{"id":25237,"date":"2026-08-28T20:07:15","date_gmt":"2026-08-28T13:07:15","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/28\/dokter-tifa-terdakwa-itu-posisi-terhormat-karena-saya-mempertahankan-diri\/"},"modified":"2026-08-28T20:07:15","modified_gmt":"2026-08-28T13:07:15","slug":"dokter-tifa-terdakwa-itu-posisi-terhormat-karena-saya-mempertahankan-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/28\/dokter-tifa-terdakwa-itu-posisi-terhormat-karena-saya-mempertahankan-diri\/","title":{"rendered":"Dokter Tifa: Terdakwa Itu Posisi Terhormat karena Saya Mempertahankan Diri"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Dokter Tifauzia Tyasumma mengungkap sisi lain yang ia rasakan selama menjalani proses hukum sebagai terdakwa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebut status tersebut menghadirkan ironi tersendiri bagi dirinya yang selama ini mengaku sebagai seorang ilmuwan dan terbiasa bekerja dengan pertanyaan, data, serta pembuktian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini, berbagai pertanyaan justru diarahkan kepadanya dari ruang sidang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ilmuwan Duduk di Kursi Terdakwa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter Tifa menggambarkan posisinya sebagai terdakwa sebagai situasi yang penuh paradoks. Sebagai ilmuwan, ia terbiasa mempertanyakan setiap hal yang berkaitan dengan sebuah klaim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ada sebuah ironi besar ketika saya, seorang ilmuwan duduk di kursi terdakwa. Seumur hidup saya dilatih untuk menghadapi pertanyaan,&#8221; ujar Tifa, dikutip fajar.co.id, Jumat (28\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kata dia, menjadi terdakwa bukan hanya berkaitan dengan perubahan status dalam proses hukum. Ia melihat kondisi tersebut juga memberikan tekanan terhadap tubuh dan pikiran seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Mengapa? Apa buktinya? Bagaimana mekanismenya? Bisakah hipotesis itu diuji? Tetapi hari ini, pertanyaan itu diarahkan kepada saya,&#8221; sebutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter Tifa kemudian menjelaskan kondisi tersebut dari perspektif neurosains.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Secara neurosains, menjadi terdakwa bukan sekadar perubahan status hukum, melainkan erubahan konteks biologis, otak berhadapan dengan ancaman, ketidakpastian, evaluasi sosial, dan kemungkinan konsekuensi besar dalam waktu yang bersamaan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kata dia, kondisi tersebut dapat membuat sistem deteksi ancaman bekerja lebih aktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Apa yang terjadi pada otak, tubuh, dan metabolisme? Sistem deteksi ancaman bekerja. Perhatian menjadi lebih waspada. Tubuh bersiap menghadapi tekanan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada saat bersamaan, ia mengatakan otak tetap dituntut untuk bekerja secara optimal dalam menghadapi proses persidangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dan pada saat yang sama, korteks prefrontal dituntut tetap bekerja optimal, berpikir jernih, mengingat fakta, memahami pertanyaan, mengendalikan impuls, dan menyusun jawaban,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Otak Dituntut Jernih di Tengah Ancaman<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter Tifa menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah paradoks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Di sinilah paradoksnya. Otak yang sedang menghadapi ancaman justru diminta menghasilkan kejernihan intelektual,&#8221; tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baginya, tantangan tersebut menjadi semakin besar bagi seseorang yang terbiasa bekerja sebagai ilmuwan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dan bagi seorang ilmuwan, tantangan itu menjadi lebih besar. Karena seorang ilmuwan terbiasa berdiri di luar objek penelitian,&#8221; ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan, seorang ilmuwan biasanya berada pada posisi mengamati, mengukur, menguji, dan mempertanyakan objek yang diteliti.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/08\/28\/dokter-tifa-terdakwa-itu-posisi-terhormat-karena-saya-mempertahankan-diri\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Dokter Tifauzia Tyasumma mengungkap sisi lain yang ia rasakan selama menjalani proses hukum sebagai terdakwa. Ia menyebut<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-25237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-300x205.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-768x524.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-1024x699.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Dokter Tifauzia Tyasumma mengungkap sisi lain yang ia rasakan selama menjalani proses hukum sebagai terdakwa. Ia menyebut","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp.webp",1200,819,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-300x205.webp",300,205,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Dokter-Tifa-5.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25237\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}