{"id":9805,"date":"2026-03-31T18:48:01","date_gmt":"2026-03-31T11:48:01","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/03\/31\/kpk-kuliti-peran-aktif-bos-maktour-dan-ketum-kesthuri-dalam-skandal-kuota-haji\/"},"modified":"2026-03-31T18:48:01","modified_gmt":"2026-03-31T11:48:01","slug":"kpk-kuliti-peran-aktif-bos-maktour-dan-ketum-kesthuri-dalam-skandal-kuota-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/03\/31\/kpk-kuliti-peran-aktif-bos-maktour-dan-ketum-kesthuri-dalam-skandal-kuota-haji\/","title":{"rendered":"KPK Kuliti Peran Aktif Bos Maktour dan Ketum Kesthuri dalam Skandal Kuota Haji"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan keterlibatan aktif Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham (ISM) dan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Aziz Taba (ASR) dalam lobi-lobi ilegal penambahan kuota haji tahun 1445 Hijriah\/2024 Masehi.<\/p>\n<p>Keduanya, diduga kuat melakukan manuver bersama Dewan Pembina Forum SATHU, Fuad Hasan Masyhur untuk mengamankan jatah kursi haji di luar ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>\u200bDeputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa para tersangka secara intensif melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Agama guna melobi pembagian kuota haji khusus.<\/p>\n<p>Mereka, kata Asep, mendesak agar porsi haji khusus ditingkatkan melebihi batas legal delapan persen hingga akhirnya disepakati skema pembagian 50% antara haji reguler dan khusus.<\/p>\n<p>Tidak hanya soal jumlah, kata Asep, Ismail dan Asrul juga mengatur pengisian kuota tambahan bagi perusahaan yang terafiliasi dengan Maktour agar mendapatkan status percepatan keberangkatan atau T0 (T-Nol).<\/p>\n<p>\u201c\u200bStatus T0 ini menjadi krusial karena memungkinkan jemaah untuk mendaftar dan berangkat pada tahun yang sama tanpa masa tunggu. Fasilitas eksklusif inilah yang kemudian membuat harga jual paket haji melonjak drastis, sehingga mendatangkan keuntungan finansial yang besar bagi perusahaan-perusahaan tersebut,\u201d kata Asep dalam keteranganya di Gedung KPK, Senin (31\/03\/2026) malam.<\/p>\n<p>\u200bUntuk melancarkan skema ini, lanjut Asep, KPK mengendus adanya aliran dana panas ke sejumlah pejabat teras di Kementerian Agama. Ismail, kata Asep, diduga memberikan uang sebesar US$30.000 kepada Staf Khusus Menteri Agama saat itu, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, serta setoran tambahan dalam bentuk dolar dan riyal kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief.<\/p>\n<p>\u201cAkibat kongkalikong ini, Maktour diperkirakan meraup keuntungan tidak sah mencapai Rp27,8 miliar,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>\u200bDi sisi lain, kata dia, Asrul Aziz Taba diduga menggelontorkan dana yang jauh lebih besar, yakni mencapai US$406.000 kepada Gus Alex.<\/p>\n<p>Pemberian uang itu, kata Asep, berbuah manis bagi delapan penyelenggara ibadah haji khusus yang terafiliasi dengannya, yang dilaporkan mengeruk keuntungan ilegal dengan total mencapai Rp40,8 miliar sepanjang tahun 2024.<\/p>\n<p>KPK menegaskan bahwa seluruh pemberian uang tersebut ditujukan kepada para pejabat terkait sebagai representasi dari Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Kasus Korupsi Kuota Haji Jadi Dua Kluster Besar<\/strong><\/p>\n<p>\u200bKPK pun telah memetakan kasus korupsi kuota haji ini ke dalam dua kluster utama. Pembagian ini dilakukan untuk memperjelas konstruksi perkara yang melibatkan penyelenggara negara serta pihak swasta dalam pengelolaan kuota tambahan yang menyalahi aturan.<\/p>\n<p>\u200b\u201cDalam perjalanannya ada dua kluster yang kami tangani,\u201d ujar Asep.<\/p>\n<p>\u200bKlaster pertama, kata Asep, berkaitan erat dengan proses penetapan kuota haji tambahan yang dinilai menabrak aturan hukum. Asep menjelaskan bahwa pembagian kuota tersebut tidak merujuk pada Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang seharusnya mengalokasikan 92% untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus.<\/p>\n<p>\u200b\u201cAda alur perintahnya untuk menetapkan kuota haji tambahan itu dibagi 50% dan 50%. Jadi, 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus,\u201d kata Asep saat memaparkan penyimpangan administrasi pada kluster pertama.<\/p>\n<p>\u200bPenyimpangan kebijakan ini, kata Asep, lantas menyeret nama besar sebagai tersangka, yakni Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama Staf Khusus Menag, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.<\/p>\n<p>Keduanya diduga menjadi aktor intelektual di balik perubahan proporsi kuota yang merugikan antrean haji reguler tersebut.<\/p>\n<p>\u200bSementara itu, kluster kedua berfokus pada sisi penyuapan atau aliran dana yang muncul akibat kebijakan pembagian kuota \u201c50-50\u201d tersebut.<\/p>\n<p>KPK, lanjut Asep, menemukan adanya praktik curang di mana pihak biro perjalanan memberikan sejumlah uang kepada pejabat di lingkungan Kementerian Agama demi mendapatkan keuntungan dari kuota tambahan.<\/p>\n<p>\u200b\u201cSesungguhnya kami telah menemukan, penyidik telah menemukan, adanya aliran dana, atau uang yang diberikan oleh pihak swasta ini kepada oknum yang ada di Kementerian Agama. Tentunya secara berjenjang dan sampai pada pucuk pimpinannya,\u201d tegas Asep mengenai temuan aliran dana di kluster kedua.<\/p>\n<p>Diketahui, \u200bpihak-pihak yang terjaring dalam kluster kedua ini mayoritas berasal dari sektor swasta atau penyelenggara perjalanan ibadah haji.<\/p>\n<p>Asep menekankan bahwa penyidik kini tengah membidik para pelaku yang berperan sebagai pengumpul uang untuk menyuap oknum kementerian.<\/p>\n<p>\u200b\u201cKami berfokus kepada pihak-pihak yang ada pada travel penyelenggara haji ini, yang mengumpulkan sejumlah uang dan memberikan kepada oknum di Kementerian Agama,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>\u200bDalam klaster kedua ini, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Maktour Ismail Adham, serta Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba sebagai tersangka.<\/p>\n<p>Keduanya diduga berperan aktif dalam skema pemberian dana yang mengalir ke internal Kementerian Agama.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/kpk-kuliti-peran-aktif-bos-maktour-dan-ketum-kesthuri-dalam-skandal-kuota-haji\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan keterlibatan aktif Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham (ISM) dan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-9805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-300x149.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-768x382.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan keterlibatan aktif Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham (ISM) dan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311.jpg",787,391,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-300x149.jpg",300,149,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/KPK-gedung-e1768891755311-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9805\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}