Kabid Advokasi P2G Kritik Merdeka Belajar: TPG Nyaris Dihapus, Guru Disebut Diperas

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program Merdeka Belajar periode 2019–2024. Ia menilai kebijakan pendidikan pada masa tersebut lebih berorientasi pada reputasi program dibanding dampak nyata terhadap kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru.
Iman menyinggung kembali polemik Draf RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) 2022 yang sempat menuai protes luas dari kalangan guru karena dinilai membuka ruang penghapusan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
“Apakah kalian lupa betapa besarnya serangan terhadap guru agar kita menerima tunjangan profesi guru dihapuskan pada era Merdeka Belajar 2019–2024?” kata Iman dalam keterangannya, Jumat, (27/5/2026).
Menurutnya, pada saat itu terdapat paradigma kebijakan pendidikan yang lebih menitikberatkan pada pelatihan guru ketimbang peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia menilai anggaran besar untuk program pelatihan seperti Guru Penggerak justru dianggap lebih prioritas dibanding Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Guru didorong untuk terus mengikuti pelatihan, sementara isu kesejahteraan seolah diabaikan,” ujarnya.
Iman mengklaim kebijakan pendidikan era tersebut lebih banyak mengedepankan narasi keberhasilan program, terutama menjelang pergantian pemerintahan pada 2024.
Ia menyebut berbagai laporan keberhasilan program Merdeka Belajar dipublikasikan secara masif, termasuk dengan melibatkan lembaga internasional untuk memberikan penilaian positif.
“Ketika sadar Merdeka Belajar akan karam, dibuat berbagai laporan yang menunjukkan keberhasilan program-program tersebut,” tuturnya.
Di sisi lain, Iman mengakui terdapat sejumlah perubahan kebijakan yang menurutnya mulai mengakomodasi kebutuhan guru, seperti percepatan dan perluasan PPG serta tidak lagi diwajibkannya penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Namun, ia menilai langkah tersebut lebih sebagai upaya menjaga keberlanjutan program dibanding evaluasi menyeluruh atas dampaknya.
Kritik terhadap Pelatihan Guru Era Merdeka Belajar
Lebih jauh, Iman mempertanyakan dampak konkret berbagai pelatihan guru terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.
Menurutnya, indikator keberhasilan yang sering ditampilkan selama ini lebih banyak berupa angka partisipasi platform, produksi konten, hingga testimoni guru tertentu.
“Sampai sekarang yang dilaporkan hanya jumlah akses platform, konten, panen Guru Penggerak, tagar, hingga testimoni terpilih,” katanya.
Iman juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai keterkaitan sejumlah lembaga pelatihan dengan aktor kebijakan pendidikan pada era Merdeka Belajar.
Source link
