{"id":22447,"date":"2026-08-01T16:12:34","date_gmt":"2026-08-01T09:12:34","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/01\/kritik-dianggap-hoaks-hingga-beda-pendapat-dicap-gaduh-pengamat-ingatkan-bahaya-perang-narasi-kasus-febrie-ardiansyah-di-media-sosial\/"},"modified":"2026-08-01T16:12:34","modified_gmt":"2026-08-01T09:12:34","slug":"kritik-dianggap-hoaks-hingga-beda-pendapat-dicap-gaduh-pengamat-ingatkan-bahaya-perang-narasi-kasus-febrie-ardiansyah-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/01\/kritik-dianggap-hoaks-hingga-beda-pendapat-dicap-gaduh-pengamat-ingatkan-bahaya-perang-narasi-kasus-febrie-ardiansyah-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Kritik Dianggap Hoaks hingga Beda Pendapat Dicap Gaduh, Pengamat Ingatkan Bahaya Perang Narasi Kasus Febrie Ardiansyah di Media Sosial"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Perang narasi di media sosial terkait kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah, dinilai semakin memperlebar polarisasi di ruang digital. Kehadiran buzzer dan influencer yang saling berhadapan dalam membangun opini membuat batas antara kritik yang lahir secara organik dengan narasi yang diduga digerakkan secara terkoordinasi menjadi semakin kabur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengamat media sosial Tuhu Nugraha mengatakan, persoalan utama bukan terletak pada adanya perbedaan pendapat di tengah masyarakat, melainkan ketika opini publik diarahkan untuk membentuk kesimpulan hukum sebelum proses peradilan berjalan hingga tuntas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kita perlu membedakan antara pendapat publik yang organik, aktivitas influencer, dan indikasi penyebaran narasi yang terkoordinasi serta tidak transparan. Masalahnya bukan adanya suara pro dan kontra, melainkan ketika opini diarahkan untuk membentuk vonis sebelum proses hukum selesai,&#8221; ujar Tuhu di Jakarta, Jumat (31\/7\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan, asas praduga tak bersalah tetap harus menjadi pijakan utama dalam menyikapi setiap perkara hukum. Menurutnya, kritik terhadap seseorang merupakan hal yang sah dalam negara demokrasi, namun tidak boleh berkembang menjadi penghakiman seolah-olah seseorang telah dinyatakan bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tuhu menilai pemahaman mengenai prinsip tersebut semakin penting karena sebagian besar masyarakat kini memperoleh informasi melalui platform digital. Kondisi itu juga memperlihatkan perbedaan mendasar antara produk jurnalistik dengan konten media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pers memiliki kode etik, standar verifikasi, hak jawab, dan mekanisme koreksi. Sementara itu, belum ada standar profesi yang seragam dan mengikat bagi seluruh influencer yang membahas perkara hukum, meskipun pengaruh mereka terhadap publik bisa sangat besar,&#8221; kata Tuhu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, media sosial saat ini telah berkembang menjadi arena perebutan opini. Dalam banyak kasus, publik dinilai lebih mudah menerima narasi yang emosional dibandingkan penjelasan hukum yang bersifat teknis dan kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI) dan deepfake juga memperbesar tantangan dalam membedakan informasi yang autentik dengan konten hasil rekayasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Karena itu, melihat atau mendengar sesuatu tidak lagi otomatis berarti bukti tersebut autentik,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah derasnya arus informasi, Tuhu juga menyoroti kecenderungan munculnya anggapan bahwa setiap kritik terhadap institusi penegak hukum langsung dilabeli sebagai hoaks atau upaya menciptakan kegaduhan. Menurutnya, kebebasan menyampaikan kritik tetap harus dijaga selama didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/08\/01\/kritik-dianggap-hoaks-hingga-beda-pendapat-dicap-gaduh-pengamat-ingatkan-bahaya-perang-narasi-kasus-febrie-ardiansyah-di-media-sosial\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Perang narasi di media sosial terkait kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-22447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-300x179.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-768x459.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-1024x611.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-1400x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Perang narasi di media sosial terkait kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp.webp",1536,917,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-300x179.webp",300,179,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_2761.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}