Rencana Pemerintah Revisi atau Ubah Buku Pelajaran, Ferry Koto: Lebih Penting Meningkatkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – – Pegiat media sosial, Ferry Koto menyorot soal langkah yang akan diambil pemerintah untuk melakukan revisi atau cetak ulang buku pelajaran.
Dalam rencananya, pemerintah ingin merevisi atau mencetak ulang buku pelajaran sekolah dari Sekolah Dasar (SD) sampai SLTA.
Melalui unggahan di media sosial X pribadinya, Ferry Koto mengungkap pembahasan soal rencana dari pemerintah ini sudah jadi perbincangan hangat.
Ia mengungkap ada rasa kekhawatiran soal langkah keliru yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto terkait rencana revisi dan perubahan tersebut.
“Perbincangan di grup-grup pendidikan makin intens soal rencana mau cetak ulang/revisi buku pelajaran sekolah dari SD sampai SLTA,” tulisnya dikutip Fajar.co.id, Selasa (11/8).
“Saya khawatir sekali, Presiden @prabowo mendapatkan masukan yg keliru dari pihak2 yang tidak paham soal apa yg prioritas saat ini di pendidikan Indonesia,” ungkapnya.
Terlebih menurut Ferry Koto, soal rencana revisi dan perubahan buku pelajaran ini bisa saja menggunakan anggaran yang sangat besar.
Dan di sisi lain, dana pendidikan sendiri baru saja mengeluarkan anggaran yang besar untuk keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG)
“Akan besar sekali anggaran yang dibutuhkan untuk mencetak buku pelajaran sekolah tsb. Bisa-bisa menyedot sebagian besar Anggaran Pendidikan (AP),” tuturnya.
“Padahal baru saja MBG dikeluarkan dari AP, sehingga ada ruang bagi tadz prof @Abe_Mukti untuk segera mengusulkan kenaikan gaji Guru dan Tendik, yang jelas-jelas hal paling mendesak perlu diselesaikan di pendidikan Indonesia,” jelasnya.
Dibanding melakukan revisi dan mengubah buku mata pelajaran, ada baiknya menurut Ferry Pemerintah berfokus ke hal lain.
Seperti dengan berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang dampaknya bisa saja lebih besar dan dirasakan tentunya.
Termasuk juga peningkatan sarana dan prasarana di seluruh sekolah menjadi salah satu hal yang urgent dan lebih baik ketimbang rencana tersebut.
“Meningkatkan kesejahteraan Guru ini juga dapat berdampak pada kualitas pengajaran di sekolah. Selain tentu perbaikan dan peningkatan sarpras Sekolah,” terangnya.
Harapan besar dari Ferry Koto ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti untuk bisa menyampaikan aspirasi ini ke Presiden Prabowo.
“Semoga tadz Abe Mukti bisa memberikan masukan ke Presiden agar memprioritaskan kenaikan Gaji Guru dan Tendik, daripada mencetak ulang buku yang bisa dilakukan lewat revisi di BSE/SIBI,” harapnya. (Erfyansyah/fajar)
Source link
