News

Marc Klok Bantah Keras Tuduhan Rasisme Bhayangkara FC: Ini Hanya Kesalahpahaman!



Fajar.co.id, Jakarta – Polemik panas di Liga 2 kembali mewarnai akhir pekan. Marc Klok, mantan gelandang Persija Jakarta, dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang dilayangkan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Pemain asal Belanda itu bahkan menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan merusak reputasinya.

Manajemen Bhayangkara FC sebelumnya melaporkan Klok ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas dugaan ucapan rasis terhadap striker Henri Doumbia dalam pertandingan baru-baru ini. Namun, Klok membalas lewat pernyataan resmi di Instagram pribadinya pada Sabtu (2/5/2026).

“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” tegas Klok.

Kronologi Versi Marc Klok

Klok membeberkan kronologi lengkap kejadian di lapangan. Menurutnya, insiden bermula saat timnya berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Henri Doumbia yang sedang memegang bola justru menahan bola dan tidak segera melakukan kick-off.

“Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘Give me the ball back’. Kami ingin segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan,” jelas Klok.

Setelah kejadian tersebut, Doumbia sempat mengira Klok mengucapkan kata “black”. Namun, menurut Klok, kesalahpahaman itu sudah langsung diselesaikan di lapangan.

“Dia (Doumbia) meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata black. Dia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka,” ungkap Klok.

Klok menambahkan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan skuad Bhayangkara dan selama ini selalu menjunjung nilai hormat serta kesetaraan.

Sasar Manajemen Bhayangkara

Meski Doumbia dan pemain Bhayangkara sudah melupakan insiden tersebut, Klok menyoroti sikap Sumardji, Chief Operating Officer Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Menurut Klok, Sumardji yang tidak berada di dekat lapangan justru terus menyebarkan tuduhan rasisme di lorong stadion, dekat ruang ganti, hingga setelah pertandingan.

“Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola,” tegas Klok.

Klok pun menuntut permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas tuduhan yang ia anggap keliru dan merugikan nama baiknya.

Respons dan DampakPernyataan Klok ini langsung menjadi sorotan karena menunjukkan adanya komunikasi yang tidak sehat antar klub. Klok, yang dikenal sebagai pemain disiplin dan berpengalaman (jebolan Utrecht serta mantan andalan Persija), menegaskan sepanjang kariernya ia tidak pernah terlibat aksi atau ucapan rasisme. (bs-sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *