{"id":29163,"date":"2026-10-05T20:40:22","date_gmt":"2026-10-05T13:40:22","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/05\/ojk-penghapusan-batas-minimum-harga-saham-mulai-bentuk-harga-wajar\/"},"modified":"2026-10-05T20:40:22","modified_gmt":"2026-10-05T13:40:22","slug":"ojk-penghapusan-batas-minimum-harga-saham-mulai-bentuk-harga-wajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/10\/05\/ojk-penghapusan-batas-minimum-harga-saham-mulai-bentuk-harga-wajar\/","title":{"rendered":"OJK: Penghapusan Batas Minimum Harga Saham Mulai Bentuk Harga Wajar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penghapusan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 mulai menunjukkan hasil dalam pembentukan harga saham yang wajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan yang diterapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 28 September 2026 tersebut dinilai telah mendorong mekanisme <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">price discovery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berjalan sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran di pasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, penerapan kebijakan penghapusan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai telah memungkinkan saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 untuk menemukan harga keseimbangan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami melihat bahwa mekanisme penciptaan harga pasar yang wajar atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">price discovery mechanism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> telah dapat terjadi dan ini tentu sesuai dengan tujuan dari kebijakan penghapusan batas minimum harga saham tersebut,\u201d ujar Hasan dalam konferensi pers bulanan OJK, Senin (5\/10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Hasan,\u00a0 pembentukan harga wajar telah berjalan sesuai dengan kekuatan dari permintaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">demand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan penawaran (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supply)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari para investor untuk saham-saham yang semula berada di harga batas Rp50.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHarga keseimbangan baru yang tercipta, yang terbentuk, ini untuk memastikan bahwa harga saham diperdagangkan sesuai dengan ekspektasi pasar yang tentunya sesuai juga dengan kondisi fundamental dari perusahaan tercatat itu sendiri,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasan mengatakan, sejumlah saham yang sebelumnya tidak diperdagangkan di level Rp50 kini mulai diperdagangkan di bawah level tersebut dengan tingkat likuiditas yang dinilai cukup tinggi dan memadai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSelain itu ketika harganya sudah mencapai harga keseimbangan dan harga pasar yang baru kita melihat juga bahwa harga sahamnya tidak terus turun namun mulai tertahan dan bahkan ada juga yang kemudian mulai mengalami kenaikan. Nah hal ini tentu mencerminkan bahwa tujuan dari kebijakan ini yaitu menciptakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">price discovery mechanism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang baik telah berjalan sesuai dengan rencana,\u201d kata Hasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memastikan penerapan kebijakan berjalan sesuai tujuan, OJK bersama BEI akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh saham tercatat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOJK dalam hal ini bersama Bursa Efek Indonesia tentu secara berkelanjutan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi atas seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia secara menyeluruh dan komprehensif,\u201d ujar Hasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut dia, pengawasan tersebut tidak hanya ditujukan kepada saham-saham yang harganya turun mendekati batas minimum baru Rp1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPerlu kami sampaikan bahwa penghapusan batas harga minimum saham ini merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">global best practice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau praktik terbaik di bursa-bursa regional dan global,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasan menambahkan, kebijakan tersebut bertujuan agar seluruh saham yang tercatat di BEI dapat diperdagangkan berdasarkan mekanisme pasar yang teratur dan wajar, sekaligus mencerminkan nilai fundamental dan prospek perusahaan tercatat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, penerapan kebijakan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mengurangi intervensi pasar sekaligus meningkatkan proses pembentukan harga (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">price discovery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) di pasar sekunder.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSehingga akan mengurangi intervensi pasar dan tentu akan terus meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">price discovery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada perdagangan di pasar sekunder, di pasar modal kita,\u201d kata Hasan.<\/span><\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/capital-market\/ojk-penghapusan-batas-minimum-harga-saham-mulai-bentuk-harga-wajar\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penghapusan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 mulai menunjukkan hasil dalam pembentukan harga<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-29163","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-150x150.jpeg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-300x187.jpeg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-768x480.jpeg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835.jpeg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835.jpeg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835.jpeg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-392x272.jpeg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-390x205.jpeg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-130x90.jpeg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-800x445.jpeg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-150x150.jpeg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835.jpeg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penghapusan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 mulai menunjukkan hasil dalam pembentukan harga","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835.jpeg",900,562,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-300x187.jpeg",300,187,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/OJK-e1761015337835-150x150.jpeg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29163"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29163\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}