AHY Ajak Belajar dari SBY, PSI: Jokowi Lebih Bagus

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mengajak pemerintah belajar dari 10 tahun kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mendapat respons dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Deddy Nur Palakka.
Deddy justru menyindir pernyataan tersebut dengan membayangkan respons publik jika narasi yang disampaikan AHY sedikit berbeda.
Menurut Deddy, jika AHY mengajak publik belajar dari pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), pernyataan tersebut berpotensi menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat.
AHY Bisa Jadi Bahan Perbincangan Publik
Deddy mengatakan, perubahan sedikit pada redaksi pernyataan AHY dapat memunculkan berbagai spekulasi politik.
Ia kemudian menggambarkan kemungkinan respons publik apabila AHY secara terbuka mengajak masyarakat belajar dari pemerintahan Jokowi.
“Kalau saja redaksinya kita geser sedikit jadi begini, AHY, kita patut belajar dari pemerintahan Jokowi, hasilnya akan jauh lebih bagus buat AHY,” ujar Deddy, dikutip fajar.co.id, Senin (7/9/2026).
Menurut Deddy, pernyataan seperti itu justru dapat membuat AHY menjadi bahan perbincangan di ruang publik.
“Karena AHY akan menjadi bahan perbincangan publik yang hangat dan berpotensi dapat tuduhan macam-macam,” ucapnya.
Ia kemudian mencontohkan sejumlah tudingan atau spekulasi yang mungkin muncul terhadap AHY dalam dinamika politik nasional.
Salah satunya, kata Deddy, kemungkinan AHY mendapat label tertentu dari kelompok masyarakat yang selama ini kerap melontarkan kritik terhadap Jokowi.
“Misalkan, AHY sudah jadi termul bersemangat,” tukas Deddy.
Deddy juga menyinggung kemungkinan munculnya spekulasi mengenai pasangan politik AHY dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada masa mendatang.
“Atau AHY berpotensi berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka di masa depan,” imbuhnya.
Menurut Deddy, berbagai kemungkinan tersebut bukan sesuatu yang mustahil dalam dinamika politik nasional yang terus bergerak.
“Kedua kemungkinan itu bisa terjadi dalam dunia politik Indonesia yang memang posisinya sangat terbuka, cair dan asik-asik saja,” tandasnya.
AHY Ajak Belajar dari Era SBY
Sebelumnya, AHY kembali menyinggung perjalanan pemerintahan ayahnya, SBY, saat menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat.
Di tengah dinamika politik nasional, AHY mengajak masyarakat melihat kembali pengalaman 10 tahun pemerintahan SBY, termasuk proses pergantian kekuasaan setelah dua periode kepemimpinan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting dalam menjaga demokrasi.
Source link
