{"id":29341,"date":"2026-10-07T09:57:50","date_gmt":"2026-10-07T02:57:50","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/07\/ftse-russell-pertahankan-indonesia-di-kategori-secondary-emerging\/"},"modified":"2026-10-07T09:57:50","modified_gmt":"2026-10-07T02:57:50","slug":"ftse-russell-pertahankan-indonesia-di-kategori-secondary-emerging","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/07\/ftse-russell-pertahankan-indonesia-di-kategori-secondary-emerging\/","title":{"rendered":"FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Kategori Secondary Emerging"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FTSE Russell mempertahankan pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging dalam hasil peninjauan tahunan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">FTSE Equity Country Classification<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> periode September 2026 yang diumumkan pada 6 Oktober 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hasil peninjauan tersebut, FTSE Russell juga tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Watch List<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Namun, penyedia indeks global tersebut masih mencermati pelaksanaan reformasi integritas pasar modal Indonesia sebelum kembali menerapkan proses peninjauan indeks secara normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFTSE Russell terus memantau secara ketat reformasi integritas pasar modal di Indonesia. Menyusul penundaan sejumlah perubahan indeks untuk Indonesia pada peninjauan indeks Maret, Juni, dan September 2026, FTSE Russell sedang menilai efektivitas langkah-langkah reformasi yang baru diterapkan dalam mendukung transisi yang tertib dan stabil untuk kembali ke proses peninjauan indeks standar,\u201d tulis lembaga itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FTSE Russell menyebut sejumlah reformasi telah diterapkan oleh otoritas pasar modal Indonesia. Reformasi tersebut antara lain mencakup peningkatan keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham, perluasan kategori klasifikasi investor, penentuan batas minimum saham beredar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">minimum free float<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), serta peningkatan perangkat pengawasan pasar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">market surveillance tools<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FTSE Russell selanjutnya akan memberikan pembaruan mengenai perlakuan terhadap efek Indonesia menjelang peninjauan indeks Desember 2026 dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi pasar dan masukan yang diterima dari para pemangku kepentingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia tetap berada dalam kelompok Secondary Emerging bersama 14 pasar lainnya, yakni Bahrain, Chile, China, Colombia, Egypt, Iceland, India, Kuwait, Philippines, Qatar, Romania, Saudi Arabia, United Arab Emirates, dan Vietnam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FTSE Russell mengklasifikasikan pasar saham global ke dalam empat kelompok, yakni Developed, Advanced Emerging, Secondary Emerging, dan Frontier.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam peninjauan kali ini, sejumlah perubahan klasifikasi pasar juga dikonfirmasi. Yunani naik dari kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Advanced Emerging<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi Developed mulai 21 September 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vietnam juga naik dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Frontier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi Secondary Emerging secara bertahap mulai 21 September 2026. Tahap awal mencakup 10% dan akan dilanjutkan dalam tiga tahap pada Maret, Juni, dan September 2027.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nigeria, yang sebelumnya berstatus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Unclassified<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, masuk ke kategori Frontier mulai 21 September 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, Mesir dikeluarkan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Watch List<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan tetap berada di kategori Secondary Emerging. Sebelumnya, Mesir dipantau terkait potensi penurunan status ke kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Frontier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akibat berkurangnya jumlah konstituen yang memenuhi syarat. Namun, reformasi ekonomi dan peningkatan likuiditas di Bursa Efek Mesir mendorong bertambahnya saham yang memenuhi kriteria FTSE Russell.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FTSE Russell juga mencatat sejumlah perkembangan di pasar lainnya. Korea Selatan masih dipantau terkait reformasi mekanisme <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">settlement funding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan efektivitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Market Warning System<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Korea Exchange.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Taiwan dipantau terkait batas harian pembelian bersih dolar Taiwan baru (TWD) sebesar US$100 juta bagi investor institusi asing atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Foreign Institutional Investors<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (FINI) yang ditetapkan bank sentral setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Turki, FTSE Russell terus berkoordinasi dengan Borsa \u0130stanbul dan Capital Markets Board (CMB) terkait rincian data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">free float<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, menyusul penundaan sejumlah perubahan indeks pada September 2026. Turki tidak dimasukkan ke dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Watch List<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun Oman menjadi pasar baru yang masuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Watch List<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Negara tersebut dipantau untuk kemungkinan naik status dari Frontier menjadi Secondary Emerging.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Evaluasi terhadap jumlah saham dan kapitalisasi pasar Oman berikutnya akan menggunakan data per akhir Desember 2026. FTSE Russell dijadwalkan memberikan pembaruan status Oman dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Interim Review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada Maret 2027.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, klasifikasi FTSE Russell per 6 Oktober 2026 mencakup 26 pasar dalam kategori Developed, sembilan pasar dalam Advanced Emerging, 15 pasar dalam Secondary Emerging, dan 30 pasar dalam Frontier.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peninjauan berkala (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Interim Review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) FTSE Russell berikutnya dijadwalkan pada 6 April 2027.<\/span><\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/capital-market\/ftse-russell-pertahankan-indonesia-di-kategori-secondary-emerging\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FTSE Russell mempertahankan pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging dalam hasil peninjauan tahunan FTSE Equity Country Classification periode September<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15685,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-29341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-150x150.png","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-300x200.png","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-768x512.png","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-1024x683.png","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell.png","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell.png","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-392x272.png","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-390x205.png","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-130x90.png","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-800x445.png","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-150x150.png","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-1400x600.png"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"FTSE Russell mempertahankan pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging dalam hasil peninjauan tahunan FTSE Equity Country Classification periode September","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell.png",1536,1024,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-300x200.png",300,200,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/FTSE-Russell-150x150.png",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29341"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29341\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}