{"id":28631,"date":"2026-09-30T14:03:55","date_gmt":"2026-09-30T07:03:55","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/30\/zainal-abidin-mbulet-hakim-kejar-urutan-waktu-penyerahan-duit-us1-juta\/"},"modified":"2026-09-30T14:03:55","modified_gmt":"2026-09-30T07:03:55","slug":"zainal-abidin-mbulet-hakim-kejar-urutan-waktu-penyerahan-duit-us1-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/30\/zainal-abidin-mbulet-hakim-kejar-urutan-waktu-penyerahan-duit-us1-juta\/","title":{"rendered":"Zainal Abidin \u201cMbulet\u201d, Hakim Kejar Urutan Waktu Penyerahan Duit US$1 Juta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p><em>Mbulet<\/em>. Dalam bahasa Jawa, istilah itu kurang lebih menggambarkan sesuatu yang berputar-putar, tidak langsung menuju pokok persoalan. Istilah tersebut terasa relevan untuk menggambarkan jalannya pemeriksaan terhadap Zainal Abidin, Komisaris Independen PT Sucofindo, ketika dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi penentuan kuota haji tambahan 2023\u20132024 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (29\/09\/2026).<\/p>\n<p>Bukan karena hakim kehilangan arah. Sebaliknya, Hakim Anggota Ade Nurhadi berkali-kali menarik keterangan Zainal kembali ke satu titik, yakni ke mana sebenarnya uang US$1 juta yang diduga diminta Nusron Wahid itu bergerak, siapa yang memegangnya, kapan Nusron Wahid dihubungi, dan mengapa uang itu justru masih berada di tangan Khomsin setelah Pansus Angket Haji DPR selesai bekerja.<\/p>\n<p>Zainal dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengurai salah satu mata rantai penting dalam perkara korupsi kuota haji tambahan, yakni uang US$1 juta yang menurut rangkaian kesaksian sebelumnya dikaitkan dengan Pansus Angket Haji DPR.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan, Zainal beberapa kali memberikan jawaban yang membuat hakim harus mengulang pertanyaan untuk mendapatkan urutan waktu yang lebih presisi. Dari tarik-menarik pertanyaan itu, muncul satu fakta penting yakni ketika Zainal mengaku menyampaikan persoalan uang itu kepada Nusron, US$1 juta itu disebut sudah berada di tangan Khomsin, yang diduga anggota Brimob.<\/p>\n<p>Hakim Ade Nurhadi memulai dengan pertanyaan sederhana, apakah penyerahan uang kepada Khomsin terjadi ketika Pansus Angket Haji masih bekerja.<\/p>\n<p>\u201cKalau soal penyerahan uang kepada Khomsin itu, Pansus itu sudah selesai atau belum?\u201d tanya Ade.<\/p>\n<p>\u201cMasih berlangsung Pansus,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Hakim kemudian memastikan untuk apa uang dari terdakwa Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex kepada Zainal kemudian ke Khomsin.<\/p>\n<p>\u201cUang itu tujuannya untuk apa?\u201d tanya hakim.<\/p>\n<p>\u201cYa, kalau waktu itu kan bahasanya untuk operasional teman-teman itu,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>\u201cKan terkait dengan Pansus, kan?\u201d kejar hakim.<\/p>\n<p>\u201cYa, untuk Pansus,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Jawaban itu menjadi pintu masuk hakim untuk membedah kronologi yang lebih rumit. Hakim Ade mengejar nama Ace Hasan Syadzily yang dalam rangkaian kesaksian itu tidak bersedia menerima uang dari Alex. Karena ada penolakan dari Ace, kemudian, Zainal menghubungi Nusron. Yang kemudian berujung pada uang berada di Khomsin.<\/p>\n<p>\u201cPertama Ace. Ace <em>enggak<\/em> mau, marah. Terus saudara juga ada langsung menghubungi kepada Nusron. Iya, Nusron juga <em>enggak<\/em> mau, kan, gitu. Lalu uang itu dititip kepada Khomsin, betul <em>enggak<\/em>?\u201d tanya hakim.<\/p>\n<p>\u201cBukan,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Hakim tak berhenti. Ia mengubah pendekatan dan meminta Zainal menentukan urutannya.<\/p>\n<p>\u201cSaudara menyampaikan, antara saudara menyampaikan kepada Nusron dengan uang kepada Khomsin, mana yang lebih dulu?\u201d tanya hakim mengejar.<\/p>\n<p>\u201cAntara saya ke Nusron,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Namun, ketika hakim masuk ke pertanyaan paling konkret, di mana uang itu saat Zainal berbicara dengan Nusron, jawabannya justru memperjelas posisi uang.<\/p>\n<p>\u201cWaktu saudara menyampaikan kepada Nusron, uangnya ada di mana posisinya?\u201d tegas hakim.<\/p>\n<p>\u201cDi Khomsin,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>\u201cSudah di Khomsin,\u201d timpal hakim.<\/p>\n<p>\u201cKarena Nusron <em>enggak<\/em> mau,\u201d kata Zainal.<\/p>\n<p>Kronologi yang sebelumnya berputar-putar, di keterangan mulai mengerucut. Komunikasi Zainal dengan Nusron mengenai uang itu, menurut kesaksiannya, berlangsung ketika US$1 juta sudah berada dalam penguasaan Khomsin.<\/p>\n<p>Masalahnya tidak berhenti pada siapa memegang uang. Hakim mengorek alasan uang yang diperuntukkan untuk Pansus Angket DPR itu tidak segera dikembalikan setelah Pansus selesai.<\/p>\n<p>\u201cJadi uang itu kenapa masih ditahan waktu itu? Ceritanya <em>gimana<\/em>?\u201d tanya Ade.<\/p>\n<p>\u201cSaya takut, Yang Mulia,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Menurut Zainal, situasi ketika itu sedang ramai. Ia bahkan mengaku mendengar isu bahwa aparat penegak hukum mulai bergerak. \u201cSaya dengar sudah mulai ada. Saya dengar sudah mulai ada katanya, isu-isunya begitu,\u201d ujar Zainal.<\/p>\n<p>Jawaban tersebut kembali memancing pertanyaan hakim. \u201cKenapa saudara takut? Bukannya lebih berbahaya itu kalau kita tahan uangnya?\u201d timpal hakim.<\/p>\n<p>Zainal kemudian menjelaskan bahwa dirinya khawatir proses pengembalian uang justru menimbulkan persoalan lain. \u201cGini, Yang Mulia, kan diserahkan kembali kepada orang yang nitipkan. Ke orang itu. Tinggal kalau <em>enggak<\/em> ketemu kan selesai masalahnya. Justru kalau terjadi apa-apa, apalagi penyerahan itu kan saya takut,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Namun, cerita berikutnya justru membawa uang tersebut kembali ke hadapan Zainal. Zainal mengaku memanggil Khomsin ke sebuah kafe di kawasan Cibubur. Pertemuan itu berlangsung malam hari. Bahkan, menurut Zainal, sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>\n<p>\u201cSaya panggil, kemudian dia datang ke Cibubur, ke kafe itu juga, malam-malam. Malam-malam, itu jam sebelas malam,\u201d kata Zainal.<\/p>\n<p>Zainal mengaku sebenarnya ingin meminta Khomsin menghubungi Alex karena Khomsin memiliki nomor Alex. \u201cSaya mau ngomong sebenarnya, \u2018Kamu kan ada nomornya Alex,\u2019 kan gitu maksud saya. \u2018Ya sudah, kamu hubungi, kamu kasih,\u2019 gitu,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Namun yang terjadi justru berbeda. Khomsin datang membawa uang yang sebelumnya diperuntukkan untuk Pansus dari Alex. \u201cTernyata dia ke situ itu bawa duit, gitu lah. Di mobilnya itu, masih itu duitnya di situ,\u201d ujar Zainal.<\/p>\n<p>Pada titik inilah, hakim kemudian menggali alasan Zainal bersedia ikut dalam rangkaian pengurusan uang tersebut. Hakim tidak hanya mengejar aliran uang. Motif Zainal juga dibedah. Apakah sejak awal Zainal mengetahui tujuan uang itu?<\/p>\n<p>Zainal mengaku tahu. Lalu mengapa tetap membantu? \u201cSejujurnya saya itu grematis,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Hakim meminta penjelasan. \u201cGrematis gimana nih?\u201d timpal hakim.<\/p>\n<p>\u201cYa, apa pun kan ya saya pengen bantu kawan saya,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Pertanyaan hakim kemudian dibuat lebih spesifik. \u201cYang saudara bantu itu siapa sebenarnya? Alex atau teman yang mana maksudnya?\u201d tanya hakim.<\/p>\n<p>Zainal akhirnya menjawab terang. \u201cJujur saja lah. Ya kan saya minta tolong Alex,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hakim kembali memastikan apakah ada pihak lain yang hendak dibantu, selain Alex.\u00a0\u201c<em>Enggak<\/em> ada,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Hakim lalu mengorek apakah permintaan bantuan itu mempunyai hubungan dengan terdakwa Yaqut Cholil Qoumas.<\/p>\n<p>\u201cYang pertama kali bilang siapa?\u201d tanya hakim.<\/p>\n<p>\u201cYa, Alex, Ketua,\u201d jawab Zainal.<\/p>\n<p>Hakim kemudian menanyakan apakah sebelum Alex meminta bantuan, Yaqut terlebih dahulu pernah meminta bantuan kepada Zainal. Namun, Zainal langsung membantah bahwa pembicaraan Yaqut tersebut berkaitan dengan uang. Menurutnya, percakapan itu hanya candaan ketika berkumpul bersama rekan-rekan. \u201cSaya tadi kan sudah sampaikan bahwa ya itu konteksnya canda,\u201d ujar Zainal.<\/p>\n<p>\u201cJadi kita lagi kumpul-kumpul. Sekali lagi, Ketua, ya, saya ulangin. Biasa di kami itu kumpul-kumpul kader-kader itu. Nah, terus bercanda-bercanda,\u201d kata Zainal lagi.<\/p>\n<p>Zainal menegaskan tidak ada pembicaraan lanjutan setelah candaan tersebut. \u201cTapi setelah itu saya <em>enggak ngeladenin<\/em> waktu itu. Sama sekali saya <em>enggak ngeladenin<\/em>. Dan <em>enggak<\/em> ada omongan berikutnya lagi pun <em>enggak<\/em> ada omongan,\u201d ujar Zainal.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/zainal-abidin-mbulet-hakim-kejar-urutan-waktu-penyerahan-duit-us1-juta\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mbulet. Dalam bahasa Jawa, istilah itu kurang lebih menggambarkan sesuatu yang berputar-putar, tidak langsung menuju pokok persoalan. Istilah tersebut terasa<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28554,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-28631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-150x150.jpeg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-300x197.jpeg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-768x504.jpeg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466.jpeg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466.jpeg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466.jpeg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-392x272.jpeg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-390x205.jpeg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-130x90.jpeg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-800x445.jpeg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-150x150.jpeg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466.jpeg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Mbulet. Dalam bahasa Jawa, istilah itu kurang lebih menggambarkan sesuatu yang berputar-putar, tidak langsung menuju pokok persoalan. Istilah tersebut terasa","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466.jpeg",900,591,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-300x197.jpeg",300,197,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/persidangan-kuota-haji-2-e1790683629466-150x150.jpeg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}