{"id":26526,"date":"2026-09-09T15:36:40","date_gmt":"2026-09-09T08:36:40","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/09\/saksi-20-ribu-kuota-haji-tambahan-tak-bisa-dibagi-sepihak-saudi-harus-setuju\/"},"modified":"2026-09-09T15:36:40","modified_gmt":"2026-09-09T08:36:40","slug":"saksi-20-ribu-kuota-haji-tambahan-tak-bisa-dibagi-sepihak-saudi-harus-setuju","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/09\/saksi-20-ribu-kuota-haji-tambahan-tak-bisa-dibagi-sepihak-saudi-harus-setuju\/","title":{"rendered":"Saksi: 20 Ribu Kuota Haji Tambahan Tak Bisa Dibagi Sepihak, Saudi Harus Setuju"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Saksi perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024, yakni Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab menegaskan pemerintah Indonesia tidak bisa menentukan secara sepihak pembagian 20.000 kuota haji tambahan pada 2024. Menurut Mujab kepada Yaqut, komposisi kuota tambahan harus mendapat persetujuan Kerajaan Arab Saudi, karena pembagiannya merupakan bagian dari kesepakatan kedua negara.<\/p>\n<p>\u201cTidak bisa, Gus. KSA harus setuju,\u201d kata Mujab menjawab perketika ditanya Yaqut apakah Indonesia dapat menentukan sendiri persentase kuota tambahan, misalnya 10% untuk jemaah haji reguler dan 90% untuk haji khusus di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (09\/09\/2026) dini hari.<\/p>\n<p>Mujab menegaskan usulan Indonesia tidak otomatis dapat diterapkan tanpa persetujuan Arab Saudi.<\/p>\n<p>\u201cKerajaan Saudi Arabia harus menyetujui, harus sama-sama setuju karena ini MOU,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Yaqut kemudian memastikan apakah kesepakatan kedua negara iti bersifat mengikat. Lantas dijawab Mujab tegas bahwa MoU antara Indonesia dan Arab Saudi mengikat kedua belah pihak.<\/p>\n<p>\u201cMOU itu mengikat,\u201d kata Mujab.<\/p>\n<p>Saiful Mujab bahkan menggambarkan bahwa apabila Indonesia menetapkan sendiri komposisi kuota tanpa kesepakatan dengan Arab Saudi, tambahan kuota tersebut tidak akan dapat direalisasikan.<\/p>\n<p>\u201cKalau Indonesia menentukan sekian, tapi di hatinya tidak sama, pisahnya <em>nggak<\/em> akan keluar, Gus,\u201d jelas Mujab.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kata Mujab, pembagian kuota tambahan tidak semata-mata menjadi kewenangan pemerintah Indonesia. Komposisinya harus disepakati bersama dengan pemerintah Arab Saudi.<\/p>\n<p>Dalam persidangan yang sama, Saiful Mijab juga ditanya Yaqut mengenai pembagian 20.000 kuota tambahan pada 2024, yakni 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.<\/p>\n<p>Mujab menilai pembagian tersebut sangat rasional jika mempertimbangkan kemampuan penyelenggaraan haji di dalam negeri. Saiful Mujab juga kembali menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 13 asrama haji embarkasi yang kapasitasnya sudah mendekati batas kemampuan bahkan untuk kuota normal.<\/p>\n<p>\u201cKuota normal yang 203.320 itu asrama haji saja sudah ambang batas kemampuan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut dia, penambahan kuota 8.000 hingga 10.000 jemaah akan semakin memberikan tekanan terhadap kapasitas embarkasi. Bahkan, pada kondisi tertentu, jadwal pemberangkatan dapat menjadi sangat padat.<\/p>\n<p>\u201cApalagi bila ada tambahan, <em>kayak<\/em> tambahan 8 ribu, 10 ribu. Kemarin itu ada beberapa yang harus, jadwalnya itu sudah <em>nggak<\/em> sampai 24 jam karena terdesaknya itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Saiful Mujab juga mengingatkan bahwa kapasitas asrama haji di berbagai daerah tidak sama. Menurut dia, asrama dengan kapasitas besar umumnya berada di kota-kota besar, sementara daerah lain memiliki asrama yang lebih kecil, termasuk asrama haji transit dan asrama haji antara.<\/p>\n<p>Kondisi itulah, kata Mujab, membuat penambahan kuota tidak cukup hanya dihitung berdasarkan jumlah jemaah, tetapi juga harus memperhitungkan kesiapan seluruh rantai penyelenggaraan haji. Atas pertimbangan tersebut, Saiful Mujab menilai pembagian 10.000 kuota reguler dan 10.000 kuota khusus pada 2024 sudah sangat rasional.<\/p>\n<p>\u201cSudah sangat rasional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Saiful Mujab juga menekankan bahwa penyelenggaraan haji merupakan sebuah ekosistem yang saling berkaitan. Persoalan pada satu titik dapat berdampak terhadap tahapan lainnya. Ekosistem tersebut, katanya, tidak hanya mencakup Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tetapi juga penerbangan, embarkasi, hotel, katering, serta berbagai layanan sejak jemaah masih berada di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKalau satu saja kacau dari ekosistem ibadah haji ini, bagaimana dengan yang lain? Pasti kacau,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan keterlambatan pesawat yang dapat mengganggu jadwal hotel dan katering hingga rangkaian pelayanan berikutnya.<\/p>\n<p>\u201cPesawat <em>delay<\/em>. Itu penerbangan jadi lambat. Hotel yang sudah menyiapkan makan juga berantakan dan lain sebagainya. Itu kan akan berdampak semua,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, menurut Saiful Mujab, penyelenggaraan haji harus dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.<\/p>\n<p>\u201cHaji itu bukan hanya Mina. Meskipun al-haji itu Arafah. Arafah penting, karena haji itu Arafah. Tetapi Arafah ini adalah satu bagian dari rangkaian yang panjang, termasuk Mina,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Saiful Mujab turut menjelaskan fungsi Muktamaroh Haji yang membahas berbagai persoalan hukum dalam pelaksanaan ibadah haji. Beberapa isu yang pernah dibahas antara lain murur, tanazul, dan dam. Menurut Mujab, forum tersebut bertujuan mencari solusi hukum agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cTujuannya tidak lain dari <em>Muktamaroh<\/em> itu ingin mencari solusi secara hukum terkait dengan akidah haji agar jemaah nyaman dan terlayani,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga menyebut hasil pembahasan <em>Muktamaroh<\/em> dapat menjadi salah satu dasar atau pertimbangan pelaksanaan haji pada tahun berikutnya. Salah satu contohnya adalah pembahasan mengenai <em>murur<\/em> yang kemudian diterapkan dalam pelaksanaan haji.<\/p>\n<p>\u201cKesimpulannya ini kemudian dijadikan salah satu dasar pelaksanaan di tahun berikutnya. Itu bagian dari kajian. Bisa,\u201d ujar Mujab.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/saksi-20-ribu-kuota-haji-tambahan-tak-bisa-dibagi-sepihak-saudi-harus-setuju\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saksi perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024, yakni Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab menegaskan pemerintah Indonesia tidak<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26414,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-26526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-150x150.jpeg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-300x225.jpeg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-768x576.jpeg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227.jpeg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227.jpeg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227.jpeg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-392x272.jpeg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-390x205.jpeg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-130x90.jpeg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-800x445.jpeg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-150x150.jpeg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-900x600.jpeg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Saksi perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024, yakni Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab menegaskan pemerintah Indonesia tidak","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227.jpeg",900,675,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-300x225.jpeg",300,225,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pengadilan-tipikor-scaled-e1788858167227-150x150.jpeg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}