{"id":31459,"date":"2026-10-28T08:07:40","date_gmt":"2026-10-28T01:07:40","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/28\/sumpah-pemuda-vs-sumpah-gen-z-dan-gen-milenial\/"},"modified":"2026-10-28T08:07:40","modified_gmt":"2026-10-28T01:07:40","slug":"sumpah-pemuda-vs-sumpah-gen-z-dan-gen-milenial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/28\/sumpah-pemuda-vs-sumpah-gen-z-dan-gen-milenial\/","title":{"rendered":"Sumpah Pemuda vs Sumpah Gen Z dan Gen Milenial"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Oleh: Mustamin Raga<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumpah Pemuda lahir bukan karena para pemuda Indonesia pada tahun 1928 tidak memiliki identitas, melainkan karena mereka mulai menyadari bahwa identitas yang dipertahankan tanpa kesadaran kebangsaan hanya akan membuat perjuangan berjalan sendiri-sendiri. Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Borneo, dan berbagai organisasi kepemudaan lainnya memiliki latar belakang kedaerahan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka tumbuh dengan kebanggaan terhadap tanah kelahirannya masing-masing, tetapi kemudian sampai pada satu kesadaran penting: penjajahan tidak akan berakhir hanya dengan keberanian yang berdiri sendiri-sendiri. Perjuangan membutuhkan persatuan sebagai kekuatan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah telah memperlihatkan betapa mudahnya perlawanan yang terpecah dipatahkan oleh kekuasaan kolonial. Keberanian tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Pengorbanan tidak otomatis melahirkan kemerdekaan. Ketika kekuatan-kekuatan lokal bergerak tanpa koordinasi dan kesadaran bersama, penjajah memiliki ruang untuk memainkan perbedaan, memelihara kecurigaan, bahkan mempertajam pertentangan di antara sesama anak bangsa. Dari pengalaman panjang itulah tumbuh kesadaran bahwa persatuan bukan sekadar semboyan yang indah diucapkan, melainkan kebutuhan strategis untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 28 Oktober 1928, para pemuda menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Mereka tidak sedang menghapus Jawa, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Papua, atau identitas daerah lainnya. Mereka juga tidak sedang meminta setiap orang menanggalkan adat, bahasa ibu, dan kebudayaannya. Mereka justru sedang meletakkan seluruh keberagaman itu di bawah satu kesadaran yang lebih besar: bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling melemahkan. Indonesia dibangun bukan dengan menyeragamkan manusia, melainkan dengan menyatukan tujuan di tengah perbedaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hampir satu abad kemudian, semangat itu tetap relevan. Namun, relevansi sebuah ikrar sejarah tidak cukup diukur dari seberapa meriah upacara peringatannya, seberapa lantang lagu kebangsaan dinyanyikan, atau seberapa banyak pejabat mengutip kalimat-kalimat patriotik di podium. Semangat Sumpah Pemuda seharusnya diuji dari cara negara memperlakukan warganya, cara kekuasaan menyikapi kritik, dan cara kekayaan nasional dibagikan kepada seluruh anak bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolonialisme dalam bentuk penjajahan asing memang telah lama berlalu. Akan tetapi, ancaman terhadap persatuan tidak otomatis ikut terkubur bersama berakhirnya kekuasaan kolonial. Persatuan dapat retak bukan hanya karena hasutan dari luar, tetapi juga akibat ketidakadilan yang tumbuh dari dalam. Sebuah bangsa tidak selalu terpecah karena rakyatnya terlalu beragam. Terkadang, mereka terpecah karena keberagaman itu dikelola secara tidak adil, sementara sebagian merasa menjadi anak kandung pembangunan dan sebagian lainnya seperti anak tiri yang diminta terus bersabar.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/10\/28\/sumpah-pemuda-vs-sumpah-gen-z-dan-gen-milenial\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Mustamin Raga Sumpah Pemuda lahir bukan karena para pemuda Indonesia pada tahun 1928 tidak memiliki identitas, melainkan karena mereka<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31460,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-31459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-300x207.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-768x530.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-1024x707.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Oleh: Mustamin Raga Sumpah Pemuda lahir bukan karena para pemuda Indonesia pada tahun 1928 tidak memiliki identitas, melainkan karena mereka","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp.webp",1200,828,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-300x207.webp",300,207,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/sumpah-pemuda.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31459\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}