{"id":30871,"date":"2026-10-22T15:39:06","date_gmt":"2026-10-22T08:39:06","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/22\/sidang-korupsi-asabri-insight-investment-management-buka-awal-mula-restrukturisasi-saham\/"},"modified":"2026-10-22T15:39:06","modified_gmt":"2026-10-22T08:39:06","slug":"sidang-korupsi-asabri-insight-investment-management-buka-awal-mula-restrukturisasi-saham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/22\/sidang-korupsi-asabri-insight-investment-management-buka-awal-mula-restrukturisasi-saham\/","title":{"rendered":"Sidang Korupsi Asabri: Insight Investment Management Buka Awal Mula Restrukturisasi Saham"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi PT Asabri (Persero) kembali mengungkap proses di balik restrukturisasi saham-saham bermasalah milik perusahaan asuransi sosial prajurit TNI dan anggota Polri itu. Kali ini, perhatian tertuju pada peran PT Insight Investment Management sebagai manajer investasi yang mengelola Reksadana Guru.<\/p>\n<p>Dalam persidangan, perwakilan Insight Investment Management, Thomas Harmanto menjelaskan bahwa kerja sama investasi dengan Asabri telah berlangsung sebelum perusahaan itu mengajukan proposal restrukturisasi pada tahun 2012. Hubungan itu bermula dari penempatan dana Asabri pada sejumlah produk reksadana yang dikelola Insight.<\/p>\n<p>Thomas menerangkan Insight telah berdiri sejak 2003 dan bergerak di bidang pengelolaan produk reksadana. Perusahaan itu mulai mengembangkan produk investasinya pada 2005 melalui Reksadana Haji, kemudian meluncurkan Reksadana Guru pada 2006.<\/p>\n<p>\u201cReksadana Guru\u201d sendiri telah efektif sejak 9 November 2006. Dengan demikian, produk itu, menurut Thomas sudah beroperasi dan memiliki investor sebelum Asabri mulai menempatkan investasinya pada produk itu.<\/p>\n<p>Menurut Thomas, Asabri pertama kali berinvestasi pada Reksadana Haji milik Insight pada 8 Juli 2010. Setahun kemudian, tepatnya 28 September 2011, Asabri mulai berinvestasi di Reksadana Guru.<\/p>\n<p>\u201cJadi, Asabri seharusnya sudah tahu bahwa ini reksadana campuran,\u201d kata Thomas dalam persidangan saat jaksa menggali keterangan Thomas di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21\/10\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan Thomas itu muncul ketika jaksa penuntut umum menggali perbedaan antara jenis reksadana yang digunakan dalam investasi awal Asabri dan produk yang kemudian dipakai untuk menampung aset dalam proses restrukturisasi.<\/p>\n<p>Thomas menjelaskan bahwa pembahasan restrukturisasi bermula dari persoalan investasi yang dihadapi Asabri. Dalam pertemuan rutin untuk membahas perkembangan pasar dan kinerja reksadana, kata Thomas, pihak Asabri menyampaikan masalah terkait portofolio investasi yang tidak likuid dan terkonsentrasi pada sektor berisiko tinggi.<\/p>\n<p>Investasi tersebut, terang Thomas, antara lain berada di sektor multifinance dan pertambangan. Pada saat itu, masih dalam keterangan Thomas, sektor pertambangan sedang mengalami tekanan sehingga sejumlah saham mengalami penurunan nilai.<\/p>\n<p>Menurut penjelasan Thomas, saham-saham yang merosot itu tidak lagi produktif dan membebani pembukuan Asabri. Kondisi itu mendorong perusahaan mencari cara untuk mengoptimalkan serta merestrukturisasi kepemilikan efek melalui produk reksadana.<\/p>\n<p>\u201cPada saat itu pertambangan lagi turun-turunnya,\u201d ujar Thomas saat menjelaskan kondisi investasi yang menjadi latar belakang pembahasan restrukturisasi.<\/p>\n<p>Ia mengatakan Asabri kemudian meminta Insight mengajukan proposal untuk menangani kebutuhan tersebut. Insight menyampaikan proposal restrukturisasi pada 28 September 2012.<\/p>\n<p>Thomas menyebut Tony Henry, yang saat itu menjabat direktur utama Insight, menjadi pihak yang menangani proses itu termasuk dalam kegiatan pemaparan atau <em>pitching<\/em> kepada Asabri.<\/p>\n<p>\u201cIni pada saat itu PIC-nya memang Pak Tony sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Thomas, Tony Henry menjabat direktur utama hingga Oktober 2017. Setelah itu, posisi tersebut beralih kepada Eki Olan pada November 2017.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan, penuntut umum menyoroti perbedaan antara hasil analisis internal Asabri dan karakteristik produk investasi yang disiapkan Insight. Penuntut umum mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan sebelumnya, disposisi atau analisis Asabri menyebut reksadana pendapatan tetap sebagai produk yang akan digunakan untuk restrukturisasi.<\/p>\n<p>Namun, Thomas menegaskan bahwa Reksadana Guru yang dikelola Insight merupakan reksadana campuran. Penuntut umum lantas mendalami apakah perbedaan itu telah dijelaskan ketika Insight menawarkan skema restrukturisasi kepada Asabri.<\/p>\n<p>Menanggapi pertanyaan itu, Thomas menyatakan bahwa pihak Insight baru mengetahui adanya persetujuan restrukturisasi itu setelah kasus ini mencuat. Ia juga menegaskan bahwa Asabri sebelumnya telah berinvestasi di Reksadana Guru dan memperoleh dokumen produk, termasuk prospektus serta kontrak investasi kolektif (KIK).<\/p>\n<p>\u201cKita sebenarnya juga baru tahu adanya persetujuan itu setelah adanya kasus ini,\u201d ujar Thomas.<\/p>\n<p>Ia menambahkan Asabri telah masuk sebagai investor Reksadana Guru sejak September 2011, jauh sebelum proposal restrukturisasi diajukan pada 2012. Namun, penuntut umum menegaskan bahwa persoalan yang sedang digali bukan sekadar kapan Asabri pertama kali membeli unit penyertaan Reksadana Guru. Pemeriksaan penuntut umum juga berfokus pada hubungan antara investasi reguler, yang telah berjalan dan penggunaan produk itu dalam rencana restrukturisasi saham-saham bermasalah milik Asabri.<\/p>\n<p>Keterangan Thomas dalam persidangan memperlihatkan bahwa hubungan bisnis Asabri dan Insight bukan hubungan yang baru terbentuk ketika restrukturisasi dibahas pada 2012.<\/p>\n<p>Sebelum proposal itu diajukan, menurut Thomas, Asabri telah menjadi investor pada sejumlah produk Insight. Tim investasi Insight juga, kata dia, secara rutin melakukan kunjungan untuk memberikan pembaruan kondisi pasar dan perkembangan portofolio reksadana.<\/p>\n<p>Dalam rangkaian pertemuan itulah, menurut Thomas, kebutuhan restrukturisasi saham bermasalah Asabri mulai dibicarakan.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/sidang-korupsi-asabri-insight-investment-management-buka-awal-mula-restrukturisasi-saham\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi PT Asabri (Persero) kembali mengungkap proses di balik restrukturisasi saham-saham bermasalah milik perusahaan asuransi<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-30871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-150x150.jpeg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-300x202.jpeg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-768x518.jpeg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-392x272.jpeg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-390x205.jpeg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-130x90.jpeg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-800x445.jpeg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-150x150.jpeg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-900x600.jpeg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi PT Asabri (Persero) kembali mengungkap proses di balik restrukturisasi saham-saham bermasalah milik perusahaan asuransi","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747.jpeg",900,607,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-300x202.jpeg",300,202,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Asabri-e1792658144747-150x150.jpeg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}