{"id":27329,"date":"2026-09-17T14:12:51","date_gmt":"2026-09-17T07:12:51","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/17\/kasus-kuota-haji-tambahan-saksi-ungkap-fee-percepatan-haji-2023-senilai-us905-000\/"},"modified":"2026-09-17T14:12:51","modified_gmt":"2026-09-17T07:12:51","slug":"kasus-kuota-haji-tambahan-saksi-ungkap-fee-percepatan-haji-2023-senilai-us905-000","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/17\/kasus-kuota-haji-tambahan-saksi-ungkap-fee-percepatan-haji-2023-senilai-us905-000\/","title":{"rendered":"Kasus Kuota Haji Tambahan: Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji 2023 Senilai US$905.000"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Saksi Rizki Fisa Abadi, mantan Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggara Ibadah Haji Khusus mengungkap adanya penerimaan uang yang disebut sebagai <em>fee<\/em> percepatan haji tahun 2023 dengan total sekitar US$905 ribu. Uang itu, menurut kesaksiannya di persidangan, diterima dari mantan staf di Kementerian Agama, Ridwan Kurniawan setelah pelaksanaan operasional haji 2023.<\/p>\n<p>Keterangan Rizki disampaikan ketika diperiksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jaksa mulanya meminta Fisa menjelaskan secara spesifik mengenai <em>fee<\/em> percepatan haji pada 2023, termasuk siapa yang menyerahkan uang tersebut.<\/p>\n<p>\u201c<em>Fee<\/em> percepatan tahun 2023 itu saya terima dari saudara Ridwan,\u201d kata Fisa dalam kesaksiannya.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian memastikan bahwa uang tersebut diterima setelah pelaksanaan ibadah haji 2023. \u201cSetelah pelaksanaan haji tahun 2023, maka saudara menerima <em>fee<\/em> percepatan dari tangannya Ridwan Kurniawan. Betul?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Fisa mengatakan saat operasional haji berlangsung, Ridwan menyampaikan bahwa travel akan memberikan hadiah sebagai bentuk terima kasih.<\/p>\n<p>\u201cTotal itu kalau <em>nggak<\/em> salah 905, Pak,\u201d ujar Fisa.<\/p>\n<p>\u201c905 ribu, ya?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cUS Dollar,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Dalam persidangan, jaksa kemudian menggali bagaimana uang US$905 ribu itu direncanakan untuk dibagikan. Fisa pun mengaku membuat <em>plotting<\/em> atau rancangan pembagian uang untuk para pimpinan di Kementerian Agama RI. Namun, menurut dia, saat itu rancangan tersebut belum dilaporkan kepada direktur.<\/p>\n<p>\u201cDari jumlah tersebut, kami <em>exercise<\/em>, kami <em>plotting<\/em> buat <em>draft<\/em>-nya untuk para pimpinan,\u201d ujar Fisa.<\/p>\n<p>\u201cSaat itu saya belum lapor ke Pak Direktur, Pak. Saya baru <em>plotting<\/em> aja,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian mengonfirmasi adanya angka US$181 ribu yang dikaitkan dengan pembagian uang tersebut. \u201cAnda, saudara pernah ingat dengan angka 181 ribu US Dollar kali tiga?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Ketika ditanya kepada siapa uang itu akan diberikan, Fisa menjelaskan bahwa uang itu masih berada dalam penguasaannya dan pada saat itu baru sebatas <em>plotting<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cDi saya semua, Pak. 181 ribu US Dollar saudara pegang?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan berikutnya, jaksa mengaitkan angka US$181 ribu dengan nominal US$1.000 per jemaah. Fisa pun lantas membenarkan terdapat angka US$1.000 dan angka 181 dalam perhitungan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak,\u201d kata Fisa ketika ditanya mengenai angka US$1.000.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menghitung bahwa US$1.000 dikalikan 181 jemaah menghasilkan US$181 ribu. \u201cSehingga 181 kalau dikali 5.000, jatuhnya 905.000 US Dollar, kan begitu?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Namun, ketika ditanya apakah angka 181 merujuk kepada jumlah jemaah yang berangkat tanpa antre pada tahun tersebut, Fisa mengaku tidak mengetahui secara pasti.<\/p>\n<p>\u201cKalau tanpa antre saya tidak tahu, Pak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menegaskan bahwa angka 181 berasal dari data Ridwan Kurniawan. \u201cIstilahnya itu jumlah jemaah yang berasal dari data Ridwan Kurniawan?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cKalau data dari Ridwan iya,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa selanjutnya mengurai pembagian US$181 ribu tersebut. \u201cDari 181 ribu itu 1.000 US Dollar dibagi ke tiga orang?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBukan, 1.000. Tiga orang, kan?\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian memastikan siapa saja tiga pihak yang dimaksud. \u201csaya, Pak Muhyi (Abdul Muhyi), sama Ridwan,\u201d kata Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa kembali memastikan bahwa Ridwan Kurniawan termasuk pihak yang menerima bagian tersebut. \u201cRidwan Kurniawan,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Ketika ditanya apakah uang US$181 ribu itu sudah diserahkan kepada masing-masing pihak, Fisa menjawab bahwa pihak-pihak tersebut sudah mengambil uangnya.<\/p>\n<p>\u201cYa, mereka sudah ambil, Pak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Fisa juga mengungkap lokasi pembagian uang tersebut di kantornya, tepatnya di ruangan Kasubdit. \u201cProses pembagian uang itu bertempat di kantor mana?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cPembagian di kantor saya, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>\u201cDi ruangan Bapak?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDi ruangan Kasubdit?\u201d lanjut jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak. Betul.\u201d<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menghitung kembali total uang yang diterima, yakni US$905 ribu. Dari jumlah tersebut, terdapat tiga kali pembagian masing-masing US$181 ribu. Jika tiga bagian tersebut dijumlahkan, maka total yang telah didistribusikan mencapai sekitar US$543 ribu, sehingga masih terdapat selisih sekitar US$362 ribu.<\/p>\n<p>\u201cJadi masih ada sisa kurang lebih 362. Nah itu pada akhirnya uang itu diapakan?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cMasih di saya, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>\u201cSampai dengan sekarang?\u201d tanya jaksa lagi.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Fisa kemudian menjelaskan bahwa uang sekitar US$362 ribu itu belum bergeser kepada pihak yang sebelumnya diplot sebagai penerima. Menurut dia, uang itu masih berada dalam penguasaannya dan kemudian berubah menjadi aset sebagaimana yang ditanyakan jaksa dalam persidangan.<\/p>\n<p>\u201cYang kemudian direncanakan untuk pimpinan, belum sempat bergeser?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBelum, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>\u201cBerhentinya duit itu di tempat saudara?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menyimpulkan bahwa terdapat US$362 ribu ditambah US$181 ribu yang masih berada dalam penguasaan Fisa. \u201cJadi 362 ribu US Dollar ditambah 181 ribu itulah yang saudara kuasai?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>\u201cKemudian berubah menjadi aset yang ini?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan tersebut, jaksa juga memastikan apakah uang US$905 ribu itu pernah bergerak kepada pihak lain, termasuk pihak yang disebut dalam persidangan.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada geser ke Gusmen?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada geser ke Gus Yaqut?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Fisa kemudian menyebut bahwa Gus Alex pernah meminjam uang sebanyak dua kali, masing-masing sebesar Rp200 juta dan Rp300 juta. Namun, ia menegaskan hal tersebut merupakan perkara berbeda yang akan dibahas lebih lanjut.<\/p>\n<p>\u201cGus Alex pernah meminjam, bahasanya pinjam, dua kali. Ada di BAP. 200 dan 300 juta,\u201d kata Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa kembali memastikan bahwa berdasarkan keterangannya, tidak ada aliran dari uang US$905 ribu tersebut kepada pihak yang ditanyakan.<\/p>\n<p>\u201cKita pastikan dulu berdasarkan keterangan saudara bahwa tidak ada uang yang bergerak ke arah Pak Gus Yaqut. Betul, Pak?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul, Pak. Tidak ada,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa kemudian menyimpulkan bahwa uang US$905 ribu tersebut hanya bergerak kepada tiga orang. \u201cDuit 905 itu bergeraknya hanya kepada tiga orang?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cBetul, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa menyebut tiga pihak tersebut yakni Rizky Visa, Ridwan Kurniawan, dan Abdul Muhyi. Fisa membenarkannya.<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>JPU kemudian mengejar asal-usul uang itu, khususnya travel atau asosiasi travel mana saja yang menjadi sumber uang.<\/p>\n<p>\u201cKalau sumber uangnya tahu dari asosiasi travel mana saja uang itu berasal?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201c<em>Nggak<\/em> tahu, Pak,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>\u201cYang tahu siapa?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201cRidwan,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>Jaksa juga menanyakan apakah Ridwan membuat catatan yang merinci 181 jemaah tersebut berdasarkan asal asosiasi travel.<\/p>\n<p>\u201cApakah Ridwan membuat catatan dalam bentuk <em>sheet<\/em> Excel menyangkut 181 orang itu berasal dari asosiasi mana saja?\u201d tanya jaksa.<\/p>\n<p>\u201c<em>Nggak<\/em> tahu, Pak. Saya tidak tahu,\u201d jawab Fisa.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/kasus-kuota-haji-tambahan-saksi-ungkap-fee-percepatan-haji-2023-senilai-us905-000\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saksi Rizki Fisa Abadi, mantan Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggara Ibadah Haji Khusus mengungkap adanya penerimaan uang yang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11593,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-27329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-300x203.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-768x520.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-905x600.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Saksi Rizki Fisa Abadi, mantan Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggara Ibadah Haji Khusus mengungkap adanya penerimaan uang yang","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor.jpg",905,613,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-300x203.jpg",300,203,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pengadilan-negeri-jakpus-tipikor-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27329\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}