Anggaran Bencana 2026 Cuma Rp491 Miliar, Hanya Setara Sehari MBG

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Anggaran penanggulangan bencana pemerintah Indonesia untuk 2026 menjadi sorotan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hanya mendapat anggaran sebesar Rp491 miliar.
Jika dikonversikan dengan anggaran operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), anggaran tersebut disebut hanya setara dengan biaya pelaksanaan MBG selama 1 hari, 4 jam, 16 menit, 22,71 detik.
Di tengah tingginya potensi bencana yang terjadi di Indonesia, besaran anggaran tersebut pun menjadi sorotan. Anggaran BNPB pada 2026 bahkan disebut menjadi yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.
“Wis edan pemerintahan ini, anggaran BNPB anjlok jauh sekali,” kata pegiat media sosial Ferry Koto, dikutip dari unggahannya di X, Senin (7/9/2026).
Menurut Ferry, besaran anggaran tersebut menunjukkan seolah-olah program MBG lebih diprioritaskan dibandingkan penanganan bencana.
“Seakan penanganan bencana tak jadi perhatian pemerintah, tak lebih penting dari MBG yang acap kejadian keracunan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Ferry juga menyinggung respons pemerintah terhadap sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia.
“Pantesan Presiden Prabowo sangat lamban merespons bencana, mungkin beliau ndak peduli,” ucapnya.
Dia kemudian menyinggung erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut berdampak ke beberapa provinsi.
“Lihat saja soal erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak ke beberapa provinsi, beliau hanya menulis teks di sosial media, tak ada waktu menyampaikan langsung dengan lisannya,” ungkapnya.
“Ndak menyangka, akan se-edan ini,” sambung Ferry.
Anggaran Bencana
Anggaran Rp491 miliar tersebut merupakan pagu anggaran BNPB untuk tahun 2026.
Angka tersebut menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran BNPB tercatat mencapai Rp2,01 triliun dalam catatan yang menjadi rujukan.
Bahkan, pada 2021, anggaran BNPB mencapai Rp7,14 triliun.
Berikut daftar anggaran BNPB:
- 2011: Pagu Rp0,13 triliun | Alokasi/Realisasi Rp1,23 triliun
- 2012: Pagu Rp1,13 triliun | Alokasi/Realisasi Rp1,34 triliun
- 2013: Pagu Rp1,35 triliun | Alokasi/Realisasi Rp2,97 triliun
- 2014: Pagu Rp2,39 triliun | Alokasi/Realisasi Rp2,67 triliun
- 2015: Pagu Rp1,71 triliun | Alokasi/Realisasi Rp3,40 triliun
- 2016: Pagu Rp1,19 triliun | Alokasi/Realisasi Rp2,86 triliun
- 2017: Pagu Rp1,89 triliun | Alokasi/Realisasi Rp2,64 triliun
- 2018: Pagu Rp0,79 triliun | Alokasi/Realisasi Rp7,11 triliun
- 2019: Pagu Rp0,65 triliun | Alokasi/Realisasi Rp8,08 triliun
- 2020: Pagu Rp0,70 triliun | Alokasi/Realisasi Rp11,78 triliun (puncak masa pandemi)
- 2021: Pagu Rp0,83 triliun | Alokasi/Realisasi Rp7,14 triliun
- 2022: Pagu Rp1,13 triliun | Alokasi/Realisasi Rp5,05 triliun
- 2023: Pagu Rp1,04 triliun | Alokasi/Realisasi Rp5,44 triliun
- 2024: Pagu Rp0,96 triliun | Alokasi/Realisasi Rp4,92 triliun
- 2025: Pagu Rp4,49 triliun | Alokasi/Realisasi Rp4,47 triliun (atau sekitar Rp2,01 triliun dalam catatan lain)
- 2026: Pagu Rp491 miliar, menjadi salah satu yang terendah dalam belasan tahun terakhir setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran.
- 2027: Direncanakan sekitar Rp1 triliun dalam RAPBN.
(Arya/Fajar)
Source link
