Smart UMKM Go Live, CSR PIK 2 Buka Jalan Digitalisasi Produk Lokal

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Agung Sedayu Group melalui program CSR PIK 2 resmi meluncurkan Website Smart UMKM pada Selasa, 12 Mei 2026.
Platform tersebut hadir sebagai langkah nyata untuk mendorong pelaku UMKM binaan naik kelas melalui digitalisasi. Smart UMKM juga menjadi ruang pemasaran baru bagi produk lokal di sekitar kawasan PIK 2.
Peluncuran Smart UMKM berlangsung di Kantin Kasih Lantai P7 Agung Sedayu Group Office Tower. Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM diperkenalkan pada sistem pemasaran yang lebih modern dan praktis.
CSR PIK 2 menghadirkan program inkubasi dan akselerasi UMKM binaan. Program ini mencakup pembinaan usaha, pendampingan inovasi produk, penguatan identitas branding, dan adaptasi digital.
Smart UMKM atau Sedayu Mart UMKM menjadi platform digital yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan konsumen. Produk yang tersedia beragam, mulai dari kuliner, sembako, sayur segar, kebutuhan harian, hingga karya seni.
Konsumen dapat berbelanja dengan cara memindai QR Code produk. Setelah itu, barang yang dipilih langsung masuk ke keranjang belanja di website.
Proses transaksi dibuat mudah. Pembeli bisa memilih produk, menyelesaikan pembelian, lalu mengambil langsung barangnya atau meminta pengiriman ke alamat tujuan.
Sistem ini memberi manfaat bagi pelaku UMKM. Mereka tidak hanya mendapat tempat untuk memamerkan produk, tetapi juga memperoleh akses teknologi untuk memperluas pasar.
Pelaku UMKM binaan CSR PIK 2, Ratna Dewi, pemilik usaha Ratna Catering, mengaku antusias mengikuti peluncuran Smart UMKM.
“Alhamdulillah banget animonya masyarakat di Gedung ASG ramai sekali. Saya senang bisa di sini karena diajak CSR PIK 2,” kata Ratna.
Ratna mengatakan, penggunaan Smart UMKM tidak menyulitkan pelaku usaha. Menurut dia, sistem belanja digital tersebut cukup sederhana.
“Menggunakan Smart UMKM itu sebenarnya gampang banget. Tinggal scan produk UMKM, bisa langsung masuk keranjang,” ujarnya.
Ia menyebut platform ini sangat membantu pelaku UMKM di wilayah sekitar PIK 2. Terutama bagi usaha kuliner yang membutuhkan pasar lebih luas.
“Alhamdulillah catering kami sudah banyak dikenal di kawasan Jabodetabek. Ini sangat membantu bagi kami pelaku UMKM di sekitar PIK 2,” tuturnya.
Pelaku UMKM lainnya, Andika Pratama, pemilik usaha Kopi Pesisir, juga menyambut positif kehadiran Smart UMKM. Ia menilai platform tersebut membuat produk lokal mendapat ruang yang lebih baik.
“Ini lebih bangga karena produk lokal bisa ada di area PIK. Kami merasa produk UMKM punya kesempatan untuk dikenal lebih luas,” ucap Andika.
Source link
