{"id":25581,"date":"2026-09-01T10:13:39","date_gmt":"2026-09-01T03:13:39","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/01\/kinerja-asuransi-jiwa-semester-i-2026-premi-bisnis-baru-tumbuh-double-digit\/"},"modified":"2026-09-01T10:13:39","modified_gmt":"2026-09-01T03:13:39","slug":"kinerja-asuransi-jiwa-semester-i-2026-premi-bisnis-baru-tumbuh-double-digit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/09\/01\/kinerja-asuransi-jiwa-semester-i-2026-premi-bisnis-baru-tumbuh-double-digit\/","title":{"rendered":"Kinerja Asuransi Jiwa Semester I 2026, Premi Bisnis Baru Tumbuh Double Digit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari\u2013Juni 2026. Industri mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weighted<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mencapai Rp58,06 triliun dan premi bisnis baru secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weighted<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tumbuh menjadi Rp21,06 triliun secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">year-on-year<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada periode ini, total klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp75,57 triliun kepada 5,01 juta orang penerima. Pertumbuhan mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan asuransi jiwa sekaligus kepercayaan masyarakat yang tetap kuat terhadap industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPencapaian kinerja semester I 2026 menunjukkan industri asuransi jiwa memiliki fundamental yang kuat untuk terus menjalankan perannya dalam memberikan perlindungan kepada keluarga Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi hingga pasar keuangan, kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan tetap terjaga dan industri terus memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa,\u201d kata Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo dalam keterangan pers, Senin (31\/8).<\/span><\/p>\n<p><b>Premi Tumbuh Positif, Kebutuhan Perlindungan Tetap Terjaga<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapatan premi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weighted<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> relatif stabil sebesar Rp58,06 triliun, sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unweighted<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meningkat 8,2% sebesar Rp94,75 triliun. Pertumbuhan premi turut tercermin pada berbagai jenis produk, dengan produk tradisional bertambah 6,9% menjadi Rp59,03 triliun, sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unit link <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan menunjukkan beragamnya pilihan solusi asuransi, baik yang berfokus pada perlindungan maupun yang mengombinasikan perlindungan dengan unsur investasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan juga terlihat pada premi bisnis baru, secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weighted<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> naik 11,5% mencapai Rp21,06 triliun dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unweighted<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tumbuh 20,5% menjadi Rp57,75 triliun. Premi bisnis baru tradisional meningkat 14,2% menjadi Rp37,97 triliun, sementara premi bisnis baru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unit link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih tinggi sebesar 34,5% menjadi Rp19,78 triliun. Dari sisi tipe pembayaran, premi tunggal menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan pendapatan premi dengan peningkatan 26,3% menjadi Rp40,76 triliun. Sementara itu, unit usaha konvensional masih mendominasi dengan pendapatan premi sebesar Rp85,18 triliun atau tumbuh 12,7%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan kepemilikan, segmen perorangan menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan premi Rp75,12 triliun atau tumbuh 7,4%. Di sisi lain, segmen kumpulan tumbuh lebih tinggi, yaitu 11,0% menjadi Rp19,63 triliun. Perkembangan kedua segmen menunjukkan bahwa kebutuhan perlindungan terus tumbuh, baik melalui kepemilikan polis secara individu maupun skema perlindungan kumpulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi distribusi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bancassurance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih menjadi kanal terbesar dengan pendapatan premi sebesar Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9%, sedangkan kanal keagenan menguat 3,1% menjadi Rp28,67 triliun. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kemitraan dengan perbankan serta peran tenaga pemasar menjadi bagian penting dalam memperluas akses terhadap perlindungan asuransi jiwa.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertumbuhan Polis dan Tertanggung<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejalan dengan kinerja premi, jumlah polis industri asuransi jiwa mencapai 22,44 juta unit atau tumbuh 7,7%. Kenaikan terjadi baik pada polis perorangan maupun kumpulan, dengan masing-masing mencapai sekitar 22,06 juta unit dan 384 ribu unit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah tertanggung juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai 153,58 juta orang atau tumbuh 24,8%. Penguatan terutama didorong oleh tertanggung kumpulan yang naik 28,5% menjadi 131,20 juta orang. Selain jumlah tertanggung, nilai perlindungan yang diberikan juga meningkat. Total uang pertanggungan mencapai Rp8,02 ribu triliun atau tumbuh 10,1%, dan ditopang oleh segmen kumpulan yang menguat 17,9% menjadi Rp5,44 ribu triliun.<\/span><\/p>\n<p><b>Pembayaran Klaim dan Manfaat Meningkat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejalan dengan meningkatnya jumlah tertanggung, industri asuransi jiwa terus memenuhi komitmennya untuk memberikan manfaat perlindungan. Total klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp75,57 triliun, tumbuh 4,3%, sedangkan penerima manfaat bertambah dari 4,82 juta menjadi 5,01 juta orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan komponennya, pembayaran manfaat akhir kontrak meningkat signifikan sebesar 84,3% menjadi Rp18,42 triliun. Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak polis yang telah mencapai akhir masa perlindungan dan memberikan manfaat sesuai dengan ketentuan polis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi manfaat berdasarkan risiko, pembayaran klaim meninggal dunia mencapai sekitar Rp6,50 triliun atau menguat 25,5%. Sementara itu, klaim kesehatan tumbuh 11,3% menjadi Rp13,58 triliun. Kenaikan klaim meninggal dunia dan kesehatan menunjukkan bahwa fungsi perlindungan dasar asuransi jiwa dan perlindungan kesehatan tetap menjadi kebutuhan yang relevan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPembayaran klaim dan manfaat bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata perlindungan yang dirasakan oleh pemegang polis dan keluarganya. Peningkatan nilai pembayaran dan jumlah penerima manfaat menunjukkan semakin luasnya manfaat perlindungan asuransi jiwa. Hal ini menjadi pengingat bagi industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan produk asuransi mampu menjawab kebutuhan perlindungan yang terus berkembang,\u201d jelas Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI, Freddy Thamrin.<\/span><\/p>\n<p><b>Investasi Tumbuh Positif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi fundamental keuangan, industri asuransi jiwa menunjukkan pencapaian aset dan investasi. Total aset mencapai sekitar Rp645,08 triliun, tumbuh 2,3%, sementara total investasi mencapai Rp564,42 triliun, tumbuh 2,4%. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kapasitas keuangan tetap terjaga dalam menjalankan kewajibannya kepada pemegang polis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat Berharga Negara (SBN) menjadi instrumen terbesar, dengan nilai sekitar Rp251,64 triliun atau 44% dari total investasi. Peningkatan penempatan pada SBN menunjukkan komitmen industri dalam menjaga stabilitas portofolio sekaligus berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan pemerintah. Di sisi lain, industri tetap mempertahankan diversifikasi melalui saham, reksa dana, sukuk korporasi, deposito, bangunan dan tanah, serta penyertaan langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPertumbuhan total aset dan investasi menunjukkan kapasitas pengelolaan dana jangka panjang tetap terjaga. Di tengah dinamika pasar keuangan, industri perlu menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi, pengelolaan risiko, dan kesesuaian aset dan kewajiban. Dengan prinsip kehati-hatian dan diversifikasi, industri berupaya menjaga stabilitas portofolio dalam jangka panjang,\u201d jelas Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, Meylindawati.<\/span><\/p>\n<p><b>Memperkuat Industri Asuransi Jiwa yang Berkelanjutan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejalan dengan kinerja yang positif, AAJI terus mendorong penguatan industri asuransi jiwa yang tangguh. Pada sektor kesehatan, AAJI mendukung implementasi POJK No. 36 Tahun 2025 untuk memperkuat ekosistem asuransi kesehatan berkelanjutan. Selain itu, AAJI mendorong perusahaan asuransi jiwa untuk memprioritaskan implementasi Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) dan memuat fitur yang memungkinkan terselenggaranya KAPJ.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya memperkuat sektor asuransi jiwa turut dilakukan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia. AAJI mendorong pengembangan kompetensi C-Level, penguatan kapasitas level manajerial, hingga program pelatihan melalui kerja sama dengan para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">partner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Center of Excellence (CoE) AAJI. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses perusahaan anggota terhadap program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Profesionalisme tenaga pemasar juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas industri. Setiap agen wajib untuk memiliki sertifikasi dari LSP yang terdaftar di OJK. Lembaga Sertifikasi Profesi Ahli Asuransi dan Jasa Indonesia (LSP AAJI) telah memperoleh izin operasional dari OJK melalui Surat Tanda Terdaftar Nomor S-22\/KS.2\/2026 tanggal 29 Juli 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPenguatan industri perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas perlindungan dan kesehatan, hingga kesiapan sumber daya manusia. Kami terus mendorong kolaborasi dan berbagai inisiatif yang dapat memperkuat fondasi asuransi jiwa agar semakin adaptif dan mampu memberikan nilai bagi masyarakat dalam jangka panjang,\u201d tutup Albertus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komitmen tersebut sejalan dengan tema AAJI tahun ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenjaga Kepercayaan, Mengukir Makna\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. AAJI meyakini bahwa kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh pelaku industri.<\/span><\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/kinerja-asuransi-jiwa-semester-i-2026-premi-bisnis-baru-tumbuh-double-digit\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari\u2013Juni 2026. Industri mencatatkan pertumbuhan pendapatan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25582,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-25581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-300x169.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-768x432.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-1024x576.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-1536x864.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-1400x600.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari\u2013Juni 2026. Industri mencatatkan pertumbuhan pendapatan","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3.jpg",2048,1152,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-300x169.jpg",300,169,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Dokumentasi-Presscon-H1-2026-3-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25581\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}