TNI Diminta Hindari Segala Tindakan yang Berpotensi Melukai Hati Rakyat

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa setiap prajurit TNI merupakan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif TP 34/Cakra Buana dan Yonif TP 889/Gagak Winangsih di Indramayu, yang kemudian dilanjutkan ke Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut, Rabu (22/4/2026).
“Tugas tersebut tidak terbatas pada wilayah penugasan semata, melainkan mencakup seluruh kepentingan nasional di penjuru tanah air, dari Sabang hingga Merauke,” kata Sjafrie.
Menhan juga mengingatkan bahwa prajurit TNI berasal dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat, dan pada hakikatnya harus mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Lebih lanjut, Menhan RI menekankan pentingnya setiap prajurit memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai landasan moral, ideologi, dan pengabdian.
“Profesionalisme prajurit harus terus diasah melalui latihan yang berkelanjutan, kerja keras, serta kemauan kuat untuk terus berkembang,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan RI juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat serta menghindari segala tindakan yang dapat melukai hati rakyat, baik secara individu maupun sebagai satuan.
“Nilai-nilai jiwa korsa, disiplin, loyalitas, dan kepatuhan kepada pimpinan sebagai fondasi utama dalam kehidupan keprajuritan,” tekannya.
Sjafrie menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas semangat para prajurit. Ia berpesan agar seluruh prajurit terus meningkatkan kemampuan dan menjadikan setiap keterampilan yang dimiliki sebagai bekal dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap negara, sekaligus untuk melindungi segenap rakyat Indonesia. (Pram/fajar)
Source link
