Prabowo Kalah Telak dari KDM di Survei SMRC, Ferry Koto: Segera Tobat Pak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Ferry Koto menanggapi hasil survei terbaru SMRC. Survei tersebut menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi (KDM) berada di atas Presiden Prabowo Subianto.
Melalui akun X pribadinya, Ferry menilai hasil survei itu menjadi peringatan bagi pemerintah. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan belum mampu mengangkat elektabilitas Prabowo.
“Sudah hamburkan anggaran untuk Program MBG dan KDMP, sudah pidato berapi-api heroik setiap saat, tetap saja elektebilitas Pak Prabowo ambruk,” kata Ferry dikutip Kamis (30/7/2026).
Ferry juga menyoroti posisi Dedi Mulyadi dalam survei tersebut. Ia menilai situasi itu patut menjadi perhatian serius.
“Bayangkan kalah dengan Dedi Mulyadi. Belum calon dari dukungan rakyat banyak dimunculkan, sudah ambruk,” ungkapnya.
Menurut Ferry, Presiden Prabowo masih memiliki kesempatan membalikkan keadaan. Namun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membenahi kabinet.
Dia menilai evaluasi kabinet tidak bisa lagi ditunda. Ferry juga meminta Presiden mengganti menteri yang dinilai tidak mampu bekerja.
“Segera tobat pak. Perbaiki Kabinet dulu. Pecat Menteri yang tak kompeten, rampingkan kabinet,” ucapnya.
Setelah itu, Ferry meminta pemerintah memprioritaskan pemberantasan korupsi. Ia menilai agenda tersebut harus menjadi fokus utama selama setahun ke depan.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memperkuat sistem pemberantasan korupsi. Selain itu, pengesahan RUU Perampasan Aset dinilai harus segera diwujudkan.
“Setelah itu fokus setahun itu pemberantasan korupsi dulu, perkuat sistem, pastikan pengesahan RUU Perampasan Aset. Ganti semua pimpinan APH. Perkuat KPK dan berikan dukungan penuh,” imbuhnya.
Ferry menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ia meminta kedua program tersebut dievaluasi secara menyeluruh.
Menurutnya, setiap pihak yang menyalahgunakan program itu harus ditindak. Ia menilai pemerintah perlu membersihkan program dari praktik korupsi.
“Program MBG dan KDMP dievaluasi total. Masukkan kandang yang memperkaya diri dan nyolong dari program ini. Bersihkan semua.”
Selain itu, Ferry meminta pemerintah kembali memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, sejumlah proyek mengalami hambatan sejak anggaran dialihkan.
Dia juga mendorong pemerintah melanjutkan program hilirisasi dan industrialisasi. Kedua program itu dinilai penting untuk pertumbuhan ekonomi.
“Prioritaskan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang terbengkalai, gara-gara MBG. Lanjutkan program hilirisasi dan industrialisaasi,” ujarnya.
Source link
