{"id":20199,"date":"2026-07-09T15:20:07","date_gmt":"2026-07-09T08:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/07\/09\/cuti-besar-dan-cuti-di-luar-tanggungan-negara-asn-ternyata-berbeda-ini-syarat-dan-ketentuannya\/"},"modified":"2026-07-09T15:20:07","modified_gmt":"2026-07-09T08:20:07","slug":"cuti-besar-dan-cuti-di-luar-tanggungan-negara-asn-ternyata-berbeda-ini-syarat-dan-ketentuannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/07\/09\/cuti-besar-dan-cuti-di-luar-tanggungan-negara-asn-ternyata-berbeda-ini-syarat-dan-ketentuannya\/","title":{"rendered":"Cuti Besar dan Cuti di Luar Tanggungan Negara ASN Ternyata Berbeda, Ini Syarat dan Ketentuannya"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Cuti bagi aparatur sipil negara (ASN) ternyata memiliki banyak jenis, di antaranya cuti besar dan cuti di luar tanggungan negara (CLTN).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada lamanya masa cuti. Hak yang diterima ASN selama menjalani cuti juga berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, ASN perlu memahami ketentuan masing-masing jenis cuti agar tidak keliru saat mengajukan permohonan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cuti merupakan hak setiap ASN. Namun, pelaksanaannya tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah telah mengatur berbagai jenis cuti bagi ASN. Masing-masing memiliki syarat, tujuan, dan prosedur yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua di antaranya adalah cuti besar dan cuti di luar tanggungan negara (CLTN). Kedua jenis cuti ini kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan ASN.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, apa saja perbedaannya?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">CUTI BESAR<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Syarat dan Ketentuan Cuti Besar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kriteria PNS yang dapat mengajukan cuti besar:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PNS dengan masa kerja minimal lima tahun secara terus-menerus.<\/li>\n\n\n\n<li>PNS yang masa kerjanya belum mencapai lima tahun dapat mengajukan cuti besar untuk kepentingan agama, misalnya menunaikan ibadah haji untuk pertama kali.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mekanisme pengusulan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PNS mengajukan permohonan cuti besar secara tertulis kepada instansi melalui Pejabat yang Berwenang Memberikan Cuti.<\/li>\n\n\n\n<li>Pejabat yang Berwenang Memberikan Cuti memberikan persetujuan cuti besar kepada PNS yang bersangkutan.<\/li>\n\n\n\n<li>Hak cuti besar dapat ditangguhkan penggunaannya oleh Pejabat yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama satu tahun apabila terdapat kepentingan dinas yang mendesak, kecuali untuk kepentingan agama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketentuan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PNS yang menggunakan hak cuti besar tidak berhak atas cuti tahunan pada tahun yang bersangkutan.<\/li>\n\n\n\n<li>Cuti besar diberikan dengan memperhitungkan hak cuti tahunan yang telah digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Sisa hak cuti tahunan pada tahun sebelumnya masih dapat digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila PNS menggunakan cuti besar kurang dari tiga bulan, sisa hak cuti besarnya dinyatakan hangus.<\/li>\n\n\n\n<li>Selama menjalani cuti besar, PNS tetap menerima penghasilan berupa gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan pangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">CUTI DI LUAR TANGGUNGAN NEGARA (CLTN)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Syarat dan Ketentuan CLTN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kriteria PNS yang dapat mengajukan CLTN:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki masa kerja minimal lima tahun secara terus-menerus dengan alasan pribadi yang penting dan mendesak.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengikuti atau mendampingi suami\/istri yang menjalankan tugas negara atau tugas belajar di dalam maupun luar negeri.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendampingi suami\/istri yang bekerja di dalam maupun luar negeri.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjalani program untuk mendapatkan keturunan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendampingi anak berkebutuhan khusus.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendampingi suami\/istri atau anak yang memerlukan perawatan khusus.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendampingi dan merawat orang tua atau mertua yang sakit atau uzur.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mekanisme pengusulan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PNS mengajukan permohonan secara tertulis kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi.<\/li>\n\n\n\n<li>Instansi mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN.<\/li>\n\n\n\n<li>CLTN hanya dapat diberikan melalui keputusan PPK setelah memperoleh persetujuan dari Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mekanisme pengaktifan kembali:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PNS yang telah selesai menjalankan CLTN wajib melaporkan diri secara tertulis kepada instansinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelaporan dilakukan paling lambat satu bulan setelah CLTN berakhir.<\/li>\n\n\n\n<li>PPK mengusulkan persetujuan pengaktifan kembali PNS kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN.<\/li>\n\n\n\n<li>Berdasarkan persetujuan tersebut, PPK menetapkan keputusan pengaktifan kembali PNS yang bersangkutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketentuan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CLTN diberikan paling lama tiga tahun dan dapat diperpanjang paling lama satu tahun apabila terdapat alasan yang penting.<\/li>\n\n\n\n<li>Selama menjalani CLTN, PNS diberhentikan dari jabatannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Permohonan CLTN dapat ditolak.<\/li>\n\n\n\n<li>Masa menjalani CLTN tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS.<\/li>\n\n\n\n<li>Selama menjalani CLTN, PNS tidak berhak menerima penghasilan.<\/li>\n\n\n\n<li>PNS yang tidak melaporkan diri secara tertulis paling lambat satu bulan setelah CLTN berakhir akan diberhentikan dengan hormat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>(Arya\/Fajar)<\/strong><\/p>\n\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/07\/09\/cuti-besar-dan-cuti-di-luar-tanggungan-negara-asn-ternyata-berbeda-ini-syarat-dan-ketentuannya\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Cuti bagi aparatur sipil negara (ASN) ternyata memiliki banyak jenis, di antaranya cuti besar dan cuti di<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17118,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-20199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-300x200.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-768x512.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-1024x683.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Cuti bagi aparatur sipil negara (ASN) ternyata memiliki banyak jenis, di antaranya cuti besar dan cuti di","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp.webp",1200,800,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-300x200.webp",300,200,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260603-WA0016-1.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20199\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}