News

Gelombang Penolakan Netanyahu Menguat, Tokoh Muslim New York Ungkap Pergeseran Politik di AS



PORTALUTAMA.NET, NEW YORK — Rencana kehadiran Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Amerika Serikat memicu gelombang penolakan keras dari masyarakat setempat.

Tokoh Muslim sekaligus Imam di New York, Ustaz Shamsi Ali, menilai fenomena ini mencerminkan transformasi politik dan pergeseran pandangan masyarakat AS terhadap konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sikap tegas dari politisi muda New York, Zohran Mamdani, yang menyuarakan penangkapan Netanyahu atas dugaan kejahatan perang berdasarkan keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Hambatan Hukum dan Standar Ganda AS

Ustaz Shamsi Ali menjelaskan bahwa meski ada dorongan kuat dari warga dan aktivis kemanusiaan, penangkapan Netanyahu di New York memiliki hambatan yuridis.

  • Ketiadaan Wewenang Lokal: Kepolisian New York (NYPD) tidak memiliki dasar hukum lokal untuk menangkap pemimpin negara asing.
  • Status Keanggotaan ICC: AS bukan merupakan anggota ICC, sehingga tidak terikat kewajiban hukum internasional tersebut.
  • Fasilitas PBB: Kunjungan Netanyahu dilakukan atas undangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memberikan jaminan diplomatik tertentu.

“Meskipun ada keterbatasan hukum, kita sangat mengapresiasi keberanian Zohran Mamdani di kota yang menjadi salah satu basis pendukung Zionis terkuat di luar Israel,” ujar Shamsi Ali dalam dialog dengan TV Nasional, dikutip fajar.co.id Jumat (24/7/2026).

Ia juga menyentuh isu double standard (standar ganda) dalam kebijakan luar negeri AS, di mana pimpinan negara lain yang berstatus buronan ICC dilarang masuk, sementara Netanyahu tetap diberi ruang.

Pergeseran Opini Publik dan Peta Politik AS

Menurut Shamsi Ali, dinamika ini menunjukkan perubahan mendasar pada lanskap politik AS. Dukungan masyarakat terhadap Palestina dinilai mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hasil pemantauan opini publik menunjukkan dukungan warga terhadap Palestina mencapai sekitar 75%, sementara dukungan terhadap kebijakan Israel berada di angka 27%.

Sikap penolakan terhadap bantuan militer ke Israel terus meningkat di kalangan politisi Partai Demokrat. Hal ini menunjukkan perubahan suara di kongres Amerika Serikat.

Demikian halnya, figur-figur politik baru yang bersuara kritis terhadap genosida dan mendukung kemerdekaan Palestina mulai memenangkan berbagai pemilihan lokal di beberapa negara bagian.

Dampak Sosial dan Hubungan Antarumat Beragama

Terkait kehidupan sosial di New York, Shamsi Ali menyebutkan bahwa ketegangan politik di Timur Tengah turut memengaruhi dinamika dialog antaragama, meski situasi di tingkat akar rumput relatif terjaga.

Ia menegaskan pentingnya membedakan antara ajaran agama Yahudi dan gerakan politik Zionisme. Menurutnya, kelompok Yahudi ortodoks yang mempraktikkan agamanya secara murni justru banyak yang menentang kebijakan rasialis dan penjajahan.

Di akhir keterangannya, Ustaz Shamsi Ali menekankan bahwa kunci utama penyelesaian konflik adalah penghentian penjajahan dan penegakan keadilan bagi bangsa Palestina. Ia mengimbau negara-negara Muslim untuk memperkuat persatuan diplomatik dan pertahanan guna memberikan tekanan efektif pada tingkat internasional. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *