News

Ormas Bubarkan Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi di Tamalanrea, LBH Makassar: Bertentangan dengan Demokrasi



PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi yang digelar komunitas suporter PSM Makassar, Campus Syindicate 1915 di Tamalanrea, Makassar dibubarkan. Diduga dilakukan oknum organisasi masyarkat (ormas).

Sedianya, nobar dan diskusi berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026, tepatnya pukul 19.30 WITA. Menghadirkan narasumber Ady Anugrah Pratama dari Trend Asia dan Anreas dari Forum Solidaritas Pelajar Mahasiswa Papua Peduli Rakyat Papua Kota Makassar (FSMP.PRP).

Namun saat waktu menunjukkan jadwal kegiatan dilaksanakan, sejumlah pria yang diduga anggota ormas datang. Hal tersebut terkonfirmasi berdasar unggahan FSMP.PRP di Instagram.

“Info darurat demokrasi, hari ini Makassar 22 Mei 2027. Kelompok Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) membubarkan nobar dan diskusi film Pesta Babi,” tulisnya dikutip dari Instagram @fsmp.prp, berkolaborasi dengan @watchdoc_insta dan @lontarahijau_foundation, Sabtu (23/5/2026).

Unggahan itu juga menunjukkan video, dimana pria diduga dari ormas BMI menghampiri peserta nobar dan diskusi. Sembari menyampaikan dan menanyakan sejumlah hal.

LBH Makassar Mengecam

Kepala Divisi Advokasi LBH Makassar Muhammad Ansar mengecam pembubaran tersebut. Siapapun, kata dia, tidak boleh membubarkan kegiatan semacam nobar dan diskusi Pesta Babi.

“Kita tentu mengecam keras ya, tindakan yang dilakukan oleh siapapun yang melakukan pembubaran terhadap nobar Pesta Babi. Kami mengecam keras,” kata Ansar kepada fajar.co.id.

Menurutnya, tindakan tersebut mencederai nilai demokrasi. Karena pada dasarnya, Ansar menyebut, setiap orang berhak menyelenggarakan kegiatan demikian.

“Terkait dengan eh pembubaran ini, tentu ini adalah satu sikap yang sangat bertentangan dengan demokrasi,” ucap Ansar.

“Ah artinya masyarakat kan sebenarnya bebas ya, bebas untuk eh apa, menonton film itu,” sambung Ansar.

Pembubaran nobar dan diskusi film pesta babi ini bukan pertama kalinya. Catatan LBH Makassar, setiaknya ada 11 tindakan serupa di Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kami melihat bahwa fenomena-fenomena ini itu sebetulnya terjadi karena tidak ada sikap tegas dari pemerintah,” ucap Ansar.

BMI Sulsel Bantah Lakukan Pembubaran

Ketua Umum Brigade Muslim Indonesia (BMI) Muhammad Zulkifli melalui akun Instagramnya @alfath2616, mengunggah peristiwa dimaksud. Melalui dua unggahan. 

Pada unggahan pertama, Zulkifli mengklaim tindakannya sebagai inspeksi mendadak alias sidak. Menurutnya, kegiatan dilakukan tanpa adanya izin.

“Hari Jumat tanggal 22 Mei 2026, saya melakukan sidak kepada giat nobar Pesta Babi di Kecamatan Tamalanrea, yang dilaksanakan di Aula Komplek Perumahan Budi Daya Permai. Tanpa ada izin dari RT dan RW,” tulisnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *