{"id":19012,"date":"2026-06-27T19:45:41","date_gmt":"2026-06-27T12:45:41","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/27\/puang-rimaggalatung-pemimpin-besar-yang-mengubah-diri-dan-memajukan-wajo\/"},"modified":"2026-06-27T19:45:41","modified_gmt":"2026-06-27T12:45:41","slug":"puang-rimaggalatung-pemimpin-besar-yang-mengubah-diri-dan-memajukan-wajo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/27\/puang-rimaggalatung-pemimpin-besar-yang-mengubah-diri-dan-memajukan-wajo\/","title":{"rendered":"Puang Rimaggalatung, Pemimpin Besar yang Mengubah Diri dan Memajukan Wajo"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh: Desy Selviana<br\/>(Pustakawan)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama Puang Rimaggalatung menempati posisi penting dalam sejarah dan kebudayaan Bugis. Menurut kisah yang tertuang dalam Lontarak Bugis, tokoh yang semasa kecil bernama La Tadamparek ini dikenang sebagai sosok yang berhasil mengubah dirinya dari seorang pemuda yang kerap membuat keresahan menjadi pemimpin yang dihormati masyarakat Wajo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">La Tadamparek lahir sebagai putra dari We Tenri Lawi dan La Tompiwanua, keturunan Kerajaan Cinnotabi. Kehadirannya sangat dinantikan oleh keluarga Kerajaan Palakka karena menjadi penerus garis keturunan kerajaan. Sejak kecil, La Tadamparek tumbuh di lingkungan istana dan mendapat kasih sayang yang besar dari sang kakek, Arung Palakka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, perhatian yang berlebihan membuat La Tadamparek tumbuh menjadi sosok yang keras dan sulit menerima penolakan. Meskipun dikenal cerdas, gagah, serta memiliki berbagai keterampilan, ia juga kerap bertindak sewenang-wenang terhadap teman sebaya maupun rakyat. Ketika beranjak dewasa, perilaku tersebut semakin meresahkan masyarakat. Bersama para pengikutnya, La Tadamparek sering melakukan tindakan yang menimbulkan ketakutan di tengah rakyat Palakka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keadaan yang semakin tidak terkendali mendorong masyarakat menyampaikan aspirasi kepada Arung Palakka. Setelah mempertimbangkan nasib rakyat dan masa depan kerajaan, Arung Palakka mengambil keputusan berat dengan menjatuhkan hukuman pengasingan kepada cucunya sendiri. Keputusan tersebut diambil demi menegakkan adat dan menjaga ketenteraman masyarakat. Dalam pandangan Arung Palakka, kekuasaan tidak berarti apa-apa apabila seorang pemimpin tidak mampu melindungi rakyatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengasingan menjadi titik balik kehidupan La Tadamparek. Bersama ratusan pengikutnya, ia meninggalkan Palakka dan memulai kehidupan baru di Solok, wilayah di perbatasan Bone dan Wajo. Setibanya di tempat baru, La Tadamparek bertekad meninggalkan seluruh sifat buruk yang selama ini melekat pada dirinya. Ia mengajak para pengikutnya untuk berubah dan membangun kehidupan melalui kerja keras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Solok, La Tadamparek memimpin masyarakat membuka hutan, membangun permukiman, dan mengembangkan pertanian. Ia mengajarkan cara mengelola lahan, memanfaatkan sumber daya alam, serta membangun bendungan untuk mengairi sawah. Berkat kerja keras dan kepemimpinannya, Solok berkembang menjadi daerah yang makmur dan dikenal luas sebagai kawasan pertanian yang berhasil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan tersebut kemudian menarik perhatian para pembesar Kerajaan Wajo. La Tadamparek diminta membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi kerajaan, terutama di bidang pertanian. Dengan pengalaman dan pengetahuannya, ia berhasil memberikan berbagai solusi bagi masyarakat. Kemampuan inilah yang kemudian mengantarkannya memperoleh gelar Puang Rimaggalatung dan dipercaya memimpin Wajo.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/06\/27\/puang-rimaggalatung-pemimpin-besar-yang-mengubah-diri-dan-memajukan-wajo\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Desy Selviana(Pustakawan) Nama Puang Rimaggalatung menempati posisi penting dalam sejarah dan kebudayaan Bugis. Menurut kisah yang tertuang dalam Lontarak<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-19012","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-300x154.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-768x394.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-1024x526.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Oleh: Desy Selviana(Pustakawan) Nama Puang Rimaggalatung menempati posisi penting dalam sejarah dan kebudayaan Bugis. Menurut kisah yang tertuang dalam Lontarak","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp.webp",1200,616,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-300x154.webp",300,154,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/SEJARAH_PUANGRIMAGGALATUNG.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19012","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19012"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19012\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}