Kabinet Bayangan Bakal Minta Dana Sukarela dari Publik, Feri Amsari: Bukan Pajak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari, membeberkan sejumlah agenda yang tengah disiapkan kelompok tersebut.
Selain menginisiasi debat terbuka dengan jajaran menteri pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kabinet bayangan juga berencana membuka penggalangan dana (crowdfunding) untuk membantu penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan Feri dalam siniar bersama mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang tayang di kanal YouTube Mahfud MD Official.
Menjawab pertanyaan Mahfud mengenai langkah lanjutan kabinet bayangan, Feri mengatakan salah satu program utama yang sedang disiapkan adalah penyelenggaraan debat bergaya Oxford (Oxford debate), konsep yang lazim diterapkan dalam tradisi negara dengan sistem parlementer.
“Ada beberapa rencana. Pertama, tentu saja kita mau ada konsep Oxford debate. Lagi-lagi sangat parliamentary,” kata Feri, dikutip Senin (3/8/2026).
Menurut Feri, forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi publik untuk membandingkan secara langsung gagasan dan argumentasi antara kabinet bayangan dengan kabinet pemerintahan.
Namun, ia mengaku pesimistis para menteri bersedia hadir dalam forum tersebut.
“Supaya publik tahu dua arah. Tentu saja kami sadar menteri tidak akan mau datang ke forum debat itu,” ujarnya.
Apabila pihak pemerintah tidak berpartisipasi, kabinet bayangan akan melibatkan masyarakat sebagai representasi suara publik.
“Nanti akan digantikan dengan publik. Publik yang akan menyuarakan apa yang mereka inginkan dan kita akan jawab,” lanjutnya.
Selain debat, Feri mengungkapkan kabinet bayangan juga tengah menyiapkan mekanisme crowdfunding atau penggalangan dana sukarela dari masyarakat.
Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu penyelesaian persoalan-persoalan yang dinilai mendesak, seperti perbaikan infrastruktur maupun fasilitas pendidikan.
“Lalu nanti juga akan ada potensi kita melakukan crowdfunding terhadap hal tertentu,” katanya.
Sebagai contoh, Feri menyebut penggalangan dana dapat dilakukan apabila ditemukan jembatan atau sekolah yang rusak dan membutuhkan penanganan segera.
“Misalnya ada jembatan rusak di suatu daerah, atau sekolah rusak. Nanti kita akan buka crowdfunding dengan anggaran yang terbuka, untuk publik ketahui,” jelasnya.
Ia mengatakan seluruh penggunaan dana akan dikelola secara transparan. Setelah proyek selesai dan manfaatnya dirasakan masyarakat, kabinet bayangan akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada publik.
Source link
