Dinkes dan BBPOM Bergerak, Ini Fakta Baru Keracunan Massal MBG di Tana Toraja

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Tana Toraja kini memasuki tahap penyelidikan medis.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar tengah bergerak cepat menguji sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga menjadi biang keladi tumbangnya para siswa tersebut.
Sedikitnya 161 pelajar dari SMPN 1 dan SMPN 2 Makale dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan program tersebut.
Untuk memastikan penyebab pastinya, sampel makanan telah dikirim ke laboratorium BBPOM di Makassar.
Hasil Laboratorium Ditargetkan Rampung Rabu
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, mengungkapkan bahwa proses uji laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari guna mendapatkan hasil yang akurat.
“Masih dalam proses pengujian. Insyaallah, Rabu (9/9/2026) selesai atau keluar hasil laboratoriumnya,” ujar Yosef kepada awak media, Senin (7/9/2026).
Yosef menegaskan, setelah pengujian selesai, laporan resmi tidak langsung dipublikasikan ke publik oleh BBPOM, melainkan diserahkan kembali kepada pihak yang mengajukan pemeriksaan.
“Untuk hasil uji nanti akan kami kirimkan ke Dinkes Tana Toraja selaku pengirim sampel. Nantinya, untuk penyampaian hasil merupakan kewenangan pemerintah daerah agar informasi disampaikan satu pintu,” tukasnya.
Komposisi Menu MBG dan Kesaksian Pihak Sekolah
Secara terpisah, Kepala SMPN 1 Makale, Yohanis Pakiding, membeberkan komposisi menu yang dibagikan kepada para siswa saat kejadian.
Paket makanan tersebut berisi nasi, lauk ayam, perkedel, dan olahan sayur seperti wortel.
Yohanis menceritakan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah menjalankan prosedur pengecekan awal sebelum makanan dibagikan melalui penanggung jawab (PIC) di lokasi.
“Yang aromanya dicium saja. Tapi kan untuk makan, kita tidak coba dulu untuk makan. Untuk ayamnya saya nggak tahu apa campurannya, tapi dia berair. Saya nggak tahu apakah santan (atau bukan),” beber Yohanis.
Meski demikian, pihak sekolah enggan berspekulasi lebih jauh mengenai penyebab pasti tumbangnya ratusan anak didik mereka dan memilih menunggu hasil resmi dari instansi berwenang.
“Untuk penyebabnya kami belum berani menyampaikan apa yang benar-benar menjadi penyebabnya. Itu bukan kewenangan kami,” tegasnya. (Muhsin/fajar)
Source link
