Anas Urbaningrum Beberkan Sinyal Bahaya untuk Prabowo, Beri Lima Saran Perbaikan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Politisi Indonesia Anas Urbaningrum menyoroti tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, berbagai hasil survei menunjukkan adanya penurunan tingkat persetujuan (approval rating) terhadap pemerintah, meski masa pemerintahan belum genap dua tahun.
Pandangan tersebut disampaikan Anas melalui akun media sosial X miliknya. Ia mengaku mengacu pada sejumlah hasil survei, baik yang telah dipublikasikan maupun yang belum dirilis secara luas.
“Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan,” tulis Anas dikutip pada Minggu (2/8/2026).
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini menilai kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemerintahan Prabowo memulai masa jabatannya dengan tingkat dukungan publik yang sangat tinggi.
“Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun, dengan modal awal yang (sangat) tinggi,” lanjutnya.
Meski demikian, Anas menilai situasi tersebut masih dapat diperbaiki apabila pemerintah melakukan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Fokus pada Janji Kampanye
Rekomendasi pertama yang disampaikan Anas adalah mengembalikan fokus pemerintah pada realisasi janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat.
Menurut dia, di tengah keterbatasan anggaran negara, pemerintah sebaiknya tidak terlalu banyak meluncurkan program-program baru yang bersifat sementara atau ad hoc.
“Kembali fokus untuk memenuhi janji kampanye yang eksplisit. Apalagi dengan ketersediaan anggaran yang relatif cupet. Manuver berupa kreasi program-program yang cenderung dadakan, bersifat ad hoc, sebaiknya tidak lagi dilakukan,” ujarnya.
Perkuat Konsolidasi Kabinet
Anas juga menyoroti pentingnya soliditas di dalam kabinet. Ia menilai seluruh menteri harus bekerja dalam irama yang sama di bawah kepemimpinan Presiden.
Selain itu, ia mengingatkan agar tidak muncul kesan adanya menteri yang lebih diprioritaskan dibandingkan yang lain karena dapat memengaruhi efektivitas kerja pemerintahan.
“Konsolidasi kerja dan kinerja pemerintahan harus benar-benar utuh dan bersatu. Kesan sepintas ada yang ‘diutamakan’ dan ‘dinomorduakan’, termasuk dalam hal personel kabinet, penting untuk diselesaikan,” katanya.
Perbaiki Komunikasi Publik
Anas juga menilai strategi komunikasi pemerintah perlu diperkuat. Menurut dia, pemerintah sebaiknya lebih aktif membangun agenda publik dibandingkan hanya merespons berbagai polemik yang berkembang.
Source link
