Sopir Keluhkan Antrean Solar di Sulsel: Rugi Waktu dan Tenaga, Segala-galanya Terhambat

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan (Sulsel) merugikan sopir.
Pantauan fajar.co.id pada Selasa 8 September 2026 siang, antrean mengular di SPBU Pertamina 74.902.31 di Jalan Andi Pettarani, Makassar. Panjangnya mencapai 500 meter.
Antrean didominasi kendaraan truk dan bus. Seorang sopir bus pariwisata, Nojeng, menyebut antrean tak hanya menghambat pekerjaannya, namun juga waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga.
“Ini antrean bikin segala-galanya terhambat,” kata Nojeng kepada fajar.co.id.
Paling cepat, kata Nojeng, antrean solar memakan waktu tiga jam.
Di dalam satu pekan, dia biasanya tiga kali mengantar penumpang ke daerah. Masalahnya, SPBU di daerah pun kerap habis.
Kalau ada SPBU yang tersedia solar, antreannya panjang. Tidak memungkinkan mengisi BBM berjam-jam dengan penumpang masih dimuat.
Jadinya, pengisian BBM mesti dilakukan sebelum berangkat ke daerah. Kalau besoknya pergi, malamnya antre lebih dulu agar kebagian stok, sehingga paginya bisa langsung mengisi.
“Makanya malam kadang kita sudah antre. Bermalam di mobil,” ucapnya.
Hal serupa diungkapkan Sahar, seorang supir truk ekspedisi. Sama dengan Nojeng, dia rela antre berjam-jam hingga nginap di mobil untuk antre solar.
Masalahnya, sebagai truk ekspedisi pengantarannya hingga ke Morowali, Sulawesi Tengah.
“Kalau perjalanan jauh, setengah mati,” ujarnya.
Sementara di daerah-daerah di Sulsel, solar lebih langka lagi. Kalau pun ada, mesti antre nyaris 24 jam.
“Sampai di daerah tidak ada. Kalau dilewati Parepare, mulaiki malam mengantre, besokpi didapat. Sore,” kata Sahar.
Sahar pun mengakali dengan membawa solar dalam jeriken. Jika tiba-tiba habis di tengah jalan dan tak mendapat solar di SPBU, dia bisa langsung mengisi.
“Jadi harus pake jeriken. Harus dikasi lebih baru pergi, karena di daerah sudah tidak ada,” pungkasnya.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU di Makassar.
“Ini kemarin kita sidak bersama APH dan forkompinda,” kata Lilik kepada fajar.co.id, Senin (7/9/2026).
Lilik mengatakan, saat dilakukan sidak, sejumlah mobil yang mengantre langsung putar balik.
“Setelah 1 mobil dicek kelengkapan surat dan lain-lain. Mobil-mobil yang antre di belakang langsung puter balik mas ga jadi antre,” terangnya. (Arya/Fajar)
Source link
