“Jokowi juga paham betul bahwa berjalan dengan mereka yang berdaulat (rakyat) adalah kunci keberhasilannya selama ini dalam politik,” tuturnya.
Bambang Pacul Soroti Cara Jokowi Mengendalikan Ego
Pandangan mengenai karakter Jokowi juga disampaikan Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul. Politikus PDI Perjuangan itu menyoroti kemampuan Jokowi mengendalikan ego ketika menghadapi persoalan.
Menurut Bambang, Jokowi memiliki kemampuan menempatkan ego pada tingkat yang sangat rendah. Sikap tersebut, kata dia, membuat Jokowi cenderung memusatkan perhatian pada persoalan yang dihadapi ketimbang menunjukkan luapan emosi.
“Pak Jokowi itu bisa menurunkan ego sampai pada level 0,” ujar Bambang.
Ketua DPP PDIP itu mengatakan kemampuan mengendalikan emosi tidak berarti seseorang tidak pernah menghadapi tekanan atau persoalan. Menurut dia, karakter tersebut justru terlihat dari cara seseorang menentukan sikap ketika menghadapi masalah.
Ia kemudian menggambarkan respons Jokowi ketika berhadapan dengan situasi yang berpotensi memancing kemarahan seorang pemimpin.
“Pernahkah di kulit Pak Jokowi marah? Nah, bentuk marahnya pasti berbeda,” kata Bambang.
Menurut Bambang, karakter tersebut telah terbentuk dalam diri Jokowi. Ia menyebut Jokowi memiliki mentalitas yang membuat egonya tidak mudah mendominasi ketika menghadapi persoalan.
Source link
