News

Ketimbang Tutup Alfamart dan Indomaret, Prof Rhenald Minta Kopdes Merah Putih Bersaing: Bangun Usaha Itu Tak Mudah



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Prof Rhenald Kasali menyoroti penutupan Alfamart dan Indomart Indomaret di Lombok Tengah. Dia menduga ada hubungannya dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

“Gini ya, kita tuh boleh berpihak kepada koperasi, kepada UMKM, ekonomi kerakyatan, that’s great. Penting sekali. Tapi kita tidak boleh memusuhi persaingan. Persaingan itu musuhnya manajemen yang bagus,” kata Rhenald dikutip dari unggahannya di Instagram, Sabtu (23/5/2026).

Dia menigngatkan, Alfamart dan Indomaret jumlahnya besar. Di seluruh Indonesia mencapai 24 ribuan. 

“Sudah menciptakan 400 ribu lapangan pekerjaan. Emangnya gampang menciptakan lapangan pekerjaan seperti itu. Kalau mereka ditutup dua atau tiga, seperti di Lombok Tengah itu, itu si kecil. Tapi efeknya orang kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Kopdes Bisa Ganti Ritel Modern?

Rhenald menanyakan, apakah Kopdes Merah Putih bisa mengganti ritel modern seperti Indomart atau Alfamart. Kalaupun bisa dibangun, yang dibangun jumlahnya bisa berapa.

Apalagi, menurutnya, usaha yang tumbuh dari atas, dinilainya biasanya tak menarik. 

“Kan segala sesuatu yang tumbuh dari atas biasanya nggak menarik tuh. Apalagi beli barangnya ternyata juga dari gudang Alfa dan Indomaret ini kan, bocoran dari masyarakat,” jelas Rhenald.

Dia memberi gambaran bercermin dari Alfamart dan Indomaret. Tidak mudah menjadi usaha ritel seperti mereka.

“Lantas untuk menata itu, ada ilmunya. Perlu bertahun-tahun. Alfa, Indomaret tuh kan nggak tumbuh dalam satu hari dua hari. Mereka itu puluhan tahun membangun industri,” imbuhnya.

Contoh usaha yang ingin menyamai Alfamart dan Indomart, kata Rhenald, Koperasi Syariah 212. Dibuat dengan kepemilikan kolektif.

“Modalnya kumpulan umat, nggak berhasil juga. Padahal kan siprit ideologisnya kuat sekali. Akhirnya habis juga,” tambahnya.

Berangkat dari situ, dia menyimpulkan, segala sesuatu yang tumbuhnya dari atas, lalu kemudian tidak ada pemiliknya, biasanya tidak diperhatikan. Akhirnya gampang sekali hancur.

“Segala ssuatu yang anti kompetisi, pasti akan menghadapi seleksi alam, hidup ini kejam, membangun usaha itu tidak mudah,” imbuhnya.

Karenanya, ketimbang menutup. Rhenald meminta agar pemerintah bijaksana.

“Biarkan aja hidup bersama, justru ada kontrol tuh bagus, justru itu membuat para manajer di Koperasi Desa Merah Putih itu menjadi lebih bersemangat. Siapa yang bersemangat bekerja kalau tidak ada persaingan,” pungkasnya.

Alasan Penutupan

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan penutupan ritel modern. Dianggap melanggar peraturan daerah (Perda).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *