{"id":31004,"date":"2026-10-23T18:00:43","date_gmt":"2026-10-23T11:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/23\/laba-bank-mandiri-tumbuh-207-jadi-rp455-triliun-ini-penopangnya\/"},"modified":"2026-10-23T18:00:43","modified_gmt":"2026-10-23T11:00:43","slug":"laba-bank-mandiri-tumbuh-207-jadi-rp455-triliun-ini-penopangnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/23\/laba-bank-mandiri-tumbuh-207-jadi-rp455-triliun-ini-penopangnya\/","title":{"rendered":"Laba Bank Mandiri Tumbuh 20,7% Jadi Rp45,5 Triliun, Ini Penopangnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 20,7% secara tahunan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">year-on-year<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (YoY), ditopang pertumbuhan pendapatan berbasis komisi, peningkatan transaksi digital, serta efisiensi operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Direktur Finance &amp; Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan pendapatan berbasis komisi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fee-based income<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan laba perseroan di tengah dinamika industri perbankan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fee-based income<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kami tumbuh 13,75% secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">year-on-year<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menjadi Rp29,4 triliun,\u201d kata Novita dalam paparan kinerja kuartal III 2026, Jumat (23\/10\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara lebih terperinci, pendapatan berbasis komisi dari layanan digital Livin\u2019 dan Kopra masing-masing tumbuh 42,9% dan 23,7% secara tahunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pendapatan berbasis komisi yang berkaitan dengan transaksi perdagangan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan treasury masing-masing tumbuh sekitar 29,4% secara tahunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTentunya kami ingin terus mengakselerasi transaksi melalui penguatan Livin\u2019 dan juga Kopra. Ini tujuannya selain untuk meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fee-based income<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga akan memperbesar CASA transaksional, khususnya untuk menjaga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cost of fund<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pendapatan berbasis komisi, kinerja Bank Mandiri ditopang pertumbuhan pendapatan bunga. Hingga September 2026, pendapatan tumbuh 7,08% secara tahunan menjadi Rp97,3 triliun dan pendapatan bunga bersih atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">net interest income<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (NII) Bank Mandiri tumbuh 6,2% secara tahunan menjadi Rp61,2 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPertumbuhan ini memang lebih moderat dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga yang mencerminkan dinamika peningkatan biaya dana di industri,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan sumber pendapatan yang semakin kuat dan terdiversifikasi, tambahnya, total pendapatan Bank Mandiri secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bank only<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tetap tumbuh solid sebesar 8,54% menjadi Rp90,6 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti perbaikan efisiensi operasional. Bank Mandiri mencatat biaya operasional turun 9,03% secara tahunan menjadi Rp32,7 triliun hingga September 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penurunan biaya operasional tersebut turut mendukung peningkatan laba bersih perseroan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi efisiensi, rasio <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cost-to-income ratio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CIR) Bank Mandiri tercatat sebesar 36,1%. Sementara itu, tingkat pengembalian ekuitas atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return on equity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ROE) mencapai 23,6% dan rasio pengembalian aset yang disebut dalam paparan sebesar 2,99%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Profitabilitas tersebut juga didukung kecukupan modal yang tetap terjaga. Rasio kecukupan modal atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">capital adequacy ratio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CAR) Bank Mandiri tercatat sebesar 18,4%.<\/span><\/p>\n<p><b>Kredit Tumbuh 16%, DPK Naik 17,7%<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 16% secara tahunan menjadi Rp1.605,8 triliun hingga September 2026 berdasarkan laporan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bank only<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan kredit pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 11,6%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Novita mengatakan pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung aktivitas dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan kredit juga diimbangi peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga September 2026, DPK Bank Mandiri mencapai Rp1.750,2 triliun, tumbuh 17,7% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 12,3% pada September 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPertumbuhan ini juga menjadi salah satu kekuatan utama Bank Mandiri dalam memperkuat struktur pendanaan perseroan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan DPK tersebut juga didukung perluasan basis nasabah dan peningkatan aktivitas transaksi dalam ekosistem Bank Mandiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui layanan digital Livin\u2019, perseroan mencatat rata-rata pertambahan 20.000 pengguna baru setiap hari. Sementara itu, pertumbuhan pengguna aktif mencapai sekitar 13% secara tahunan hingga September 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHal ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah untuk bertransaksi bersama ekosistem Bank Mandiri, yang tentunya akan kami jaga dengan layanan dan fitur terbaik untuk menjadi sumber pertumbuhan dana secara berkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ia menambahkan penguatan DPK tetap menjadi prioritas utama Bank Mandiri karena kondisi likuiditas yang masih cukup menantang. Ia mengungkapkan rasio <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loan-to-deposit ratio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (LDR) berdasarkan rata-rata harian meningkat dari 93,6% pada kuartal III 2025 menjadi 94,8% pada kuartal III 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun pada posisi akhir September 2026, LDR Bank Mandiri berada di level 91%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus likuiditas, perseroan akan melanjutkan penyaluran kredit secara selektif, memperkuat penghimpunan dana murah berbasis transaksi, dan mengoptimalkan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas serta profitabilitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Novita mengatakan target pertumbuhan bisnis akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan realisasi kinerja, kondisi pasar, dan prospek ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah ekspansi bisnis, Bank Mandiri juga mencatat perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">non-performing loan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (NPL) turun dari 1,03% menjadi 0,98% pada September 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit perseroan berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang terjaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan segmen bisnis, kredit pada ekosistem pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN) tumbuh 23,8% secara tahunan menjadi Rp473 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembiayaan tersebut mendukung berbagai agenda strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur, energi, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas layanan publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, kredit pada ekosistem bisnis penopang ekonomi tumbuh 18,5% menjadi Rp910 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Mandiri juga memperluas pembiayaan kepada usaha mikro. Kredit usaha mikro tumbuh 12,9% secara tahunan menjadi Rp31,2 triliun, dengan jangkauan di 37 provinsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi kualitas kredit, rasio NPL pada ekosistem pemerintahan dan BUMN terjaga di level 0,15%. Adapun rasio NPL pada ekosistem bisnis penopang ekonomi tercatat sebesar 0,47%.<\/span><\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/laba-bank-mandiri-tumbuh-207-jadi-rp455-triliun-ini-penopangnya\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 20,7% secara<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-31004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-300x153.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-768x391.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 20,7% secara","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri.jpg",993,506,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-300x153.jpg",300,153,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Novita-Bank-Mandiri-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}