News

Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Terbit Tahun 2025, Tuan Guru Bajang Buat Pengakuan


PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Buku Islam Ala Prabowo tengah menjadi sorotan. Sejumlah nama tokoh yang tercantum dalam buku tersebut disebut mempertanyakan keterlibatan mereka sebagai kontributor.

Salah satunya datang dari mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB). Ia mengaku tidak pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.

Pernyataan itu disampaikan TGB saat menjawab pertanyaan warganet melalui kolom komentar unggahannya di media sosial pada Minggu (6/9/2026).

“@eh_ilman saya tidak pernah kirim tulisan,” jawab TGB.

Respons serupa muncul dari pihak keluarga Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar. Istri Gus Kautsar melalui Instagram Story mempertanyakan alasan nama suaminya tercantum dalam buku Islam Ala Prabowo.

“Kok bisa-bisanya ada nama suami saya di buku ini? Hei penulis, minimal izin pamit dulu kalau mau nyantumin nama,” tulisnya.

Pernyataan tersebut kemudian ikut memicu perbincangan di media sosial mengenai proses penyusunan buku, khususnya mekanisme pencantuman nama tokoh yang disebut sebagai kontributor.

Selain TGB dan Gus Kautsar, nama mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj juga ikut terseret dalam polemik.

Di media sosial beredar tangkapan layar yang dikaitkan dengan Said Aqil. Dalam tangkapan layar itu, Said Aqil disebut membantah pernah menulis materi yang tercantum dalam buku Islam Ala Prabowo.

Namun, hingga berita ini ditulis, PORTALUTAMA.NET belum memperoleh konfirmasi langsung dari Said Aqil terkait tangkapan layar tersebut.

Buku Islam Ala Prabowo sebenarnya bukan buku baru. Buku tersebut diperkenalkan kepada publik dalam pembukaan Rakornas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Buku itu disebut diinisiasi Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua MUI Anwar Iskandar.

Isi buku membahas gagasan mengenai Islam, kepemimpinan, serta cita-cita pembangunan Indonesia yang dikaitkan dengan pemikiran Presiden Prabowo Subianto.

Saat peluncuran, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Asep Saifuddin juga memberikan testimoni. Ia menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang ikut menulis buku tersebut.

“Sebagai salah seorang yang ikut menulis, epilognya saya yang menulis,” kata Asep saat peluncuran buku.

Menurut Asep, gagasan dalam buku tersebut berkaitan dengan cita-cita pembangunan Indonesia, termasuk upaya mewujudkan pemerintahan yang adil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin ketika semuanya terlaksana dengan baik, pajak terlaksana dengan baik, zakat terlaksana dengan baik, maka cita-cita luhurnya Pak Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur akan segera terwujud,” ujarnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *