News

Kebutuhan Darah di Makassar Meningkat hingga Dua Kali Lipat



PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar mencatat kebutuhan darah di Makassar terus meningkat. Dipengaruhi pasien rujukan Indonesia Timur yang dibawa ke Makassar.

Hal tersebut disampaikan Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal. Saat peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 PMI Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota Makassar, Sabtu (20/06/2026).

“Karena ada standarisasi dari Kementerian Kesehatan, akhirnya dibawa semua ke Makassar, akhirnya kebutuhan darah meningkat,” kata pria yang kerap disapa Daeng Ical itu.

Ical membeberkan, kebutuhan darah meningkat dua kali lipat. Sebelumnya 120-an kantong, kini bisa mencapai 300 kantong sehari.

“Tiap hari kita buruh 120 kantong per hari sampai 150. Bahkan 300 kantong sehari dalam waktu tertentu,” ucapnya.

Pihaknya pun tidak bisa menyimpan stok yang banyak, karena darah bisa kadaluwarsa. Bianya pun besar.

“Problemnya, kalau distok banyak ada kadaluwarsa,” terang Ical.

Ical bilang pihaknya sudah melakukan berbagai pendekatan agar donor darah secara suka rela meningkat. Mulai dari menyasar masjid, gereja, klenteng, hingga perumahan. 

Namun kebutuhan terus melonjak. Sehingga dalam beberapa waktu, donor darah dilakukan secara terpaksa oleh keluarga atau kerabat pasien.

“Target kita ke depannya tidak ada lagi donor darah terpaksa,” ucap Ical.

Donor Darah Tiap Pekan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin heran dengan stok darah di Makassar yang kerap kurang. Padahal penduduknya lebih 1 juta jiwa.

“Darah ini sangat penting. Naif sekali rasanya kota penduduk 1,4 juta ini kekurangan stok darah,” kata Munafri.

Munafri menilai Kota Makassar memiliki potensi besar untuk membangun gerakan donor darah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, dengan sekitar 6.000 RT dan 900 RW yang tersebar di seluruh wilayah kota, kebutuhan darah dapat dipenuhi melalui pengaturan jadwal donor secara bergilir setiap minggu.

“Pemerintah kota siap mengambil peran. Ini persoalan kemanusiaan yang harus kita kerjakan bersama,” ujarnya. 

Dia menegaskan, donor darah wujud aksi kemanusiaan yang tidak hanya akan membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Tetapi juga menjadi bentuk keikhlasan tertinggi sebagai pendonor. 

“Orang yang mendonor adalah orang yang paling ikhlas. Dia tidak tahu siapa yang akan menerima darahnya, dari mana asalnya, apa agamanya, tetapi tetap memberikan demi menyelamatkan kehidupan orang lain,” tuturnya.

Munafri melanjutkan, sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Makassar bersama PMI Kota Makassar akan menyusun skema pelaksanaan donor darah rutin setiap pekan di seluruh kecamatan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *