News

Dicky Kembali ke Persebaya, Kisah Pulang Sang Pemain Asli Surabaya yang Siap Bawa Bajul Ijo Lebih Tinggi



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan lima pemain anyar untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Dari sejumlah nama yang datang, sosok Dicky Kurniawan Arifin menjadi salah satu pemain yang paling menarik perhatian karena memiliki ikatan panjang dengan Bajul Ijo.

Kembalinya Dicky ke Persebaya bukan sekadar perpindahan klub. Bagi pemain asal Surabaya tersebut, kesempatan ini merupakan sebuah perjalanan pulang ke rumah yang pernah membentuk dirinya sebagai pesepak bola.

Nama Dicky sudah tidak asing bagi lingkungan Persebaya dan para pendukungnya. Sebelum memperkuat tim senior Green Force, ia lebih dulu menimba ilmu sepak bola bersama Akademi Assyabaab pada 2007 hingga 2014. Setelah itu, ia melanjutkan proses pembinaan di Bintang Timur Surabaya pada periode 2014 sampai 2018.

Perkembangan Dicky kemudian membawanya mengikuti seleksi Persebaya U-17. Dari sinilah perjalanan sang pemain bersama Bajul Ijo mulai mendapatkan perhatian.

Bersama tim usia muda Persebaya, Dicky mampu menorehkan prestasi. Pada 2018, ia menjadi bagian dari skuad Persebaya U-17 yang berhasil meraih gelar juara Piala Soeratin. Tidak hanya membantu tim meraih trofi, Dicky juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam turnamen tersebut.

“Saya pernah menjadi bagian dari Persebaya U-16 pada 2018. Saat itu kami berhasil menjadi juara di Blitar. Itu menjadi salah satu momen yang sangat berkesan dalam perjalanan saya bersama Persebaya,” kenang Dicky.

Karier Dicky terus berkembang hingga mendapat kesempatan promosi ke tim utama Persebaya pada Maret 2021. Saat itu, ia naik bersama sejumlah talenta muda lainnya, termasuk Marselino Ferdinan.

Meski sempat menjalani perjalanan berbeda demi perkembangan karier profesionalnya, hubungan emosional Dicky dengan Persebaya tetap terjaga. Ketika kesempatan kembali datang, pemain kidal tersebut mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan.

“Saya tentu sangat bangga dan bahagia ketika kembali mendapat kesempatan dari Persebaya. Begitu mendapat kabar, orang pertama yang saya hubungi adalah keluarga di rumah. Setelah itu saya langsung mantap menerima tawaran ini,” ujarnya.

Ada sosok penting yang turut berperan dalam keputusan tersebut, yakni sang ayah. Dicky menyebut ayahnya menjadi orang pertama yang membimbingnya mengenal sepak bola sejak kecil.

“Saat pertama kali mengetahui ada ketertarikan dari Persebaya, saya langsung menghubungi bapak. Beliau adalah sosok yang pertama kali mengajarkan saya bermain sepak bola. Respons beliau sangat positif dan meminta saya untuk kembali ke Persebaya,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *