{"id":29887,"date":"2026-10-12T21:50:58","date_gmt":"2026-10-12T14:50:58","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/12\/karhutla-renggut-nyawa-waka-komisi-ix-dpr-dorong-peningkatan-layanan-kesehatan-dan-triase\/"},"modified":"2026-10-12T21:50:58","modified_gmt":"2026-10-12T14:50:58","slug":"karhutla-renggut-nyawa-waka-komisi-ix-dpr-dorong-peningkatan-layanan-kesehatan-dan-triase","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/12\/karhutla-renggut-nyawa-waka-komisi-ix-dpr-dorong-peningkatan-layanan-kesehatan-dan-triase\/","title":{"rendered":"Karhutla \u2018Renggut\u2019 Nyawa, Waka Komisi IX DPR Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan dan Triase"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini meminta pemerintah untuk meningkatkan program pelayanan kesehatan menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih buruk di sejumlah wilayah. Juga mendorong fasilitas kesehatan memaksimalkan triase bagi korban dampak kabut asap Karhutla.<\/p>\n<p>\u201cKabut asap yang berkepanjangan memerlukan penanganan kesehatan yang mengikuti lama dan tingkat paparan masyarakat,\u201d kata Yahya Zaini pada Senin (12\/10).<\/p>\n<p>\u201cPemerintah perlu mengenali warga yang terus terpapar, menyediakan pertolongan sejak awal, dan menjaga kesinambungan perawatan bagi mereka yang kondisinya memburuk,\u201d kata Yahya.<\/p>\n<p>Adapun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada sekitar 175 ribu warga terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat Karhutla dari Agustus hingga 21 September 2026.<\/p>\n<p>Data tersebut berasal dari 7 provinsi prioritas penanganan karhutla yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kemenkes juga menyebut ada sekitar 40 ribu balita yang sempat terkena ISPA imbas karhutla.<\/p>\n<p>Terkait banyaknya masyarakat yang terkena ISPA akibat Karhutla, Yahya mendorong Kemenkes bersama dinas kesehatan di tiap-tiap wilayah terdampak untuk menghubungkan informasi kualitas udara dengan kesiapan pelayanan.<\/p>\n<p>\u201cWilayah dengan paparan tinggi perlu memperoleh penguatan tenaga, persediaan medis, dan kemampuan rujukan berdasarkan kebutuhan penduduk,\u201d tutur Yahya.<\/p>\n<p>Ditambahkan Yahya, masyarakat terdampak juga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan.<\/p>\n<p>\u201cPelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan berlangsung lebih lama,\u201d ujar Yahya.<\/p>\n<p>Yahya pun menyoroti Karhutla yang \u2018merenggut\u2019 nyawa masyarakat secara tidak langsung. Seperti sejumlah relawan yang meninggal dunia saat ikut membantu penanganan atau pemadaman api.<\/p>\n<p>Dalam laporan per 9 September lalu, Kemenkes mencatat korban meninggal akibat karhutla sebanyak 4 orang terdiri atas 3 orang di Kalteng dan 1 orang di Kalbar. Penyebab utama umumnya terkait gangguan pernapasan akut (ISPA\/sesak napas).<\/p>\n<p>Baru-baru ini, masyarakat juga dibuat miris dengan meninggalnya seorang guru di Banjarmasin dan pengemudi ojek <em>online<\/em> di Palembang akibat pekatnya asap Karhutla.<\/p>\n<p>Belum lagi korban jiwa tidak langsung karena kecelakaan yang dipicu kabut asap pekat Karhurla. Seperti 2 warga Tulang Bawang, Lampung, yang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan 9 kendaraan pada 7 Oktober lalu akibat jarak pandang yang turun drastis di bawah 50 meter karena kabut asap.<\/p>\n<p>Pada akhir September, seorang siswi di Kotawaringin Timur, Kalteng, juga meninggal dunia akibat kecelakaan karena masalah jarak pandang. Terbaru, 3 kakak beradik di Johor, Malaysia, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat berangkat ke sekolah untuk memastikan aktivitas kegiatan belajar.<\/p>\n<p>Otoritas Malaysia sebenarnya telah menetapkan penutupan seluruh kegiatan belajar-mengajar pada 8 hingga 9 Oktober 2026 karena kabut asap yang persisten serta kualitas udara yang memburuk akibat Karhutla dari Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cIni menjadi sebuah keprihatinan, bagaimana Karhutla telah menjadi momok bagi banyak orang, bahkan warga Negara tetangga juga ikut merasakan dampaknya. Kita harap pemerintah bisa melakukan berbagai intervensi untuk segera menyelesaikan Karhutla,\u201d ujar Yahya.<\/p>\n<p>Menurut laporan Kemenkes, Karhutla juga membuat banyak warga mesti dirawat di rumah sakit dan beberapa di antaranya meninggal. Kalteng merupakan daerah yang tercatat dengan korban luka berat atau rawat inap paling banyak, yakni 313 orang.<\/p>\n<p>Karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera disebut berdampak terhadap 12,5 juta jiwa. Hal tersebut membawa dampak kesehatan dan lingkungan serius bagi masyarakat.\u00a0Selain itu, terdapat warga di sejumlah daerah yang saat ini bertahan di lokasi pengungsian buntut Karhutla.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, Yahya meminta Kemenkes untuk meningkatkan sistem triase (proses pemilahan pasien berdasarkan tingkat keparahan penyakit atau cedera untuk menentukan siapa yang harus mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu).<\/p>\n<p>\u201cDengan kondisi seperti ini, semua warga menjadi rentan, karena dampak Karhutla itu ke semua, baik dampak kesehatan langsung, maupun dampak tidak langsungnya. Maka penanganan awal untuk korban harus menjadi perhatian,\u201d kata Yahya.<\/p>\n<p>Yahya juga mengingatkan pentingnya perhatian khusus bagi bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan penyakit pernapasan atau kondisi kesehatan lain yang meningkatkan kerentanan.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah perlu melakukan penjangkauan melalui fasilitas kesehatan dan layanan berbasis masyarakat agar kebutuhan pertolongan dapat dikenali lebih cepat,\u201d ujar Yahya.<\/p>\n<p>Pimpinan Komisi Kesehatan dan Ketenagakerjaan DPR itu pun mendorong penyediaan tempat dengan udara lebih bersih bagi warga yang sulit mengurangi paparan asap Karhutla di rumah. Menurut Yahya, kelayakan fasilitas tersebut perlu dinilai oleh pihak yang kompeten.<\/p>\n<p>\u201cTermasuk kapasitas, kualitas udara di dalam ruangan, dan kemudahan akses kelompok rentan,\u201d tambah Legislator dari Dapil Jawa Timur VIII itu.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Yahya meminta pemerintah memberi panduan kesehatan yang jelas mengenai aktivitas luar ruang, penggunaan perlindungan yang sesuai, dan tanda yang memerlukan pemeriksaan.<\/p>\n<p>\u201cInformasi harus diperbarui berdasarkan keadaan setempat serta disampaikan melalui saluran yang dapat dijangkau masyarakat. Perlindungan perlu membantu keluarga mengambil keputusan sehari-hari. Panduan yang jelas dan layanan yang mudah dijangkau akan memperkuat kemampuan warga menjaga kesehatannya,\u201d ujar Yahya.<\/p>\n<p>Komisi IX pun mendorong perlindungan bagi pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan. Yahya mengingatkan Kementerian Ketenagakerjaan bersama pemberi kerja perlu menilai risiko paparan dan memastikan penyesuaian kerja serta perlindungan sesuai kondisi.<\/p>\n<p>\u201cWarga terdampak Karhutla berhak memperoleh perlindungan kesehatan dan keamanan, termasuk keamanan untuk tetap memiliki pekerjaan jika tidak bisa keluar rumah akibat asap pekat Karhutla,\u201d kata Yahya.<\/p>\n<p>\u201cKami dari Komisi IX DPR akan meminta <em>update<\/em> berkala dari pemerintah, baik mengenai kondisi Karhutla-nya maupun perlindungan bagi warga terdampak,\u201d kata Yahya.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/politics\/karhutla-renggut-nyawa-waka-komisi-ix-dpr-dorong-peningkatan-layanan-kesehatan-dan-triase\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini meminta pemerintah untuk meningkatkan program pelayanan kesehatan menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-29887","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"colormag-highlighted-post":false,"colormag-featured-post-medium":false,"colormag-featured-post-small":false,"colormag-featured-image":false,"colormag-default-news":false,"colormag-featured-image-large":false},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini meminta pemerintah untuk meningkatkan program pelayanan kesehatan menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":false,"medium":false,"thumbnail":false},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29887"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29887\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}