{"id":31021,"date":"2026-10-23T21:24:46","date_gmt":"2026-10-23T14:24:46","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/23\/insight-akui-terima-rp623-miliar-dari-pengelolaan-reksadana-guru-jpu-bedah-aliran-biaya-hingga-csr\/"},"modified":"2026-10-23T21:24:46","modified_gmt":"2026-10-23T14:24:46","slug":"insight-akui-terima-rp623-miliar-dari-pengelolaan-reksadana-guru-jpu-bedah-aliran-biaya-hingga-csr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/23\/insight-akui-terima-rp623-miliar-dari-pengelolaan-reksadana-guru-jpu-bedah-aliran-biaya-hingga-csr\/","title":{"rendered":"Insight Akui Terima Rp62,3 Miliar dari Pengelolaan Reksadana Guru, JPU Bedah Aliran Biaya hingga CSR"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi PT Asabri (Persero) kembali mengungkap besarnya biaya pengelolaan yang diterima PT Insight Investment Management dari Reksadana Guru. Dalam pemeriksaan di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21\/10\/2026), perwakilan Insight, Thomas Hermanto, menyebut perusahaan menerima biaya pengelolaan sebesar Rp62,3 miliar selama periode 2012-2019.<\/p>\n<p>Jaksa penuntut umum (JPU) mulanya menggali penggunaan uang itu, mulai dari pembayaran gaji dan biaya operasional perusahaan hingga anggaran tanggung jawab sosial perusahaan (<em>corporate social responsibility<\/em>\/CSR).<\/p>\n<p>Jaksa lantas menanyakan apakah biaya yang dibebankan kepada pengelolaan Reksadana Guru mencakup kegiatan studi banding pihak Asabri ke Australia pada 2015-2016.<\/p>\n<p>Dalam persidangan, jaksa kemudian menanyakan besaran <em>management fee<\/em> atau biaya pengelolaan yang diterima Insight selama periode itu.<\/p>\n<p>Thomas lantas menjelaskan bahwa angka yang digunakannya mengacu pada hasil audit forensik, <em>invoice<\/em> Bank Kustodian Bank Mandiri, serta rekening koran Reksadana Guru yang telah dilegalisasi oleh pihak bank.<\/p>\n<p>\u201cTerus <em>management fee<\/em> yang saudara terima dari 2012 sampai dengan 2019, itu totalan berapa? Masih ingat?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cYa ini, sesuai dengan yang ini. Ini saya juga ada revisi di BAP saya juga muncul. Tapi setelah adanya laporan audit forensik ini, jadi saya memakai acuan yang ini ya. Jadi <em>management fee<\/em> yang kita terima itu 62,3. Itu dasarnya itu dari <em>invoice<\/em>-nya Bank Kustodian Bank Mandiri dan dilampirkan dengan rekening koran. Ada rekening korannya dan dilegalisir oleh Bank Mandiri Kustodian sendiri.\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>Thomas kemudian membandingkan angka itu dengan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).<\/p>\n<p>\u201cKalau di LHP BPK itu tidak ada rinciannya. Dari mana dia dapat angka 62,5 itu kita juga <em>nggak<\/em> tahu. Kalau saya ini ya di LHP BPK itu kita <em>nggak<\/em> bisa dapat rinciannya. Tapi kalau berdasarkan <em>invoice<\/em> dari BK dan rekening koran reksadana Guru dan sudah di-leges oleh Bank Mandiri, sehingga muncul angka 62,3 ini,\u201d kata Thomas menjelaskan.<\/p>\n<p>\u201cSelisih Rp161 juta tadi ya?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>Setelah menguji besaran biaya pengelolaan, jaksa mengarahkan pertanyaan pada penggunaan uang itu.<\/p>\n<p>\u201cSaya belum menanyakan keuntungan nyata. Saya ingin menanyakan terkait MEV yang saudara terima tersebut dipergunakan untuk apa?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cUntuk operasional perusahaan,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>\u201cUntuk perusahaan?\u201d timpal jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya. Karena MI itu hanya menerima biaya pengelolaan ini. Satu-satunya pendapatan MI hanya dari biaya pengelolaan Manajer Investasi dari tiap-tiap reksadana. Hanya itu pendapatan MI,\u201d jawab jaksa.<\/p>\n<p>\u201cPendapatannya dari situ?\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201cDari situ,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>Thomas lantas menjelaskan bahwa biaya pengelolaan merupakan sumber pendapatan manajer investasi. Dana itu digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan, termasuk pembayaran gaji pegawai, layanan data keuangan Bloomberg, dan sewa kantor.<\/p>\n<p>Namun, jaksa mendalami apakah seluruh biaya operasional Insight dibebankan kepada Reksadana Guru, mengingat perusahaan itu mengelola lebih dari 100 produk reksadana.<\/p>\n<p>\u201cTadi kan di awal saudara bilang bahwasanya produk dari Insight itu kan adalah 120 sekian,\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>\u201cNah apakah semua biaya gaji, biaya kantor, semuanya dibebankan untuk pendapatan yang diterima dari reksadana Guru?\u201d kata jaksa lagi.<\/p>\n<p>\u201c<em>Enggak<\/em>, kita proporsional. Proporsionalnya itu berdasarkan kita kan ada pendapatan dari reksadana Guru berapa tiap tahun. Pendapatan Insight seluruhnya itu ada juga, gitu. Jadi diproporsionalin pendapatan dari reksadana Guru berapa, dibagi dengan total pendapatan MI selama tahun itu berapa,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>Thomas pun memberikan contoh pada 2019. Menurut dia, pendapatan Reksadana Guru saat itu menyumbang sekitar 5,19% dari total pendapatan manajer investasi. Karena itu, pembebanan biaya operasional yang terkait juga dihitung secara proporsional.<\/p>\n<p>\u201cContohnya 2019 berarti 5,1%,\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201cNah biayanya juga kita proporsionalin. Jadi biayanya itu kita proporsionalin jadi mengurangi 5,19%, gitu,\u201d kata Thomas.<\/p>\n<p>\u201cBerarti sudah dipresentasekan berdasarkan pendapatan,\u201d ujar jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>\u201cOperasional tersebut,\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>JPU kemudian memperinci komponen pengeluaran yang masuk dalam pembebanan biaya operasional Insight.<\/p>\n<p>\u201cSelain pembayaran operasional biaya gaji, apakah ada untuk pembelian aset, bergerak, tidak bergerak, tanah, gedung?,\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>Thomas menjawab dengan menyebut sejumlah kategori pengeluaran yang menurut keterangannya masuk dalam biaya perusahaan.<\/p>\n<p>\u201cYa ini ada biaya-biaya yang sesuai dengan ini, biaya pemasaran, gaji, pajak, penyusutan, administrasi umum, biaya telekomunikasi, biaya jasa, audit, konsultan hukum, notaris, transportasi perjalanan, sewa pemeliharaan, iuran OJK, sama CSR,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>Thomas juga menjelaskan bahwa setiap produk reksadana yang dikelola Insight memiliki program CSR. Khusus Reksadana Guru, ia menyebut program tersebut berkaitan dengan \u201cYayasan Saya Guru\u201d.<\/p>\n<p>\u201cCSR yang di sini masuk ke dana kegiatan program CSR. Yang nomor 13 itu?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d jawab Thomas.<\/p>\n<p>Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 10 tersangka korporasi dari unsur manajer investasi (MI) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT ASABRI (Persero). Penyidik, menduga telah terjadi korupsi dalam pengelolaan dana dan investasi di perusahaan pelat merah itu pada periode 2012 hingga 2019.<\/p>\n<p>Adapun 10 tersangka korporasi yang dijerat penyidik berinisial PT IIM; PT MCM; PT PAAM; PT RAM; PT VAM; PT ARK; PT OMK; PT MAM; PT AAM; dan PT CC. Penetapan tersangka para korporasi itu, salah satunya yakni PT Insight.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/capital-market\/insight-akui-terima-rp623-miliar-dari-pengelolaan-reksadana-guru-jpu-bedah-aliran-biaya-hingga-csr\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi PT Asabri (Persero) kembali mengungkap besarnya biaya pengelolaan yang diterima PT Insight Investment Management<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-31021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-150x150.jpeg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-300x202.jpeg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-768x518.jpeg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-392x272.jpeg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-390x205.jpeg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-130x90.jpeg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-800x445.jpeg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-150x150.jpeg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-900x600.jpeg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi PT Asabri (Persero) kembali mengungkap besarnya biaya pengelolaan yang diterima PT Insight Investment Management","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg",900,607,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-300x202.jpeg",300,202,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-150x150.jpeg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31021"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31021\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}