Riuh Isu Rangkap Jabatan Bos Baru BGN, Netizen: Apa Ora Pusing?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai sorotan tajam di media sosial.
Sebuah unggahan infografis yang beredar luas di platform Facebook memicu perdebatan hangat di kalangan netizen mengenai fenomena rangkap jabatan yang disebut dipegang oleh para pimpinan baru lembaga tersebut.
Dalam infografis yang diunggah oleh salah satu akun pengguna Facebook, narasi sindiran ditulis secara gamblang pada bagian atas gambar: “Pengangguran sudah tidak ada di KONOHA SIAP…. RANGKAP JABATAN PIMPINAN BGN”.
Kata “Konoha” sendiri merupakan istilah satir yang kerap digunakan netizen Indonesia untuk merujuk pada situasi politik di dalam negeri.
Infografis tersebut menyoroti tiga nama pimpinan baru BGN beserta daftar jabatan lain yang diduga masih atau pernah melekat pada diri mereka:
Nanik S. Deyang (Kepala BGN) Sorotan tertuju pada posisinya yang juga tercatat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero).
Mayjen TNI (Purn) Trenggono (Wakil Kepala BGN) Disebutkan memegang posisi sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara sekaligus Staf Khusus Panglima TNI. Hanya saja, berdasarkan informasi resmi saat pelantikan, Mayjen Trenggono telah menyatakan mengundurkan diri dan pensiun dini dari dinas militer demi fokus pada tugas barunya.
Agustina Arumsari (Wakil Kepala BGN) Disorot karena sebelum ditunjuk ke BGN, ia telah mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Ragam Reaksi Netizen
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Mayoritas mengekspresikan rasa frustrasi, kritik terhadap keadilan sosial, hingga skeptisisme terhadap efektivitas kinerja para pejabat yang mengantongi lebih dari satu tanggung jawab strategis.
“Elit politik itu orang yg serakah akan jabatan makanya bisa sampai 2-3-4 jabatan skligus,” tulis akun Insyaf Reyhy R, yang menilai rangkap jabatan sebagai bentuk egoisme kelompok elit.
Senada dengan hal tersebut, akun Syamsuddin Pekki menambahkan secara singkat, “Presiden tak adil.”
“Konoha dilawan penjilat tetep sakti,” sindir akun Readone, mengaitkannya dengan budaya feodalisme politik.
Sementara akun Max Matt melayangkan sarkasme, “Bukti hebatnya pemimpin negeri ini… 😡😡😡”
Banyak warganet yang mempertimbangkan beban kerja nyata dari posisi-posisi besar tersebut. Akum Khasyamar Arfa berkomentar, “Apa ora pusing,” mempertanyakan bagaimana para pejabat tersebut membagi fokus mereka.
Bahkan, akun pengunggah utama yakni Muhammad Yunus secara radikal menuliskan harapannya, “Semoga Program BGN segera dibubarkan. Ganti dengan program yang lebih baik dan efesien lagi…,” karena menilai struktur baru ini kurang efisien.
Source link
