News

Gus Hilmi: Kalau Jadi Kepala BGN, Saya Hentikan Operasional SPPG Mulai Besok



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, kembali menyesalkan kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) setelah Dadan Hindayana dipenjara.

Dikatakan Gus Hilmi, pergantian kepala lembaga belum menghadirkan harapan baru dalam pelaksanaan program yang dijalankan.

Ia bahkan mengemukakan gagasannya apabila dipercaya memimpin BGN. Ia mengaku akan mengambil langkah berbeda terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepemimpinan Baru Belum Membawa Harapan

Gus Hilmi menegaskan, Nanik S Deyang yang ditunjuk sebagai pengganti Dadan belum menunjukkan perubahan yang dapat memberikan optimisme terhadap masyarakat.

Hingga pada akhirnya, Nanik mengundurkan diri setelah namanya disebut-sebut dalam sidang korupsi MBG.

Kali ini, Sudaryono yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Nanik sebagai Kepala BGN.

Kabar yang beredar, Nanik mengundurkan diri untuk menjalani perawatan medis terkait penyakit jantung ke luar negeri, meski ia tetap diminta Prabowo untuk mengawasi BGN.

“Kepala BGN yang baru tidak memberikan harapan apapun,” ujar Gus Hilmi dikutip fajar.co.id, Rabu (22/7/2026).

Dibeberkan Gus Hilmi, jika dirinya berada di posisi Kepala BGN, operasional SPPG akan langsung dihentikan.

“Kalau saya yang jadi kepala BGN, saya hentikan operasional SPPG mulai besok,” ucapnya.

Ia mengusulkan agar anggaran yang selama ini digunakan dialihkan dalam bentuk bantuan tunai kepada siswa dari keluarga kurang mampu.

“Saya langsung kasih uang Rp15 ribu ke siswa miskin saja dengan mekanisme penyaluran seperti dana BOS,” tegasnya.

Klaim Lebih Bisa Hemat Anggaran Negara

Gus Hilmi meyakini kebijakan tersebut dapat menghemat anggaran negara dalam jumlah besar.

Dana yang tersisa, menurutnya, dapat dialokasikan untuk sektor lain yang dinilai lebih prioritas.

“Insya Allah hemat ratusan Triliun,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan anggaran tersebut sebaiknya dikembalikan kepada negara untuk memperkuat layanan kesehatan, pendidikan, hingga membuka lapangan kerja.

“Akan saya kembalikan ke negara uang ini untuk kesehatan dan pendidikan hingga S1 gratis plus membuka lapangan kerja sedapatnya,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *