{"id":23321,"date":"2026-08-10T17:43:25","date_gmt":"2026-08-10T10:43:25","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/10\/pakar-komunikasi-baca-sinyal-akhir-agustus-publik-lelah-dan-menagih\/"},"modified":"2026-08-10T17:43:25","modified_gmt":"2026-08-10T10:43:25","slug":"pakar-komunikasi-baca-sinyal-akhir-agustus-publik-lelah-dan-menagih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/10\/pakar-komunikasi-baca-sinyal-akhir-agustus-publik-lelah-dan-menagih\/","title":{"rendered":"Pakar Komunikasi Baca Sinyal Akhir Agustus: Publik \u201cLelah dan Menagih\u201d"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paruh kedua Agustus kembali menjadi periode yang perlu dicermati pemerintah dan pelaku komunikasi. Dalam dua tahun terakhir, periode setelah perayaan 17 Agustus diwarnai peningkatan mobilisasi publik dan aksi massa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pakar komunikasi sekaligus Managing Director &amp; Founder The Communications Fardila Astari mengatakan, pola tersebut terlihat dari aksi Garuda Biru atau Peringatan Darurat pada 21\u201322 Agustus 2024, serta gelombang aksi yang melahirkan 17+8 Tuntutan Rakyat pada 25\u201331 Agustus 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau kita perhatikan keduanya, itu terjadi setelah 17 Agustus. Jadi bukan sebelum, bukan pada hari itu. Dan ini bukan kebetulan kalender. Ini adalah pesan sosiologis,\u201d kata Fardila <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dalam acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Iconomics 7th Indonesia Public Relations Summit 2026<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Jakarta, Kamis (6\/8).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Fardila, pembacaan tersebut bukan ramalan bahwa demonstrasi pasti terjadi pada akhir Agustus 2026. Analisis itu digunakan untuk melihat tanda-tanda yang sudah muncul dan hal-hal yang masih dapat diubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi ini bukan ramalan, tapi ini membaca tanda-tanda. Tanda-tanda yang bisa saja mengatakan bahwa akan terjadi apa di 31 Agustus nanti,\u201d ujar kandidat doktor Sosiologi di Universitas Indonesia ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fardila mengatakan terdapat sejumlah alasan mengapa paruh kedua Agustus menjadi periode sensitif. Salah satunya adalah momentum penyampaian pidato kenegaraan dan nota keuangan yang membuat publik dapat melihat arah kebijakan pemerintah, termasuk alokasi anggaran, tunjangan, dan prioritas belanja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor kedua adalah 17 Agustus sebagai \u201cpanggung kontras\u201d, ketika cita-cita bangsa dirayakan secara terbuka, tetapi pada saat yang sama masyarakat dapat membandingkannya dengan realitas yang mereka rasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, terdapat narasi seperti \u201cmerdeka\u201d, \u201ckedaulatan rakyat\u201d, dan \u201crakyat\u201d yang berasal dari negara sendiri. Narasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi publik untuk menagih realisasi.<\/span><\/p>\n<p><b>Percakapan Publik Meningkat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membaca situasi tersebut, Fardila menggunakan data percakapan publik dari CARMA Intelligent sepanjang 2022 hingga 2026. Menurut CARMA, percakapan biaya hidup nyaris datar sepanjang 2022 hingga awal 2025, lalu menanjak dan melonjak sejak awal 2026.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah percakapan biaya hidup yang sebelumnya relatif rendah meningkat menjadi sekitar 235 ribu pada Juni 2025, kemudian mencapai 549 ribu pada Maret 2026 dan 665 ribu pada Juni 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fardila menilai lonjakan percakapan tidak bisa semata-mata dianggap sebagai akibat algoritma media sosial atau pihak yang sengaja menggoreng isu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHampir setiap lonjakan besar itu terjadi ketika ada, pertama, pengumuman kebijakan. Kedua, dugaan korupsi. Dan ketiga, respons pemerintah,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menambahkan, setiap respons pemerintah terhadap suatu isu berpotensi kembali meningkatkan percakapan publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi kalau hari ini ada respons dari pemerintah, pasti akan naik. Apa pun itu bentuknya,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan karakter percakapan publik juga menjadi perhatian Fardila. Pada 2024, percakapan mulai melebar dari persoalan harga menjadi daya beli dan keamanan kerja. Pada 2025, isu ekonomi mulai dikaitkan dengan tata kelola dan konsekuensi keputusan pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara pada 2026, CARMA menyebut kondisi tersebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">structural anxiety<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kecemasan struktural.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi bukan cemas karena bulannya berat, tapi cemas karena memang ada yang tidak pas. Ada yang tidak berpihak,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Fardila, ketika keluhan publik masih berupa persoalan harga, penyelesaiannya bukan berada di tangan praktisi komunikasi. Tapi ini pekerjaan kebijakan fiskal,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita ini tidak bisa menurunkan harga lewat siaran pers, betul? Tidak bisa juga berpura-pura bisa menurunkan harga lewat siaran pers,\u201d lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, persoalan berubah ketika masyarakat mulai mempersepsikan adanya ketidakadilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi begitu percakapannya berubah menjadi kata \u2018tidak adil\u2019, itu adalah sepenuhnya pekerjaan kita. Karena \u2018tidak adil\u2019 itu bukan pertanyaan tentang angka. Tapi pertanyaan tentang siapa yang dianggap menikmati dan siapa yang dianggap menanggung,\u201d kata Fardila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga menemukan isu yang berkembang semakin bersifat institusional, bukan partisan. Isu seperti penyalahgunaan kekuasaan, akuntabilitas, keadilan, dan korupsi menjadi lebih menonjol dibandingkan partai politik atau ideologi politik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPercakapannya menjadi semakin institutional, bukan lagi partisan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fardila memetakan perubahan emosi publik dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, publik disebut \u201cmarah secara moral\u201d, ditandai antara lain dengan Garuda Biru dan Peringatan Darurat. Pada 2025, sentimennya berubah menjadi \u201cterhina dan berduka\u201d, dengan kemunculan simbol Brave Pink dan Hero Green.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara pada 2026, nada publik yang terlihat adalah \u201clelah dan menagih\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c2026, lelah dan menagih. Kita saat ini posisinya, netizen semua ini adalah lelah dan menagih,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut dia, 31 Agustus tahun ini berpotensi menjadi momentum ketika publik kembali menagih berbagai tuntutan yang muncul pada 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenagihnya apa? Tanggal 31 Agustus adalah tanggal di mana Brave Pink, Hero Green akan kita tagih,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><b>Pagar Mal sebagai Sinyal<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks tersebut, berbagai tindakan yang muncul menjelang akhir Agustus perlu dibaca sebagai bagian dari tanda-tanda sosial. Salah satunya adalah keputusan sejumlah pusat perbelanjaan memasang pagar atau pengamanan tambahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Fardila, tindakan tersebut bukan sekadar persoalan teknis keamanan, tetapi juga bentuk komunikasi nonverbal mengenai kekhawatiran pihak yang memasangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPagar-pagar yang tinggi yang dibangun oleh beberapa mal, itu adalah komunikasi,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu adalah ketakutan. Jadi apa yang mereka sampaikan itu adalah perasaan takut. Takut kalau terjadi demonstrasi. Dan mereka mungkin sudah mendapatkan informasi itu,\u201d lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, satu tanda belum cukup untuk menyimpulkan akan terjadi demonstrasi besar. Fardila menggunakan indikator lain untuk membaca situasi, termasuk kondisi di bandara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCoba tongkrongin di bandara. Ada tidak eksodus? Kalau tidak ada, berarti ya masih levelnya aman,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fardila mengingatkan bahwa situasi belum final. Pada 6 Agustus, masih terdapat 25 hari sebelum 31 Agustus untuk mengubah arah situasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c25 hari untuk mengubah prediksi hari ini untuk tidak menjadi apa-apa di tanggal 31 Agustus nanti,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, respons institusi justru dapat menentukan apakah keresahan berkembang menjadi eskalasi. Ia menyebut enam respons kaku yang berpotensi membuka \u201ckeran-keran protes\u201d, yakni menyangkal, menjawab emosi dengan prosedur, menggunakan bahasa pasal di ruang duka, menyebut persoalan sebagai ulah \u201coknum\u201d, melakukan sekuritisasi komunikasi, serta memberikan klarifikasi yang terlambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau misalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">economic pressure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, itu pasti akan terjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">public frustration<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pasti akan terjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">perceived injustice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">institutional distrust<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital mobilization<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sampai pada titik demonstrasi,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, Fardila mengingatkan komunikasi tidak boleh hanya bekerja di hilir dengan membantah informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenangani misinformasi saja tidak akan menyelesaikan persoalan reputasi Bapak dan Ibu apabila keluhan yang mendasarinya itu dibiarkan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBisa membersihkan asap, tetapi tidak bisa mematikan api,\u201d lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fardila kemudian mengajukan tiga pertanyaan kepada institusi menjelang akhir Agustus: apakah refleks pertama ketika krisis adalah menyangkal atau mengakui; siapa yang berwenang berbicara dalam enam jam pertama; serta apakah institusi memiliki bukti nyata atas perbaikan yang dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah kita punya bukti yang bisa ditunjukkan atau hanya bisa komitmen yang dibacakan saja?\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Fardila, klaim perbaikan juga harus memperoleh validasi dari pihak ketiga, seperti akademisi, pakar, dan influencer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukan institusinya sendiri yang mengatakan bahwa saya sudah melakukan banyak hal,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, akhir Agustus menurut Fardila tidak harus berujung pada demonstrasi. Namun, berbagai tanda yang muncul perlu dibaca lebih awal agar pemerintah dan institusi memiliki waktu untuk memperbaiki persoalan yang menjadi sumber keresahan publik.<\/span><\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/pr-talk\/pakar-komunikasi-baca-sinyal-akhir-agustus-publik-lelah-dan-menagih\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paruh kedua Agustus kembali menjadi periode yang perlu dicermati pemerintah dan pelaku komunikasi. Dalam dua tahun terakhir, periode setelah perayaan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23322,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-23321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-300x168.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-768x431.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-1024x575.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-1536x862.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-2048x1150.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-1400x600.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Paruh kedua Agustus kembali menjadi periode yang perlu dicermati pemerintah dan pelaku komunikasi. Dalam dua tahun terakhir, periode setelah perayaan","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled.jpg",2560,1437,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-300x168.jpg",300,168,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/DSCF3310-scaled-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23321"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23321\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}