News

Menkomdigi Meutya Hafid Resmi Tolak Proposal Roblox Beroperasi di Indonesia, Ada Apa?



PORTALUTAMA.NET – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi menolak proposal kepatuhan yang diajukan oleh platform gim raksasa, Roblox. Meski telah melakukan perombakan fitur secara global, platform asal Amerika Serikat tersebut dinilai masih memiliki “lubang” keamanan yang membahayakan pengguna anak-anak di tanah air.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga standar emas perlindungan anak di ruang digital. Menurutnya, proteksi yang ditawarkan Roblox saat ini belum sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas dan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026.

Celah Komunikasi dengan Orang Asing Jadi Sorotan

Dalam keterangannya pada Senin (20/4/2026), Meutya mengungkapkan bahwa meskipun Roblox telah melakukan penyesuaian (adjustment), tim teknis pemerintah masih menemukan adanya celah atau loophole.

“Kami mencatat baik ada perubahan besar dari Roblox. Namun, kami menemukan adjustment tersebut masih memungkinkan adanya komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal. Inilah yang sangat dikhawatirkan oleh orang tua di Indonesia,” tegas Meutya Hafid.

Bagi pemerintah, interaksi dengan pihak asing yang tidak terverifikasi merupakan indikasi risiko tinggi yang dapat memicu eksploitasi anak di bawah umur.

Dalam proposalnya, Roblox sebenarnya telah menyiapkan strategi baru yang dijadwalkan meluncur pada Juni 2026, yang membagi pengguna ke dalam dua kategori utama:

  1. Roblox Kids: Segmen khusus untuk usia 5 hingga 12 tahun.
  2. Roblox Select: Segmen usia 13 hingga 15 tahun dengan janji komunikasi hanya terbatas pada teman terpercaya.

Namun, janji verifikasi orang tua dan sistem label rating tersebut dianggap belum memberikan jaminan keamanan menyeluruh secara teknis. Pemerintah menuntut sistem yang lebih sistematis untuk menutup ruang bagi predator digital.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *