{"id":7505,"date":"2026-03-10T10:18:50","date_gmt":"2026-03-10T03:18:50","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/03\/10\/governance-reset-di-bumn-dimata-peneliti-lpem-feb-ui-ada-poin-yang-mesti-danantara-kerjakan\/"},"modified":"2026-03-10T10:18:50","modified_gmt":"2026-03-10T03:18:50","slug":"governance-reset-di-bumn-dimata-peneliti-lpem-feb-ui-ada-poin-yang-mesti-danantara-kerjakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/03\/10\/governance-reset-di-bumn-dimata-peneliti-lpem-feb-ui-ada-poin-yang-mesti-danantara-kerjakan\/","title":{"rendered":"Governance Reset di BUMN Dimata Peneliti LPEM FEB UI, Ada Poin yang Mesti Danantara Kerjakan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Mohamad Dian Revindo menilai langkah <em>governance<\/em> <em>reset<\/em> yang dilakukan Danantara Indonesia terhadap BUMN sebagai upaya positif. Ia melihat usaha ini bisa menjadi fondasi bagi berjalannya proses transformasi dalam menghadirkan BUMN yang bisa menjadi instrumen pembangunan nasional.<\/p>\n<p>\u201cJadi, <em>governance<\/em> reset tidak seharusnya berhenti pada pembenahan administratif. Namun dapat mewujudkan visi membawa BUMN menjadi instrumen utama pembangunan nasional,\u201d kata Revindo dalam keterangannya.<\/p>\n<p>Revindo menilai <em>governance<\/em> <em>reset<\/em> di BUMN memiliki dua dimensi sekaligus, yakni dimensi korektif dan strategis. Dalam jangka pendek, menurut dia, langkah seperti bedah neraca dan laporan keuangan, atau audit aset merupakan <em>corrective<\/em> <em>action<\/em> untuk merespons berbagai persoalan lama BUMN. \u201cSeperti inefisiensi aset, tumpang tindih investasi, serta kualitas tata kelola yang belum merata antar perusahaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam perspektif jangka panjang, Revindo mengatakan <em>governance<\/em> reset ini seharusnya menjadi reposisi strategis BUMN. Terutama untuk memastikan negara tetap memiliki kendali efektif atas sektor-sektor strategis yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, seperti energi, infrastruktur, pangan, dan logistik.<\/p>\n<p>\u201cDalam konteks global, banyak negara menggunakan <em>state-owned<\/em> <em>enterprises<\/em> sebagai instrumen kebijakan industri dan kedaulatan ekonomi. OECD (2023 dan 2024) mencatat bahwa BUMN tetap memainkan peran strategis dalam sektor energi, transportasi, dan keuangan di banyak negara,\u201d jelas Revindo.<\/p>\n<p>Revindo meyakini ketika Danantara Indonesia melakukan evaluasi ulang kebijakan tata kelola BUMN, hal tersebut bakal mendapatkan perhatian dari pasar. Misalnya saja, kata dia, keyakinan baru akankah BUMN bisa konsisten dengan standar internasional dengan mengedepankan proses yang dijalankan secara transparan.<\/p>\n<p>Revindo optimistis langkah <em>governance<\/em> reset ini dapat meningkatkan kredibilitas BUMN di mata investor dan lembaga pemeringkat. Sebaliknya lanjut Revindo, jika perubahan dipersepsikan sebagai upaya kosmetik untuk memperbaiki laporan keuangan, maka bisa memicu ketidakpastian di pasar.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu, <em>alignment<\/em> dengan standar global dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Revindo juga mengingatkan Danantara Indonesia melakukan <em>governance<\/em> reset terhadap sistem insentif manajemen, mekanisme pengawasan dan indikator kinerja berbasis <em>value<\/em> <em>creation<\/em>. Sehingga perubahan yang dilakukan Danantara Indonesia tidak sekadar pergantian struktur dan administrasi.<\/p>\n<p>Bila hanya pada tahap pergantian struktur dan administrasi, Revindo khawatir akan memicu terjadinya resistensi internal.<\/p>\n<p>\u201cJika perubahan hanya bersifat administratif, resistensi akan tetap muncul. Tetapi jika reformasi menciptakan insentif yang lebih jelas dan profesional, maka adaptasi biasanya dapat terjadi secara bertahap. Berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi sangat bergantung pada perubahan sistem insentif dan akuntabilitas manajemen,\u201d kata Revindo.<\/p>\n<p>Sebelumnya Danantara Indonesia sudah menyampaikan rencana melakukan <em>governance<\/em> reset kepada sejumlah BUMN. Melalui entitas Danantara Asset Management (DAM), <em>governance<\/em> reset ini akan fokus pada pengkajian secara menyeluruh dan terstruktur terhadap perusahaan-perusahaan BUMN. Proses ini mencakup evaluasi kebijakan akuntansi, kualitas dan pencatatan aset, penguatan sistem tata kelola serta manajemen risiko yang terintegrasi.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/change-management\/governance-reset-di-bumn-dimata-peneliti-lpem-feb-ui-ada-poin-yang-mesti-danantara-kerjakan\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Mohamad Dian Revindo menilai<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7506,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-7505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-300x200.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-768x512.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-1024x683.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-1536x1024.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-2048x1366.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-1400x600.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Mohamad Dian Revindo menilai","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled.jpg",2560,1707,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-300x200.jpg",300,200,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Danantara-scaled-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}