Demo Hardiknas di Makassar hingga Jelang Magrib, Pengguna Jalan Murka

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kurang dari 20 orang, mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di perbatasan Makassar-Gowa membuat pengguna jalan geram, Senin (4/5/2026) sore.
Pantauan fajar.co.id di lokasi, pengguna jalan yang mengarah ke Kabupaten Gowa dan sebaliknya terus membunyikan suara klakson. Mereka bukan tidak mendukung aksi unjuk rasa. Hanya saja, pengguna jalan menganggap pengunjuk rasa tidak mengenal waktu dalam menyuarakan pendapat. “Weh bikin macet saja, sudah-sudah mo demo,” teriak salah seorang pengendara motor yang mengarah ke Kabupaten Gowa.
Pihak Kepolisian dari Polsek Rappocini juga telah beberapa kali memberikan teguran kepada pengunjuk rasa agar membubarkan diri. Mengingat, waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 WITA, sementara para pengunjuk rasa masih saja berorasi. Menghalangi setiap pengendara yang lewat.
Di tengah suara orasi dan bunyi klakson yang saling bertabrakan, muncul laki-laki tua yang diperkirakan sedang dalam perjalanan ke Masjid.
Laki-laki tua yang menggunakan jubah abu-abu itu sontak masuk ke kerumunan massa aksi. Meminta mereka agar membubarkan diri. “Weh weh, magrib sebentar lagi. Magrib, magrib, magrib, Allahu Akbar, ini tidak beragama. Bubar, bubar, tidak ada orasi,” tegas laki-laki tua yang tidak diketahui namanya itu.
Karena tidak dihiraukan oleh pengunjuk rasa, ia menghampiri salah seorang di antaranya. Memintanya dengan tegas agar tidak melanjutkan orasi. “Kalian salat tidak? Pulang!,” tukasnya.
Bukannya mendengar nasihat orang tua, mahasiswa yang diperkirakan masih semester di bawah lima itu malah menantang balik. Bahkan, salah satu rekannya datang mengatai dengan kalimat tidak pantas. “Apa kau bilang….? Allahu Akbar?” laki-laki tua ini semakin geram dengan sikap yang dipertontonkan mahasiswa.
Pengguna Jalan Lainnya Bereaksi
Bukan hanya laki-laki tua itu, salah seorang pria di antaranya yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam juga tampak naik pitam.
Pria yang mengarah ke Kota Makassar tersebut berkali-kali meminta agar akses jalan dibuka. Hanya saja, permintaannya diabaikan. “Weh itu Polisi, kau dengarkan dia nda? Bubar mako,” cetusnya diikuti sorakan dari pengguna jalan lain.
Memperingati Hardiknas 2026
Hingga pukul 17.58 WITA, mahasiswa yang tetap ngotot bertahan dengan terpaksa membacakan pernyataan sikapnya. Untuk diketahui, pada aksi unjuk rasa ini, mahasiswa yang berjumlah kurang dari 20 orang itu menuntut pemerintah agar tidak menjadikan pendidikan seperti barang dagangan. “Gratiskan pendidikan, ubah orientasi pendidikan lebih ilmiah dan bervisi kerakyatan,” teriak orator.
Source link
