News

Tulisan Jurnalis AS yang Sebut Anak Indonesia tidak Sadar Dirinya Bodoh, Pengamat: Kira-Kira apa Masalahnya?



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Pengamat pendidikan, Indra Charismadji bicara soal pendidikan anak Indonesia yang coba dinilai dari berbagai aspek.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Indra Charismadji menyebut anak Indonesia tidak sadar dengan bodohnya mereka.

“Anak Indonesia Tidak Sadar Betapa Bodohnya Mereka,” tulisnya dikutip Minggu (20/9).

Pernyataan dari Indra ini merupakan kutipan yang diambilnya oleh tulisan dari jurnalis asal Amerika Serikat, Elisabeth Pisani. 

Ini juga berdasarkan dari pernyataannya di salah satu unggahan di platform YouTube di akun PendidikanVoxPoint.

“Kalimat keras ini ditulis jurnalis AS, Elisabeth Pisani. Menyakitkan? Sangat. Tapi apakah datanya salah?,” sebutnya.

Jika berdasarkan pernyataan dari jurnalis AS itu, ini juga dilontarkannya berdasarkan data dengan anggaran pendidikan yang sangat besar.

Anggaran pendidikan Indonesia disebutnya tembus angka Rp 669 triliun pertahun. Namun, fakta di lapangan berkata lain.

Berdasarkan penalaran PISA, disebut Indra mayoritas anak di Indonesia sampai saat ini masih sulit untuk membedakan fakta dan opini.

“Anggaran pendidikan kita tembus Rp 669 Triliun/tahun, tapi fakta lapangan bikin mengelus dada:,” paparnya.

“Over 70% siswa Indonesia berada di bawah standar penalaran dasar PISA 

Mayoritas anak tidak bisa membedakan mana FAKTA dan mana OPINI,” jelasnya.

“Skor PISA kita stagnan di papan bawah selama 20 tahun lebih,” sambungnya.

Indra Charismadji pun memaparkan dan mengatakan masalah terbesar yang dihadapi Indonesia di dunia pendidikan tidak hanya terletak di kurikulumnya.

Namun lebih dari itu dan lebih komplasensi, dimana semuanya dianggap baik-baik saja karena ada berbagai prestasi yang didapatkan dari dunia pendidikan.

Tapi satu hal yang disebut tidak didasari afalag pendidikan dasar yang dimiliki anak-anak di Indonesia itu masih rapuh.

“Masalah terbesar bangsa ini bukan cuma kurikulum, tapi KOMPLASENSI — merasa semuanya baik-baik saja cuma karena ada yang juara olimpiade,” ucapnya.

“padahal mutu pendidikan dasarnya rapuh!,” sambungnya.

Pertanyaan pun muncul darinya, so apa yang sebenarnya jadi masalah utama untuk pendidikan di Indonesia ini.

Apakah terletak dari kebijakan yang dihadirkan oleh Pemerintah, kualiatas guru, atau mentalitas yang memang gampang puas.

“Kira-kira, menurut kamu apa akar masalah utamanya? Kebijakan pemerintah, kualitas guru, atau mentalitas kita yang gampang puas?,” pungkasnya.

(Erfyansyah/fajar) 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *