{"id":22444,"date":"2026-08-01T15:04:44","date_gmt":"2026-08-01T08:04:44","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/01\/andaikan-emas-monas-bisa-bicara-ketika-simbol-pengorbanan-menyaksikan-negeri-yang-tak-memuliakan-kejujuran\/"},"modified":"2026-08-01T15:04:44","modified_gmt":"2026-08-01T08:04:44","slug":"andaikan-emas-monas-bisa-bicara-ketika-simbol-pengorbanan-menyaksikan-negeri-yang-tak-memuliakan-kejujuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/08\/01\/andaikan-emas-monas-bisa-bicara-ketika-simbol-pengorbanan-menyaksikan-negeri-yang-tak-memuliakan-kejujuran\/","title":{"rendered":"Andaikan Emas Monas Bisa Bicara: Ketika Simbol Pengorbanan Menyaksikan Negeri yang Tak Memuliakan Kejujuran"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Muliadi-Saleh-4-1.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Oleh: Muliadi Saleh<\/em><br\/><em>Esais Reflektif | Arsitek Kesadaran<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Andaikan emas di puncak Monumen Nasional (Monas) dapat berbicara, mungkin ia tidak akan terlebih dahulu membanggakan kilaunya. Ia justru akan berkisah tentang niat yang tulus. Tentang tangan yang memberi tanpa meminta kembali. Tentang cinta kepada negeri yang diwujudkan bukan dengan pidato, melainkan dengan pengorbanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama puluhan tahun emas itu memandang Jakarta dari ketinggian. Ia menyaksikan pergantian zaman, perubahan kekuasaan, hiruk-pikuk demokrasi, dan jutaan manusia yang datang mengagumi Monas sebagai lambang kemerdekaan. Namun di balik diamnya, ia juga menyimpan pertanyaan yang tak pernah selesai: mengapa semakin megah bangunan negeri ini, justru semakin sering terdengar kabar tentang runtuhnya kejujuran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Emas di Monas lahir dari semangat memberi. Sementara emas yang memenuhi ruang penyitaan lahir dari nafsu mengambil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah mencatat nama , saudagar besar asal Aceh yang pada era Presiden Soekarno menyumbangkan sekitar 28 kilogram emas untuk melapisi lidah api Monas. Dari total lapisan emas awal sekitar 35\u201338 kilogram, sebagian besar berasal dari ketulusannya. Pada 1995, lapisan emas Monas kemudian ditambah sehingga keseluruhannya kini mencapai sekitar 72 kilogram, terdiri atas emas di lidah api dan Ruang Kemerdekaan. Ironisnya, perjalanan hidup Markam kemudian berubah tragis. Ia mengalami perampasan aset dan dipenjara pada awal Orde Baru sebelum akhirnya dibebaskan bertahun-tahun kemudian. Sejarah mengajarkan bahwa orang yang memberi belum tentu memperoleh penghormatan yang layak, tetapi pemberiannya tetap hidup melampaui zamannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini negeri ini kembali memperlihatkan emas kepada publik. Namun kali ini bukan emas sumbangan. Bukan emas pengabdian. Melainkan emas yang disita sebagai barang bukti hasil dugaan tindak pidana korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Betapa menyayat hati. Dahulu emas dinaikkan ke puncak Monas agar menjadi simbol cita-cita bangsa. Hari ini emas dipamerkan di ruang penyidikan sebagai simbol runtuhnya integritas. Dahulu emas memuliakan Indonesia. Kini emas justru menjadi saksi bisu bagaimana sebagian anak bangsa memuliakan keserakahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perspektif ekonomi pembangunan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah kebocoran moral yang menghancurkan produktivitas nasional. Dana yang seharusnya membangun sekolah berubah menjadi rekening pribadi. Anggaran kesehatan yang mestinya menyelamatkan nyawa berubah menjadi kemewahan segelintir orang. Infrastruktur melambat, pelayanan publik memburuk, dan kepercayaan masyarakat kepada negara terkikis sedikit demi sedikit.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/08\/01\/andaikan-emas-monas-bisa-bicara-ketika-simbol-pengorbanan-menyaksikan-negeri-yang-tak-memuliakan-kejujuran\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Muliadi SalehEsais Reflektif | Arsitek Kesadaran Andaikan emas di puncak Monumen Nasional (Monas) dapat berbicara, mungkin ia tidak akan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14301,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-22444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-300x220.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-768x562.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-1024x749.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Oleh: Muliadi SalehEsais Reflektif | Arsitek Kesadaran Andaikan emas di puncak Monumen Nasional (Monas) dapat berbicara, mungkin ia tidak akan","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp.webp",1200,878,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-300x220.webp",300,220,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22444"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22444\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}