News

MBG dan KDMP Berkontribusi Besar Turunkan Elektabilitas Presiden, Ferdinand Hutahaean: Pak Prabowo Harus Berani Tega kepada Jajarannya…



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean angkat suara terkait hasil survei berbagai lembaga, yang menunjukkan elektabilitas maupun tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto menurun.

Dia mengaku, publik telah melihat, membaca, mendengar rilis-rilis yang diberitakan oleh lembaga-lembaga survei terkait dengan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto, dan juga terkait dengan kesukaan publik terhadap dirinya.

“Di dua poin tadi terjadi penurunan, penurunan elektabilitas dan penurunan kesukaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto,” kata Ferdinand.

Meski hasil survei menunjukkan elektabilitas dan kesukaan publik turun, namun tidak demikian dengan partai yang dipimpinnya, Gerindra.

“Tetapi di sisi lain, di elektabilitas partai politik, Gerindra naik tinggi, naik tajam dari perolehan suara pada pemilu 2024 lalu,” sebutnya.

Mengacu hasil survei yang beredar, Gerindra di semua lembaga survei mengungguli partai-partai yang lain bahkan perolehan suaranya di atas 20 persen.

Kondisi tersebut menjadi menarik sekaligus menjadi pertanyaan besar, mengapa elektabilitas Prabowo turun padahal elektabilitas partainya di sisi lain justru naik.

“Ini yang menjadi pertanyaan, mengapa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto tidak berbanding lurus dengan elektabilitas partai Gerindra, partainya Pak Prabowo? Partainya naik, tapi elektabilitas Pak Prabowo turun,” kata Ferdinand.

Terkait dengan hasil survei tersebut, Ferdinand mengaku memiliki analisis tersendiri. Dia melihat, setidaknya ada dua faktor yang berkontribusi besar terhadap turunnya elektabilitas dan kesukaan publik terhadap Presiden Prabowo.

Menurutnya, dua faktor tersebut datang dari program atau kebijakan yang dijalankan rezim Prabowo sendiri. Mirisnya, dua hal tersebut merupakan program prioritas.

“Saya punya analisis tersendiri bahwa penurunan dari elektabilitas Pak Prabowo dan kesukaan publik terhadap dirinya menurun terutama dalam dua hal,” ungkap Ferdinand.

Yang pertama adalah terkait dengan MBG (Makan Bergizi Gratis), yang kedua terkait dengan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih).

“MBG menyisakan cerita buruk yang cukup panjang dan cukup banyak, yaitu persoalan korupsi dan persoalan keracunan. Korupsi telah ditangani, sekarang persoalan keracunan,” sebut Ferdinand.

Terkait persoalan keracunan MBG, Ferdinand menilai masalah tersebut mudah diatasi, mudah ditangani dengan dengan mengubah pola metodologi penyediaan MBG.

“Menggunakan SPPG seperti sekarang, dengan jatah ribuan porsi per SPPG, membuat penyediaannya dimulai dari tengah malam dan diberikan siang akhirnya tidak fresh lagi makanan kepada anak-anak,” ungkapnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *