{"id":27333,"date":"2026-09-17T14:33:52","date_gmt":"2026-09-17T07:33:52","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/17\/jaksa-beberkan-bukti-fee-percepatan-haji-dipakai-beli-rumah-hingga-fortuner\/"},"modified":"2026-09-17T14:33:52","modified_gmt":"2026-09-17T07:33:52","slug":"jaksa-beberkan-bukti-fee-percepatan-haji-dipakai-beli-rumah-hingga-fortuner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/17\/jaksa-beberkan-bukti-fee-percepatan-haji-dipakai-beli-rumah-hingga-fortuner\/","title":{"rendered":"Jaksa Beberkan Bukti, Fee Percepatan Haji Dipakai Beli Rumah hingga Fortuner"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Persidangan perkara dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota haji tambahan 2023-2024 kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (17\/09\/2026). Persidangan kali ini, jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan dua orang saksi yakni, Rizki Fisa Abadi, mantan Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggara Ibadah Haji Khusus dan Agus Syafiq.<\/p>\n<p>Sidang pun dimulai dengan hakim ketua membuka persidangan dengan mengkonfrimasi latar belakang kedua saksi dan kemudian jaksa penuntut umum membuka dengan menanyakan bahwa kesaksian kedua saksi sudah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Jaksa pun lantas membeberkan satu persatu barang bukti yang ditampilkan dalam bentuk gambar kepada saksi, mulai dari rumah mewah, mobil mewah dan juga sejumlah tanah serta kuwitansi pembelian tanah untuk sebuah kost dan sumber uangnya berasal dari fee percepatan kuota haji.<\/p>\n<p>Jaksa terlebih dahulu menanyakan kepada kedua saksi apakah mereka pernah diklarifikasi oleh petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keduanya menyatakan pernah. Ketika ditanya mengenai pemeriksaan atau klarifikasi yang pernah dijalani, Rizki Fisa Abadi menyebut dirinya telah diperiksa sebanyak dua kali. Begitu juga Agus Syafiq juga mengaku pernah.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan barang bukti, jaksa kemudian menunjukkan dokumen nomor 12-52, yang disebut sebagai akta jual beli tertanggal 3 Desember 2024 atas nama Januarisa Palevi.<\/p>\n<p>\u201cIni dokumen apa, Pak?\u201d tanya jaksa kepada Rizki Fisa Abadi.<\/p>\n<p>\u201cJual beli rumah, Pak,\u201d jawab saksi Rizki.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menggali hubungan Rizki dengan pembelian rumah tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBerkaitan saudara dengan dokumen ini ada, Pak?\u201d tanya jaksa lagi.<\/p>\n<p>\u201cPembelian rumah itu dari uang saya,\u201d jawab saksi.<\/p>\n<p>Jaksa kembali memastikan sumber uang yang digunakan. \u201cUang yang digunakan pembelian rumah itu berasal dari saudara?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d jawab Rizki.<\/p>\n<p>Menurut Rizki, rumah tersebut pada dasarnya belum menjadi milik dirinya, karena rencananya rumah itu akan dijual kembali. Hasil penjualannya nantinya termasuk untuk dirinya.<\/p>\n<p>\u201cSejatinya siapa yang akan memiliki rumah ini?\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada, Pak. Tidak ada. Karena itu rumah itu akan dijual. Yang nantinya hasil penjualannya untuk saya,\u201d jawabnya.<\/p>\n<p>Jaksa kembali menegaskan bahwa uang yang digunakan untuk membeli rumah tersebut berasal dari Rizki.<\/p>\n<p>\u201cTapi uang yang digunakan untuk rumah ini berasal dari saudara?\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul,\u201d jawab Rizki.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian memperlihatkan barang bukti nomor 15-61. Rizki mengaku masih mengenali barang bukti tersebut sebagai rumah yang dibelinya.<\/p>\n<p>\u201cIni rumah siapa?\u201d<\/p>\n<p>\u201cRumah yang saya beli, Pak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cBapak beli tahun berapa di sini?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTahun 2023, Pak.\u201d<\/p>\n<p>Rumah tersebut dikonfirmasi jaksa ke Rizki apakah berada di Jakarta Selatan. Ketika ditanya mengenai nilainya, Rizki menyebut nilainya sekitar Rp3 miliar lebih.<\/p>\n<p>\u201cNilainya berapa saat ini?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cKalau <em>nggak<\/em> salah Rp3 miliar lebih, Pak,\u201d jawab Rizki.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menanyakan sumber dana pembelian rumah tersebut, apakah berasal dari pendapatan Rizki selama bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau dari sumber lain.<\/p>\n<p>\u201cDari yang lain,\u201d jawab Rizki.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian mengaitkannya dengan <em>fee<\/em> percepatan haji tahun 2023.<\/p>\n<p>\u201cNilai uang yang saudara gunakan khusus yang rumah ini, <em>fee<\/em> percepatan saudara terima, untuk rumah ini sekitar Rp3 miliar lebih?\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201cYa, Pak,\u201d kata Rizki.<\/p>\n<p>Rizki juga mengakui aset tersebut merupakan miliknya.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan berikutnya, jaksa menunjukkan barang bukti lain yang disebut berkaitan dengan aset tanah yang diperoleh pada 2015. Rizki mengakui aset tersebut juga miliknya dan menyebut barang itu telah disita oleh penyidik.<\/p>\n<p>\u201cSudah disita oleh penyidik?\u201d tanya jaksa lagi.<\/p>\n<p>\u201cSudah,\u201d jawab saksi.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menunjukkan barang bukti nomor 15-69. Saksi menyebut barang tersebut diperoleh pada 2024 dengan nilai sekitar Rp1 miliar.<\/p>\n<p>\u201cKapan perolehannya?\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201c2024 kalau <em>nggak<\/em> salah,\u201d jawab Rizki.<\/p>\n<p>\u201cHarganya berapa?\u201d tanya lagi jaksa.<\/p>\n<p>\u201cSekitar Rp1 miliar,\u201d jawab lagi Rizki.<\/p>\n<p>\u201cSumber uangnya berasal dari <em>fee<\/em> percepatan?\u201d tanya lagi jaksa menegaskan.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak,\u201d kata Rizki.<\/p>\n<p>Jaksa pun kemudian berlanjut ke Agus Syafiq. Jaksa memperlihatkan barang bukti nomor 15-17, berupa sebuah mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi G 2874 TJA. Dalam dokumen kendaraan tersebut, masa berlaku yang disebut dalam persidangan hingga 5 Maret 2029.<\/p>\n<p>\u201cBetul ini mobil, Pak?\u201d tanya jaksa ke Agus Syafiq.<\/p>\n<p>\u201cFortuner, Pak,\u201d jawab saksi.<\/p>\n<p>\u201cApa yang Bapak bisa terangkan mengenai mobil ini?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cYa, mobil hasil dari uang percepatan tahun 2024,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menanyakan cara pembelian mobil tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBapak belinya <em>cash<\/em> atau cicilan dulu, Pak?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201c<em>Cash<\/em>,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>\u201cNilainya berapa?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cRp550 juta,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>Agus kembali menegaskan bahwa mobil tersebut dibeli secara tunai. Jaksa selanjutnya memperlihatkan barang bukti berupa rumah di Yogyakarta.<\/p>\n<p>\u201cIni?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cRumah di Jogja, Pak,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>Rumah tersebut, menurut Agus, diperoleh pada 2024 dengan nilai sekitar Rp1,55 miliar. Ketika ditanya jaksa sumber uang untuk membeli rumah tersebut, Agus menyebut berasal dari <em>fee<\/em> percepatan.<\/p>\n<p>\u201cUang yang berasal dari mana pembelian rumah?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cDari percepatan, Pak,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>Pemeriksaan berlanjut pada aset tanah yang juga berada di Jawa Timur, tepatnya di Jombang.<\/p>\n<p>\u201cDi Jogja juga?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBukan, di Jatim, Jawa Timur. Dan saya beli di Jombang, Jawa Timur,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>\u201cBapak membelinya ini kapan?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201c2024,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>\u201cNilainya masih ingat berapa?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cSekitar Rp500 juta,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian memperlihatkan dokumen lain yang masih dikenali Agus sebagai dokumen pembelian rumah kos di Surabaya.<\/p>\n<p>\u201cIni dokumen apa?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cPembelian rumah kos,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>\u201cRumah kos ya?\u201d timpal jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d kata Agus<\/p>\n<p>\u201cDi Surabaya?\u201d tanya jaksa mendetil.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d jawab Agus.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian merinci sejumlah barang bukti yang sebelumnya telah diperlihatkan kepada Agus. Mobil disebut sebagai barang bukti nomor 15-17, rumah nomor 15-35, tanah nomor 15-51, serta barang bukti lain berupa kuitansi yang disebut dalam persidangan.<\/p>\n<p>\u201cKalau tanahnya sendiri sudah disita atau belum?\u201d tahya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cSudah semua, Pak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSudah semua?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSudah semua.\u201d<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menanyakan uang sebesar Rp583 juta yang berkaitan dengan pembangunan rumah kos.<\/p>\n<p>\u201cIni uang apa?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBiaya pembangunan rumah kos, Bapak Agus?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cYa, jadi Rp400 sama Rp500 jadinya rumah kos itu.\u201d<\/p>\n<p>\u201cRumah kos yang di Surabaya itu?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSurabaya.\u201d<\/p>\n<p>Jaksa memastikan kembali bahwa rumah kos tersebut merupakan aset yang telah disita.<\/p>\n<p>\u201cYang sudah disita itu?\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya.\u201d<\/p>\n<p>Di akhir pemeriksaan terhadap Agus, jaksa kembali memastikan sumber dana dari sejumlah aset yang telah ditanyakan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh sumber uang yang kami tanyakan sebelumnya berasal dari <em>fee<\/em> percepatan?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTahun 2024?\u201d<\/p>\n<p>\u201cBetul.\u201d<\/p>\n<p>Pemeriksaan kemudian kembali kepada Rizki Bisa. Jaksa secara khusus menggali penerimaan <em>fee<\/em> percepatan tahun 2023.<\/p>\n<p>\u201cPak Rizki Bisa, apakah saudara sebenarnya, spesifik, menyangkut fee percepatan tahun 2023, itu saudara terima dari tangan siapa?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>Rizki menjawab bahwa uang tersebut diterimanya dari Ridwan Kurniawan, setelah pelaksanaan operasional haji 2023.<\/p>\n<p>\u201c<em>Fee<\/em> percepatan tahun 2023 itu saya terima dari saudara Ridwan, setelah pelaksanaan operasional haji,\u201d jawab saksi Rizki.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian memastikan waktunya. \u201cSetelah pelaksanaan haji tahun 2023, maka saudara menerima <em>fee<\/em> percepatan dari Pak Ridwan Kurniawan. Betul, Pak?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul, Pak.\u201d<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menanyakan total uang yang diterima Rizki dari Ridwan.<\/p>\n<p>\u201cSaudara masih ingat total uang yang sudah diterima dari Ridwan Kurniawan?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>Rizki menjelaskan, saat itu Ridwan menyampaikan akan memberikan sesuatu sebagai bentuk terima kasih setelah pelaksanaan operasional haji.<\/p>\n<p>\u201cPada saat operasional itu Ridwan melaporkan bahwa dia akan memberikan travel, akan memberikan hadiah sebagai bentuk terima kasih. Total itu kalau nggak salah USD905 ribu,\u201d jawab Rizki.<\/p>\n<p>\u201cUS$905 ribu ya?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya.\u201d<\/p>\n<p>\u201cUS Dollar?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak.\u201d<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menggali lebih jauh mengenai bagaimana uang tersebut dibagikan.<\/p>\n<p>\u201cDari angka itu, saudara masih mengingat bagaimana cara membaginya dan kapan dibaginya?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>Rizki menjelaskan bahwa setelah menerima uang tersebut, pihaknya melakukan perhitungan dan pemetaan mengenai pembagiannya.<\/p>\n<p>\u201cDari jumlah tersebut, kami exercise, kami plotting buat <em>draft<\/em>-nya untuk para pemilihan. Saat itu saya belum langsung ke Pak direktur, Pak, saya baru <em>plotting<\/em> aja,\u201d jawab saksi Rizki.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/jaksa-beberkan-bukti-fee-percepatan-haji-dipakai-beli-rumah-hingga-fortuner\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persidangan perkara dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota haji tambahan 2023-2024 kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27334,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-27333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-150x150.jpeg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-300x201.jpeg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-768x515.jpeg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635.jpeg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635.jpeg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635.jpeg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-392x272.jpeg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-390x205.jpeg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-130x90.jpeg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-800x445.jpeg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-150x150.jpeg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-900x600.jpeg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Persidangan perkara dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota haji tambahan 2023-2024 kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635.jpeg",900,603,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-300x201.jpeg",300,201,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/kuota-haji-e1789630154635-150x150.jpeg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27333"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27333\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}