News

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Tercatat Penerima Bansos Desil 4, Ini Profilnya



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Nama Lisman Puja Kesuma menjadi sorotan. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai penerima bantuan sosial (bansos) Desil 4 di Kabupaten Sleman.

Lisman merupakan politikus muda Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai anggota DPRD DIY periode 2024–2029.

Nama lengkapnya Muhammad Lisman Puja Kesuma, S.P. Lisman lahir di Medan pada 24 Januari 1992.

Saat terpilih dalam Pemilu 2024, Lisman berusia 32 tahun. Ia menjadi salah satu anggota muda di DPRD DIY.

Lisman maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) DIY 6 yang meliputi wilayah Sleman Utara.

Pendidikan dasar Lisman ditempuh di SD Negeri 105296 Percut Sei Tuan pada 1999 hingga 2005. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan pada 2005 hingga 2008.

Jenjang pendidikan menengah atas ditempuhnya di SMA Swasta PAB-8 Saentis dan diselesaikan pada 2011.

Lisman kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pembangunan Panca Budi. Ia menempuh pendidikan pada 2011 hingga 2015 dan meraih gelar Sarjana Pertanian (S.P.).

Karier politik Lisman berkembang bersama Partai Gerindra. Dikutip dari situs resmi DPRD DIY, ia tercatat sebagai Koordinator Provinsi DIY di DPP Gerindra sejak 2021.

Langkahnya menuju parlemen dimulai pada Pemilu 2024. Lisman berhasil memperoleh kursi DPRD DIY dari Dapil Sleman Utara.

Di parlemen, Lisman dipercaya menjadi Ketua Fraksi Gerindra. Ia juga tercatat sebagai anggota Komisi C DPRD DIY yang membidangi pembangunan.

Selain Komisi C, Lisman juga duduk sebagai anggota Badan Kehormatan dan Badan Musyawarah DPRD DIY.

Karier organisasinya di Partai Gerindra juga terus berjalan. Lisman tercatat menjabat sebagai Bendahara DPD Gerindra DIY.

Klarifikasi Lisman

Lisman mengaku kaget namanya tercantum dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sosial (bansos) pemerintah.

“Saya sendiri tidak tahu bagaimana bisa masuk data penerima bansos,” kata Lisman kepada jurnalis, Selasa (8/9/2026).

Lisman meminta agar dilakukan pemutakhiran data. Menurutnya, apa yang dialaminya menunjukkan pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial.

“Kesesuaian data sangat penting, karena berkaitan dengan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan,” terangnya.

(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *