Gigin Praginanto soal Data Desil Keliru: Kesalahan Utama pada yang Dia Jadikan Kepala BPS, Dia Sarjana Teknik Kimia

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto menilai kesalahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) atau desil bermula saat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dilantik.
Gigin menilai, yang salah ialah orang yang melantik Amalia. Dia diketahui dilantik pada 19 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kesalahan utama terletak pada yang menjadikan dia kepala BPS,” kata Gigin dikutip dari unggahannya di X, Kamis (10/9/2026).
Jika ditilik keilmuannya, Gigin menilai tak linear. Amalia merupakan sarjana teknik kimia.
“Dia bukan ahli statistik tapi sarjana teknik kimia,” terangnya.
Lebih jauh, Gigin menilai pengangkatan Amalia sebagai Kepala BPS melecehkan pakar statistik.
“Pengangkatannya adalah pelecehan terhadap para pakar statistik dengan rekam jejak meyakinkan,” pungkasnya.
Klarifikasi BPS
Sebelumnya, BPS telah buka suara terkait kekeliruan data desil. Amalia mengatakan memang tak ada data yang akurat 100 persen.
“Namanya ini data manusia tidak pernah ada menuju akurat 100 persen karena setiap saat ada orang yang meninggal, setiap saat ada orang yang lahir,” Kata Amalia kepada jurnalis di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2026).
Menurutnya, pendataan data manusia dinamis. Karenanya selalu ada pemutakhiran.
“Setiap saat ada orang yang berubah status yang tadinya punya pekerjaan menjadi tidak punya pekerjaan,” ujarnya.
Bahkan, kata dia, orang yang sebelumnya punya rumah bisa tidak punya rumah.
“Setiap saat ada bencana yang mungkin bisa mengubah status masyarakat tersebut yang tadinya punya rumah menjadi tidak punya rumah, hartanya hilang,” terangnya. (Arya/Fajar)
Source link
