News

Fritz Alor Boy: Jokowi Pernah Pimpin Seluruh Raja di Indonesia, Jadi Sesepuh Tidak Masalah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik mengenai penganugerahan gelar Sesepuh Raja-Raja Timur kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menuai beragam tanggapan.

Ketua Umum Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO), Fritz Alor Boy, melihat kritik yang muncul belakangan ini berangkat dari kesalahpahaman terhadap makna gelar yang diberikan kepada Jokowi.

Menurutnya, sejumlah pihak sengaja membangun narasi seolah Jokowi dinobatkan sebagai raja.

Fritz: Jangan Framing Jokowi Dinobatkan Jadi Raja

Fritz menegaskan, gelar yang diterima Jokowi bukanlah gelar sebagai raja, melainkan Sesepuh Raja-Raja Timur.

Karena itu, ia meminta publik tidak terjebak pada narasi yang menurutnya telah dibangun sebelum prosesi penganugerahan berlangsung.

“Ada oknum-oknum tertentu yang sampai di titik ini masih mengkomplen soal pemberian atau nobatan sesepuh Raja-Raja Timur di NTT,” ujar Fritz, dikutip fajar.co.id, Kamis (6/8/2026).

Ia mengaku heran dengan munculnya anggapan bahwa Jokowi dinobatkan sebagai raja.

“Saya mau ketawa takut salah. Tapi saya perlu kasih tahu ke Anda bahwa Pak Jokowi dinobatan sebagai sesepuh Raja-Raja Timur di NTT bukan lainnya,” ucapnya.

Fritz menegaskan, penyebutan Jokowi sebagai raja merupakan framing yang tidak sesuai dengan fakta.

“Jadi jangan framing. Tidak ada istilah pemberian atau nobatan raja. Itu hanyalah oknum-oknum tertentunya memain sebelum terjadi hal itu,” tukasnya.

Tuding Ada Pihak yang Menggoreng Isu

Lebih lanjut, Fritz berasumsi isu mengenai Jokowi akan dinobatkan sebagai Raja-Raja Timur telah lebih dulu dimainkan sebelum acara berlangsung.

Kata dia, narasi tersebut sengaja diembuskan untuk membentuk opini negatif.

“Jadi sebelum penobatan sesepuh Raja-Raja Timur di NTT ada oknum-oknum tertentunya sudah goreng isu Pak Jokowi akan dinobatkan sebagai Raja-raja Timur di NTT,” jelasnya.

Ia bahkan menduga ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Jokowi berkunjung ke NTT.

“Itu kan orang-orang yang sakit hati, orang-orang yang tidak ingin Pak Jokowi ke NTT,” sebut Fritz.

Fritz juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam penyebaran narasi tersebut.

“Orang-orang yang, maaf ya mungkin takut kalah ke depan. Saya mengecek, ada juga oknum-oknum, salah satu oknum yang saya cek itu dari mana? Merah (PDIP),” imbuhnya.

Meski demikian, ia menyerahkan kepada publik untuk menilai sendiri kebenaran dugaannya.

“Entah benar atau tidak, silahkan cari tahu sendiri. Jadi, ada banyak oknum-oknum yang mudah percaya dan termakan oleh permainan framing-framing liar ini,” tegasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *