{"id":31487,"date":"2026-10-28T15:19:05","date_gmt":"2026-10-28T08:19:05","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/28\/profesor-sulfikar-amir-nilai-pemangkasan-ekspor-gas-ri-tak-banyak-berdampak-ke-singapura\/"},"modified":"2026-10-28T15:19:05","modified_gmt":"2026-10-28T08:19:05","slug":"profesor-sulfikar-amir-nilai-pemangkasan-ekspor-gas-ri-tak-banyak-berdampak-ke-singapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/28\/profesor-sulfikar-amir-nilai-pemangkasan-ekspor-gas-ri-tak-banyak-berdampak-ke-singapura\/","title":{"rendered":"Profesor Sulfikar Amir Nilai Pemangkasan Ekspor Gas RI Tak Banyak Berdampak ke Singapura"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp\" \/><\/p>\n<div>\n<p><strong>PORTALUTAMA.NET, JAKARTA<\/strong> \u2014 Ketegangan Indonesia dan Singapura terkait pengurangan ekspor gas bumi dinilai tidak menguntungkan kedua negara. Profesor Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, menilai pemangkasan pasokan gas Indonesia tidak berdampak signifikan bagi Singapura, sementara konflik berkepanjangan berisiko merugikan kedua pihak.<\/p>\n<p>Dalam wawancara di kanal <em>Podcast Hendri Satrio Official<\/em>, Sulfikar menjelaskan bahwa pemangkasan pasokan gas sebesar 8 persen dari Indonesia diperkirakan hanya setara dengan sekitar 2 persen dari total pasokan gas alam Singapura.<\/p>\n<blockquote>\n<p>\u201cCuma 2 persen aja potongan itu terhadap total suplai gas alam. Jadi, enggak terlalu signifikan. Kemarin sudah dijelaskan sama Perdana Menteri Wong, paling ada kenaikan harga listrik berapa persen,\u201d kata Sulfikar, dikutip PORTALUTAMA.NET, Rabu (28\/10\/2026).<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Menurut dia, Singapura memiliki sumber pasokan energi yang beragam. Karena itu, dampak pengurangan pasokan gas dari Indonesia perlu dilihat berdasarkan kontribusinya terhadap keseluruhan kebutuhan energi negara tersebut.<\/p>\n<p>Sulfikar menambahkan, salah satu dampak yang mungkin dirasakan Singapura adalah kenaikan harga listrik. Namun, menurut penilaiannya, dampak tersebut tidak cukup besar untuk menjadi alasan memperluas konflik dengan Indonesia.<\/p>\n<h2>Sulfikar Ingatkan Risiko Konflik Berkepanjangan<\/h2>\n<p>Sulfikar menegaskan, Indonesia dan Singapura sama-sama memiliki kepentingan untuk menjaga hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi dan investasi.<\/p>\n<p>Singapura merupakan salah satu investor utama di Indonesia. Banyak perusahaan Singapura beroperasi dan menanamkan modal di Indonesia. Sebaliknya, perusahaan Indonesia juga menjalankan kegiatan bisnis di Singapura.<\/p>\n<blockquote>\n<p>\u201cYang rugi siapa? Dua-duanya rugi,\u201d ujar Sulfikar.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Menurut dia, Singapura tidak memiliki keuntungan dari konflik yang lebih besar dengan Indonesia. Indonesia juga perlu mempertimbangkan dampak ekonomi jika hubungan kedua negara memburuk.<\/p>\n<p>Sulfikar turut mengingatkan bahwa persoalan pasokan gas berkaitan dengan kontrak yang telah disepakati. Jika pengurangan pasokan melampaui ketentuan kontrak, persoalan tersebut berpotensi berlanjut ke ranah hukum.<\/p>\n<h2>Bahlil Sebut Ekspor Gas Dipangkas 31 MMSCFD<\/h2>\n<p>Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menjelaskan pengurangan ekspor gas bumi Indonesia ke Singapura.<\/p>\n<p>Bahlil menyebut total ekspor gas bumi Indonesia melalui pipa ke Singapura mencapai 409,55 juta kaki kubik standar per hari atau <em>million standard cubic feet per day<\/em> (MMSCFD).<\/p>\n<p>Dari jumlah tersebut, pemerintah mengurangi pasokan sebesar 31 MMSCFD atau sekitar 8 persen. Pengurangan itu terdiri atas 15 MMSCFD dari wilayah Natuna dan 16 MMSCFD dari Sumatra.<\/p>\n<blockquote>\n<p>\u201cSaya ulangi, total ekspor kita gas pipa, dari dua tempat, satu adalah dari lautan Natuna, satu adalah dari Sumatra. Itu totalnya sebesar 409,55 MMSCFD. Yang kemarin kita potong, itu adalah 31 MMSCFD, hanya kurang lebih sekitar 8 persen,\u201d kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26\/10\/2026).<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Bahlil menyatakan pengurangan tersebut masih berada dalam batas minimum pasokan yang diatur dalam kontrak. Ia juga menyebut kebutuhan dalam negeri dan pemeliharaan fasilitas sebagai bagian dari latar belakang pengaturan pasokan gas tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Energi, Sains, dan Teknologi Singapura, Tan See Leng, menyatakan pengurangan pasokan dari Indonesia mencakup kurang dari 2 persen kebutuhan gas harian untuk pembangkit listrik Singapura. Pemerintah Singapura juga menyebut pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan negara tersebut masih mencukupi.<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/10\/28\/profesor-sulfikar-amir-nilai-pemangkasan-ekspor-gas-ri-tak-banyak-berdampak-ke-singapura\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Ketegangan Indonesia dan Singapura terkait pengurangan ekspor gas bumi dinilai tidak menguntungkan kedua negara. Profesor Sulfikar Amir<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-31487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-300x169.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-768x432.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-1024x576.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Ketegangan Indonesia dan Singapura terkait pengurangan ekspor gas bumi dinilai tidak menguntungkan kedua negara. Profesor Sulfikar Amir","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp.webp",1200,675,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-300x169.webp",300,169,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/guru-besar-ntu-singapura-prof-sulfikar-amir-menila-swhx.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31487"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31487\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}